Teknologi Qualcomm Di Balik Lenovo VIBE Shot

Reading time:
August 27, 2015
Vibeshot-qualcomm

Lenovo Vibe Shot baru saja diumumkan. Smartphone unik yang satu ini mengusung kamera yang dijanjikan dapat menyuguhkan kualitas hasil foto kelas atas. Sensor dan lensa yang baik tentu saja menjadi faktor penting untuk menghasilkan kualitas foto yang tinggi. Akan tetapi, ada 1 komponen lagi yang tak kalah pentingnya dalam urusan fotografi untuk smartphone, yaitu ISP atau Image Signal Processor. Pada Lenovo Vibe Shot, komponen ini tertanam di dalam SoC-nya, Snapdragon 615. Sebuah wawancara dengan Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia membawa kami memahami lebih jauh teknologi di balik kemampuan kamera Lenovo Vibe Shot

 

Shannedy Ong, Country Director Qualcomm untuk Indonesia, menjelaskan lebih lanjut mengenai teknologi Qualcomm yang diusung Lenovo Vibe Shot.
Shannedy Ong, Country Director Qualcomm untuk Indonesia, menjelaskan lebih lanjut mengenai teknologi Qualcomm yang diusung Lenovo Vibe Shot.

 

Mengenai teknologi autofocus Lenovo Vibe Shot

Shannedy Ong (Qualcomm) menjelaskan bahwa infrared autofocus yang digunakan oleh Lenovo Vibe Shot menggunakan teknologi Qualcomm yang sebelumnya lebih dikenal sebagai laser autofocus. Teknologi ini memungkinkan smartphone melakukan proses fokus dengan sangat cepat, meski dalam kondisi pencahayaan yang kurang baik. Cara kerjanya memang dengan “menembakkan” sinar infrared dan melakukan kalkukasi berdasarkan pengukuran tersebut. Karena perhitungan dilakukan di dalam ISP Qualcomm, autofocus menjadi sangat cepat.

vibe-shot-camera

ISP: Jarang diperhatikan padahal penting

Semua prosesor atau tepatnya SoC (system on chip) yang digunakan smartphone rata-rata sudah memiliki ISP. Komponen ini adalah yang memastikan segala sesuatu yang terkait dengan imaging akan diproses dengan cepat. Jadi, semua pemrosesan gambar dan hal lain yang terkait kamera (termasuk autofocus) akan dikerjakan oleh ISP tanpa membebani prosesor utama. Secepat apa kamera/smartphone merespon tekanan tombol pemotretan, secepat apa hasil foto bisa tampil di layar, kualitas gambar, dan bahkan kecepatan autofokus, sangat bergantung pada ISP.

Mengenai ISP dalam Snapdragon 615

Hal yang unik pada Lenovo Vibe Shot adalah tersedianya “laser autofocus”, padahal SoC yang digunakan cenderung berada di kelas menengah (Snapdragon 615). Pihak Qualcomm menjelaskan bahwa jika dahulu laser autofocus hanya tersedia di SoC seri 800an. Akan tetapi, dengan hadirnya jajaran baru SoC seri 615 (64-bit) teknologi tersebut “diturunkan” ke seri yang terjangkau ini. Uniknya lagi, ISP pada Snapdragon 615 ini tidak hanya bisa memroses gambar 16 megapixel seperti pada Lenovo Vibe Shot. SoC ini bahkan mampu mengolah gambar sampai dengan 21 megapixel.

