Direct Release: Survei Red Hat Mengidentifikasi Integrasi Back-end dan Keamanan Sebagai Tantangan Terbesar Perusahaan Mobile

Survei menunjukkan 70% perusahaan berencana merangkul Internet of Things
JAKARTA, Indonesia – 18 Mei 2015 – Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan hasil survei tren mobile terbaru mereka. Menurut penemuan tersebut, dengan pemakaian mobile yang mencapai 73% dalam perusahaan, hampir setengah dari responden mengatakan bahwa tantangan terbesar mereka dalam pengembangan aplikasi mobile adalah isu keamanan (45%) dan integrasi back-end (43%). Tantangan lainnya termasuk desain UI/UX (35%), kolaborasi tim (34%), dan biaya (24%).
Red Hat melakukan polling kepada pelanggan di seluruh dunia untuk mengidentifikasi prioritas dan tantangan seputar mobilitas perusahaan serta perilaku yang berkembang terhadap Internet of Things. Beberapa temuan penting dalam survei ini meliputi:
- Lebih dari separuh perusahaan yang mengembangkan aplikasi mobile masih bergantung pada solusi integrasi do-it-yourself back-end. Ketika mengintegrasikan aplikasi mobile ke dalam sistem back-end, 55% responden yang mengembangkan aplikasi mengatakan mereka menggunakan sumber eksternal (perpustakaan, pasar, dan layanan penyedia) untuk mengembangkan integrasi back-end yang disesuaikan, penulisan kode dari awal untuk integrasi back-end yang disesuaikan, atau kombinasi antara keduanya. Ini menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada pendekatan do-it-yourself sampai pada kerumitan dari menghubungkan aplikasi ke dalam sistem perusahaan. Meskipun platform aplikasi mobile dan Mobile Backend-as-a-Service (MBaaS) telah hadir sebagai solusi yang efektif untuk mengintegrasikan aplikasi dengan sistem back-end perusahaan, kurang dari sepertiga (30%) menggunakannya, dengan satu dari lima responden (20%) menggunakan manajemen application programming interface (API). Selain itu, 20% responden menggunakan teknologi middleware yang sudah ada atau API dari vendor software back-end untuk menghubungkan aplikasi mobile mereka.
- Mayoritas perusahaan mengantisipasi Internet of Things (IoT) akan mempengaruhi bisnis mereka. Banyak perusahaan menyadari semakin berkembangnya hubungan antara perangkat mobile dengan IoT dengan secara aktif merencanakan integrasi gelombang berikutnya yang akan diperlukan oleh perangkat-perangkat yang terhubungkan. Saat 21% perusahaan telah memasukkan program IoT dalam bisnis mereka, lebih dari seperempat (28%) berencana untuk melakukannya tahun depan, dan 70 persen berencana melakukannya dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Mempertimbangkan tingkat kesulitan integrasi back-end, perusahaan harus fokus pada solusi yang secara efektif dapat mengintegrasikan IoT.
- Prioritas perusahaan atas sumber daya TI ditujukan untuk sistem inti. Meskipun berminat mengembangkan IoT dan mobile, ketika melakukan pengalokasian sumber daya TI pada tahun berikutnya, 60% dari responden memprioritaskan perawatan sistem inti dan aplikasi. Hal-hal tersebut membayangi TI sebagai trend yang berkembang, ketika kebutuhan bisnis memotong TI untuk menciptakan dan menggunakan aplikasi mereka sendiri.
Kutipan Pendukung
Cathal McGloin, Vice President, Mobile Platforms, Red Hat
“Ketika organisasi bergeser menjadi lebih mobile, integrasi back-end menjadi salah satu kendala terbesar yang dihadapi – karena integrasi back-end merupakan tantangan tersendiri, sementara tantangan lain seperti keamanan harus tetap menjadi perhatian. Untuk menyelesaikan masalah ini, organisasi harus memaksimalkan efisiensi dengan memanfaatkan platform mobile untuk mempercepat pengembangan serta meminimalkan kompleksitas.”
Nicholas McQuire, Vice President, Enterprise, CCS Insight
“Tanpa perubahan strategis, banyak perusahaan kehilangan daya saing yang dapat diberikan mobilitas, mendukung unit bisnis untuk mengubah praktik yang berisiko bagi kebutuhan mobile mereka. Strategi TI yang benar harus difokuskan pada kebutuhan bisnis dan pengguna-akhir, menggunakan metodologi yang lincah untuk pengembangan aplikasi, dan mengadopsi teknologi, perangkat, dan platform pendukungnya. Organisasi yang mengedepankan mobile, yang telah melakukan perubahan ini akan mampu mendapatkan keunggulan dari Internet of Things.”
Metodologi
Atas nama Red Hat, TechValidate melakukan survei online pada bulan Maret dan April 2015, untuk memahami prioritas dan tantangan seputar mobilitas perusahaan. Survei polling dilakukan pada 112 pelanggan Red Hat di seluruh dunia, dari perusahaan Fortune 500 sampai dengan perusahaan kecil.
Bagaimana Menghubungi Red Hat
- Pelajari lebih jauh Red Hat
- Dapatkan lebih banyak berita Red Hat newsroom
- Baca Red Hat blog
- Follow
- Bergabung dengan Red Hat di Facebook
- Lihat video di
- Bergabung dengan Red Hat di Google+
- Follow Red Hat di LinkedIn














