Direct Release: ABB memperkenalkan YuMi® di Indonesia, robot industri pertama di dunia yang mampu berkolaborasi dengan manusia

Jakarta, 13 Agustus 2015 – YuMi menandai era baru mitra robotik di mana robot mampu berkolaborasi dengan manusia dalam mengerjakan suatu tugas, namun tetap mengutamakan keselamatan bagi manusia dan lingkungan di sekelilingnya. Sebuah visi yang menjadi kenyataan
ABB, grup perusahaan terkemuka di bidang energi dan teknologi otomatisasi, memperkenalkan YuMi ke pasar Indonesia, sebuah robot industri pertama di dunia yang mampu berkolaborasi dengan manusia sebagai mitra kerja. YuMi kini hadir di Indonesia untuk pertama kalinya mengikuti kesuksesan peluncuran robot YuMi di Hannover Messe trade fair pada April 2015 lalu.
Robot industri dengan kendali mikroprosesor pertama di dunia dan juga robot industri elektrik pertama kali diperkenalkan ABB pada tahun 1974. Hal ini menandai revolusi modern di dunia robotik. Saat ini, ABB telah menginstal lebih dari 250.000 robot di dunia. Peluncuran YuMi hari ini menunjukkan komitmen ABB, sekaligus perannya sebagai pendobrak di kancah industri robot otomatisasi. Kehadiran YuMi juga memiliki andil penting dalam memperluas ragam proses industri terotomatisasi yang menggunakan robot.
Saat ini, pertumbuhan dan pergerakan industri produksi meningkat begitu pesat, secepat pertumbuhan industri manufaktur komponen berukuran kecil. Industri elektronik sendiri secara mengejutkan juga memperlihatkan permintaan pasar yang sangat tinggi, jauh melampaui jumlah pekerja terampil yang tersedia. Seiring mulai menurunnya nilai yang diraih apabila menggunakan metode manufaktur konvensional, perusahaan kini berlomba untuk mencari solusi baru yang lebih strategis dan ekonomis yang mampu menjawab berbagai tantangan dan kendala tersebut.
The International Federation of Robotics sendiri memperkirakan akan terjadi ledakan stok operasional robot industri untuk kawasan Asia Tenggara dengan lonjakan sebesar 28 persen yang terjadi mulai 2015 hingga 2017, atau dalam hal ini setara dengan lebih dari 80,000 robot industri yang dibutuhkan industri di kawasan ini[1].
YuMi dirancang secara spesial guna memenuhi kebutuhan produksi yang fleksibel dan cepat, terutama pada industri elektronik. Selain itu, YuMi mampu mendukung segala macam aplikasi merata di lingkungan manufaktur komponen kecil berkat beragam inovasi teknologi yang diusungnya, seperti dua lengan robot yang fleksibel, sistem pengasupan komponen universal, komponen berbasis kamera, lead-through programming, serta teknologi mutakhir sistem kontrol gerakan berpresisi tinggi.
Kehebatan YuMi juga terletak pada kemampuannya untuk bisa berkolaborasi bersama mitra manusia. Hal ini dapat terwujud berkat desainnya yang dirancang secara inheren guna memastikan keamanan selalu terjaga, baik bagi manusia sebagai mitra kerjanya maupun lingkungan di sekitarnya. Robot ini diciptakan dengan rangka berbahan magnesium yang begitu ringan dan dibungkus dengan pelindung berupa plastik pengambang dengan bantalan empuk untuk meredam benturan.
Ukuran YuMi yang ringkas dengan dimensi seukuran tubuh manusia dan dengan gerakan yang menyerupai manusia, membuat mitra manusia merasa aman dan nyaman saat berkolaborasi dengan robot tersebut. Fitur mutakhir ini memenangkan penghargaan bergengsi “Reddot ‘best of the best’ design award”.
Kehebatan YuMi tidak hanya itu saja, jika terjadi benturan yang tak disengaja dengan manusia, YuMi akan langsung berhenti beroperasi dalam hitungan milidetik dan YuMi dapat bergerak lagi hanya dengan menekan tombol play pada remote control. YuMi juga tidak memiliki pinch points sehingga beberapa bagian robot yang sensitif tidak akan rusak jika berada di antara dua permukaan yang saling menjepit saat sumbu-sumbu di tubuh robot melakukan gerakan membuka dan menutup.
Masa depan robotik dan otomatisasi kini telah hadir di Indonesia karena YuMi akan hadir di pameran Electric, Power and Renewable Energy Indonesia 2015 pada 16 – 19 September di Jakarta International Expo, Kemayoran. Aplikasi robot di Indonesia sangat menarik perhatian masyarakat dan komunitas robotik di Indonesia. Peluncuran YuMi membuka peluang baru pada perakitan komponen berukuran kecil sehingga mendorong perkembangan berbagai industri di Indonesia. YuMi akan mengubah cara berpikir kita terhadap otomatisasi perakitan dan akan memberikan sudut pandang baru terhadap masyarakat modern dimana manusia dan robot dapat bekerja berdampingan.
“Sebuah era baru dimana manusia dapat memiliki mitra kerja sebuah robot kini telah hadir di Indonesia dan hal ini merupakan salah satu bagian terpenting dari strategi Next Level ABB,” ujar Richard Ledgard, country managing director ABB di Indonesia. “YuMi memungkinkan kolaborasi antara manusia dan robot menjadi kenyataan. Kehadiran YuMi merupakan hasil dari komitmen kami dalam riset dan pengembangan teknologi. Kami yakin hal ini akan mampu mengubah cara manusia dan robot berinteraksi. YuMi merupakan elemen tak terpisahkan dalam strategi yang kami terapkan dalam menyongsong era The Internet of Things, Services and People demi mewujudkan masa depan otomatisasi bersama.”
Strategi dalam menyambut era The Internet of Things, Services and People merupakan sebuah visi ABB dalam rangka mendukung kebutuhan industri yang kian terintegrasi, yang pada akhirnya mampu meningkatkan produktivitas dan keandalan melalui pemanfaatan analisis data, mobile communication serta cloud computing dalam mendayagunakan seluruh potensi dari perangkat cerdas lintas operasi.
ABB (www.abb.com) adalah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang energi dan teknologi otomatisasi yang mendukung kalangan industri dalam memicu kinerja mereka dalam utilitas, transportasi dan infrakstruktur, seraya mengurangi dampak terhadap lingkungan. Grup perusahaan ABB beroperasi di sekitar 100 negara dengan lebih dari 140,000 karyawan.
[1] International Federation of Robotics (2014): http://www.ifr.org/industrial-robots/statistics/