SD615

Snapdragon 615: “prosesor” 64-bit untuk smartphone berperforma tinggi

Prosesor atau SoC Snapdragon 615 adalah produk unik Qualcomm. Segala jenis teknologi sudah dijejalkan ke dalam SoC 8 core ini. Mulai dari ISP modern super kencang, modem 4G/LTE, GPS, kapabilitas WiFi hingga 802.11ac dengan MU-MIMO (terkencang/terbaru), dukungan Quick Charge, semua tersedia di dalamnya. SoC ini menggunakan 8 core berbasis ARM Cortex-A53 yang terkenal hemat energi, dan dikonfigurasi dengan teknologi big.LITTLE untuk membuatnya merespon lebih kencang pada saat dibutuhkan dan lebih irit saat sedang idle. Pada Lenovo Vibe Shot, 4 core bekerja pada 1,7 GHz dan 4 core lainnya bekerja pada kecepatan 1 GHz (meski kami melihat 1.1 GHz, ini harus kami konfirmasi ulang). Semua teknologi tersebut hadir dalam “paket hemat” yang membuat smartphone tidak perlu dijual dengan harga super-mahal.

VIBE_Shot_Family

Mengenai Isu Overheat

Dalam sesi “mencicipi” Lenovo Vibe Shot, kami melihat bahwa isu overheat atau panas berlebihan tidak mengganggu smartphone ini. Padahal, isu overheat sering menjadi topic pembahasan pada smartphone dengan SoC Qualcomm berbasis 810 dengan clock tinggi atau 615 dengan clock 1,7 GHz (seperti pada Lenovo Vibe Shot).

Shannedy Ong menjelaskan bahwa isu overheating terkadang dilebih-lebihkan. Isu diawali dari laporan hasil pengujian smartphone yang masih dalam tahap prototype dan menjadi hal yang digembar-gemborkan pada saat smartphone hadir ke pasaran. Padahal kemungkinan besar masalah overheat tersebut sudah tidak hadir lagi pada smartphone versi retail.

Akan tetapi, Shannedy juga tidak menutup mata bahwa ada kemungkinan terjadi kesalahan thermal design yang dilakukan oleh produsen smartphone. Umumnya ini terjadi karena produsen terkadang terlampau “bersemangat” menawarkan produk akhir yang super-tipis lengkap dengan beragam fitur hingga melupakan thermal design yang efektif dalam melepas panas.

Setidaknya, kami belum melihat isu overheating terjadi pada Lenovo Vibe Shot yang kami “cicipi” baru-baru ini.

Mengenai teknologi tinggi yang “diwariskan” ke SoC seri terjangkau

Qualcomm tampak berusaha “menjejalkan” sebanyak mungkin teknologi SoC kelas premiumnya ke SoC terjangkaunya. Kita sudah melihat banyaknya teknologi yang diwariskan ke Snapdragon 615, akankah teknologi-teknologi ini diberikan juga kepada SoC terjangkau lainnya di masa mendatang?

Shannedy menjelaskan bahwa ini adalalah yang akan selalu dilakukan Qualcomm. Sebagai contoh, Snapdragon 200 series sekarang sudah mendukung 4G/LTE secara penuh. Padahal, itu adalah SoC (untuk smartphone) paling murah yang ditawarkan oleh Qualcomm saat ini. Ini akan membuat semua smartphone terjangkau bisa menikmati konektivitas 4G/LTE. Sementara itu, untuk teknologi-teknologi lainnya, akan dipastikan nantinya akan terus diwariskan ke SoC yang terjangkau.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…

Gaming

July 15, 2026 - 0

Asosiasi Retail Inggris Kecam Keputusan PlayStation Tinggalkan Game Fisik

Asosiasi retail game di Inggris mengecam keputusan PlayStation menghentikan game…
July 15, 2026 - 0

Palworld 1.0 Kembali Sukses Besar di Steam

Peluncuran Palworld 1.0 kembali menjadi kisah sukses, dengan berhasil menarik…
July 15, 2026 - 0

GameSir Bangkitkan Nostalgia Xbox Lewat Controller T7 Pro Retro Green

Produsen controller kawakan GameSir merilis T7 Pro Retro Green dengan…
July 15, 2026 - 0

Samsung Perkenalkan OBLYX, Layar OLED Khusus Gaming Laptop

Samsung Display memperkenalkan OBLYX, brand OLED khusus gaming laptop dengan…