Peraturan Dicabut, BlackBerry Batal Keluar dari Pakistan

Author
Cerira
Reading time:
January 3, 2016
BlackBerry-Reuters-624x351

Setelah awal Desember lalu BlackBerry mengumumkan akan keluar dari negara Pakistan karena alasan keamanan, maka di awal tahun ini vendor asal Kanada itu nampaknya akan mengurungkan niatnya, setelah Otoritas Telekomunikasi Pakistan mencabut peraturan tentang monitoring data komunikasi di negara tersebut.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan nampaknya memilih untuk mengalah pada kemauannya semula yang ingin bisa mengakses seluruh data telekomunikasi dari semua vendor yang beroperasi di Pakistan, salah satunya BlackBerry. Menurut BlackBerry, pemerintah Pakistan ingin mendapatkan wewenang untuk memonitor trafik BlackBerry Enterprise Service di negara tersebut termasuk untuk setiap email BES dan pesan BBM BES.BlackBerry langsung menyatakan keberatan atas keputusan dari pemerintah Pakistan tersebut karena menganggap bahwa itu sudah melanggar misi dan visinya untuk melindungi privasi konsumennyadan memilih untuk keluar dan tidak beroperasi lagi di Pakistan.

BlackBerry-765x510

Menurut Marty Beard, COO BlackBerry, perusahaannya memutuskan untuk tetap beroperasi di Pakistan setelah pemerintah Pakistan mencabut permintaannya untuk mengakses data server BlackBerry tersebut. Lebih lanjut Beard menjelaskan bahwa pihak BlackBerry mengucapkan terimakasih kepada Otoritas Telekomunikasi Pakistan dan pemerintah Pakistan untuk menerima posisi BlackBerry yang tidak bisa memberikan konten trafik konsumen BES-nya, juga tidak bisa memberikan apa yang disebut dengan ‘pintu belakang’ untuk mengakses server BES BlackBerry.

Saat pengumuman BlackBerry akan hengkang dari Pakistan bulan lalu, BlackBerry kembali menyatakan keengganannya untuk berkompromi dengan pemerintah untuk membuka privasi konsumennya, di bawah kondisi apapun, kecuali permintaan untuk penegakan hukum resmi yang melibatkan penyelidikan untuk kejahatan tertentu. Namun apa yang dicari pemerintah Pakistan adalah pintu belakang pada trafik end-to-end enkripsi BlackBerry, yakni sebuah free pass untuk melihat komunikasi pribadi siapa saja, kapan saja.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…