Direct Release: Mengembangkan Profesi Data Scientist di Indonesia

Reading time:
July 14, 2015
sas logo

JAKARTA, Indonesia (14 Juli 2015) – Data scientist merupakan satu bidang ilmu atau profesi yang dalam beberapa tahun belakangan ini mulai menjadi perhatian, dan sering kali disebut sebagai pekerjaan paling seksi di abad kedua puluh satu ini. Di saat tuntutan dan permintaan akan data scientist meningkat drastis, dunia justru kekurangan data scientist. Sebuah riset yang dilakukan oleh McKinsey & Company menunjukkan bahwa pada tahun 2018, akan terdapat 140.000 sampai 190.000 lowongan pekerjaan data scientist yang belum terisi. Menurut Indeed.com, situs search engine untuk lowongan pekerjaan terbesar di dunia, melaporkan terdapat peningkatan sebesar 57% di kuartal pertama 2015 untuk jumlah lowongan pekerjaan sebagai data scientist, dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Definisi dari data scientist atau data science itu sendiri masih belum jelas. Secara umum, data science berarti pengambilan wawasan atau pengetahuan dari jumlah data yang sangat besar, baik yang terstruktur mau pun yang tidak terstruktur. Menurut Peter Sugiapranata, Sales Director untuk SAS Indonesia, terdapat kesenjangan antara TI, data, dan bisnis, dan menurut Peter, data scientist adalah orang yang menjembatani ketiga aspek tersebut.

Lebih jauh lagi Peter menjabarkan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang data scientist, yaitu memiliki kemampuan untuk mengolah, mengeksplor, menguak, menginvestigasi, dan memvisualisasikan data. Data scientist mampu menguraikan hasil analisa dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil keputusan tentang bagaimana hasil analisa yang diperoleh dapat diaplikasikan pada berbagai area bisnis.

Di Indonesia, tumbuhnya profesi data scientist di tanah air ini pun bukan sekedar angan-angan. Melalui program SAS Academic Program yang telah diluncurkan sejak tahun 2011, SAS Indonesia telah memprakarsai progam ini sebagai bentuk komitmennya untuk mencetak bibit-bibit data scientist di Indonesia. Untuk SAS Academic Program ini, SAS Indonesia menghadirkan SAS Education Analytical Suite, yang mengintegrasikan lebih dari 15 produk SAS dalam satu paket eksklusif bagi profesional di dunia pendidikan yang ingin menguasai alat analytics unggul.

Selain SAS Education Analytical Suite, SAS Indonesia juga menyediakan dukungan dalam pengembangan kurikulum dan materi pengajaran secara cuma-cuma bagi universitas di Indonesia, sebagai upaya berkelanjutan dari SAS untuk mengembangkan profesi data scientist di Indonesia.

Di Indonesia, SAS telah berkolaborasi dengan lebih dari 9 universitas ternama di segala penjuru Indonesia untuk SAS Academic Program, di antara lain Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Islam Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Sebagai pemimpin software dan layanan business analytics, SAS memahami kekuatan dan potensi dari data science, bagaimana data berperan penting dalam menentukan kebijakan dan keputusan bisnis untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…

Gaming

July 15, 2026 - 0

Samsung Perkenalkan OBLYX, Layar OLED Khusus Gaming Laptop

Samsung Display memperkenalkan OBLYX, brand OLED khusus gaming laptop dengan…
July 15, 2026 - 0

Steam Controller Bisa Dipakai di PS5, Xbox, dan Switch via Mod Open Source

Berkat bantuan mod open source, Steam Controller kini bisa digunakan…
July 14, 2026 - 0

NVIDIA Pamerkan RTX 5080 Bertema Game Gacha di Bilibili World 2026

NVIDIA memamerkan sejumlah GeForce RTX 5080 bertema game gacha di…
July 14, 2026 - 0

Lenovo Hentikan Handheld G02 yang Tersandung Isu ROM Ilegal

Lenovo resmi menghentikan handheld retro G02 setelah kontroversi gunakan ROM…