OnePlus Rayakan Penjualan 1,5 Juta Unit Smartphone OnePlus One

Author
Cerira
Reading time:
July 27, 2015
oneplus-carl-pei

Salah satu smartphone yang naik daun di tahun ini adalah OnePlus. Sebagai brand baru, smartphone yang berasal dari negeri Tiongkok ini mampu bersaing dengan brand lain yang sudah eksis. Penjualan smartphone ini terbilang laris manis, terutama di negara asalnya. Dan beberapa hari lalu, salah satu pendiri OnePlus, Carl Pei, mengumumkan pencapaian yang cukup membanggakan dari perusahaannya tersebut, yakni penjualan smartphone pertama OnePlus One yang mencapai 1,5 juta unit dalam satu tahun terakhir ini.

Carl Pei sendiri menyampaikan kabar tentang keberhasilan penjualan smartphone besutannya tersebut dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal dimana Pei menekankan bahwa performa OnePlus One di tahun pertama ini jauh melebihi harapan mereka. OnePlus One sendiri sudah terjual di sekitar 35 negara di dunia.   Dalam wawancara itu Pei juga menyampaikan bahwa OnePlus sudah bersiap akan meluncurkan smartphone keduanya OnePlus 2 di akhir bulan Juli ini.

Penjualan smartphone baru hingga mencapai lebih dari 1 juta unit ini memang terbilang mengesankan, mengingat kompetisi yang sangat ketat di pasar Android akhir-akhir ini. OnePlus sendiri berhasil menciptakan sebuah smartphone yang mengerti apa yang dibutuhkan konsumennya sehingga tak heran smartphone tersebut laris manis. Menurut prediksi, besar kemungkinan OnePlus 2 akan lebih populer dibandingkan pendahulunya OnePlus One, karena smartphone baru ini akan memiliki fitur yang lebih baru dan menarik. Dan berbicara tentang segmentasi pasar, Pei menyebutkan bahwa OnePlus diposisikan di antara vendor smartphone terjangkau seperti Xiaomi serta vendor premium seperti Apple dan Samsung.

Salah satu strategi unik yang diterapkan OnePlus adalah sistem pembeliannya yang membutuhkan undangan terlebih dahulu dan hal ini dianggap banyak pihak sebagai sistem yang menarik dan terasa ekslusif meskipun banyak juga feedback negatif dari konsumen dengan sistem ini. Padahal menurut Pei dalam wawancara dengan WSJ tersebut, cara penjualan itu dilakukan semata-mata karena masalah penekanan biaya operasional dan mendapatkan dana untuk membayar suplier mereka tanpa memesan terlalu banyak piranti yang tidak bisa mereka jual. Perusahaan perlu untuk menjaga permintaan dan pasokan handset seimbang.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

February 2, 2026 - 0

Highguard Tes Mode Raid 5v5 di Weekend Pertamanya

Guna berikan opsi gameplay baru, tim developer Highguard gelar tes…
February 2, 2026 - 0

Nioh 3 Akan Rilis Timed Exclusive di PlayStation 5

Koei Tecmo akhirnya buka suara mengenai wacana akan merilis Nioh…
January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…