Direct Release: LinkedIn: ‘Employee Referral’ Siap menjadi Sumber Terpopuler di Asia Tenggara untuk Merekrut Kandidat Unggulan

Reading time:
October 22, 2015
se_asia_recruiting_trends_desktop_hero

Jakarta, 22 Oktober, 2015 – Program ‘Employee Referral’ siap menggeser papan perekrutan online sebagai sumber terpopuler untuk menarik kandidat unggulan di Asia Tenggara, ungkap hasil studi LinkedIn (NYSE:LNKD), jaringan profesional online terbesar di dunia.

Dalam laporan tahunan Tren Perekrutan Asia Tenggara yang kelima, ditemukan bahwa sebanyak 52% dari sekitar 300 manager perekrutan menyatakan bahwa ‘Employee Referral’adalah sumber terpopuler kedua di Asia Tenggara dalam merekrut kandidat unggulan di tahun 2015. Angka ini naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 48%. Papan pencarian kerja online masih menjadi sumber paling populer dengan angka 54%, namun angka ini turun dari tahun lalu yang mencapai 58%. Sumber lain yang masuk ke dalam 3 besar adalah jaringan sosial profesional dengan angka 41%, naik dari tahun lalu yang hanya 35%. Secara global, jaringan sosial profesional masih menjadi sumber terpopuler dalam merekrut kandidat unggulan dengan angka 43%, diikuti papan pencarian kerja online (42%), dan program ‘Employee Referral’ (32%).

“Tiga puluh enam persen dari para manager perekrutan yang kami survei menganggap bahwa program ‘Employee Referral’ adalah tren yang akan bertahan lama di tengah kondisi perekrutan yang semakin kompetitif,” kata Feon Ang, Direktur Senior Talent Solution untuk LinkedIn Asia-Pasifik dan Jepang. “Program ini, bersama dengan peningkatan kesuksesan yang dicari perusahaan dalam membuat brand perusahaannya lebih dikenal di jaringan sosial profesional, bisa menjadi kombinasi sumber perekrutan strategis yang berperan penting dalam membantu perekrut memenangkan persaingan dalam mencari kandidat unggulan,” tambahnya.

Ketika berbicara tentang reputasi perusahaan, para perekrut ini menyatakan bahwa, selama 4 tahun belakangan mereka telah sukses membangun reputasi perusahaannya dengan menggunakan jaringan profesional online. Terbukti dengan sebanyak 57% responden mengatakan bahwa saluran ini adalah yang paling efektif. Di sisi lain, website perusahaan dinilai turun efektivitasnya dalam beberapa tahun belakangan menjadi hanya 61% pada laporan terakhir.

Para perekrut tidak bekerja sendiri dalam membangun reputasi perusahaan yang unggul. Kerja sama antara tim perekrutan dan marketing menjadi hal yang sangat penting. Sebanyak 46% perekrut yang disurvei menyatakan bahwa tim mereka senantiasa berbagi tanggung jawab dengan tim marketing dalam hal membangun reputasi perusahaan.

 

Temuan lainnya yang menarik:

·         Volume dan anggaran perekrutan: 58% manager perekrutan yang disurvei menyatakan bahwa mereka berharap volume perekrutan di perusahaannya bisa meningkatdi tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, sementara sebanyak 50% mengatakan bahwa anggaran perekrutan naik di tahun 2015 dibandingkan tahun 2014, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kesenjangan antara volume dan anggaran perekrutan masih menjadi tantangan bagi para perekrut. Hasil survei menunjukkan bahwa anggaran perekrutan tidak sebanding dengan peningkatan volume perekrutan. Ketidakseimbangan ini dipandang bisa menghambat transformasi strategi perekrutan di tahun-tahun mendatang.

·         Pengukuran kualitas perekrutan: ‘time to fill’ menjadi faktor penting untuk mengukur kinerja perekrutan. Buktinya sebanyak 39% responden mengaku menggunakan indikator ini untuk mengukur kinerja tim perekrutan mereka. Bagaimanapun, secara jangka panjang, sebanyak 41% manager perekrutan menggunakan ‘quality of hire’ sebagai indikator terpenting dalam memantau kinerja program perekrutan.

·         Hambatan dalam menarik perhatian kandidat unggul: Menemukan kandidat unggulan di tengah permintaan yang tinggi merupakan tantangan besar bagi para perekrut (53%). Kompensasi (48%) dan persaingan dengan perusahaan lain (45%) juga menjadi isu utama yang dihadapi oleh para perekrut.

Informasi lebih lanjut mengenai Trend Perekrutan Asia Tenggara 2016 dapat ditemukan melalui link berikut:https://business.linkedin.com/en-sg/talent-solutions/resources/job-trends/2016/southeast-asia-recruiting-trends

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…