Direct Release: Hanya Berbekal iPhone dan Flash Kini Siapapun Bisa Menjadi Fotografer

Reading time:
March 1, 2016
Instagram_11W03_15

“Dengan smartphone yang bagus, tidak perlu lagi membeli kamera.” Ini adalah kepercayaan yang ada dalam benak konsumer sekarang. Menurut statistik, sebanyak 1,3 milyar smartphone telah dikapalkan secara global di tahun 2014, hal ini sangat kontras dengan statistik kamera digital yang hanya tercatat 65 juta unit pada tahun 2014. Angka ini kurang dari setengahnya pada tahun 2010. Tren ini juga didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Flickr Review pada tahun 2015 lalu, dimana iPhone menjadi kamera paling populer yang digunakan untuk berbagi gambar dalam jaringan media sosial. Sementara kamera traditional hanya mengisi tujuh tempat dari 20 tempat yang ada.

Dengan penetrasi pasar yang semakin meningkat dari smartphone dengan kemampuan fotografinya yang semakin baik kamera tradisional semakin terpinggirkan. Untuk penggunanya smartphone bukan hanya memiliki fitur kamera yang mudah digunakan pada kehidupan sehari-hari tapi juga mempermudah untuk saling berbagi. Secara singkat, smartphone bisa menggantikan kamera tradisional dan menawarkan lebih.

 

Kamera smartphone semakin populer: iPhone 6 dan Flash 2 menjadi yang paling laris.

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna smartphone, pecinta fotografi dan fotografer profesional dalam kebutuhan mobile photography banyak pabrikan smartphone mengeluarkan model yang dilengkapi dengan fitur kamera yang sangat baik atau disebut juga kamera ponsel.

Sebagai pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia Apple adalah pemimpin dunia di fotografi ponsel. Galeri Dunia Apple, bagian dari kampanye media “Shot on iPhone 6” telah diberi penghargaan pada acara Cannes Lions International Festival for Creativity dengan lima Gold Lions dan penghargaan Grand Prix pada kategori outdoor. Didorong oleh fungsi kamera yang kuat iPhone 6 dan iPhone 6 Plus mencatatkan penjualan sebanyak 10 juta unit tiga hari setelah peluncuran.

Selain iPhone, Flash adalah merk smartphone di Asia Tenggara dengan keahlian membuat kamera ponsel. Pada bulan September 2015 Flash mengeluarkan  seri Flash 2 yang dilengkapi dengan kamera belakang 13 megapixel gSight dan Profie Cam, atau kamera depan, sebesar 5 megapixel yang menjadi smartphone dengan penjualan terbaik di Asia Tenggara. Dengan penjualan hari pertama yang habis dalam sepuluh menit Flash 2 menjadi smartphone terbaik dengan harga sekitar US$150 di pasar Asia Tenggara. Pada saat hari belanja online 12/12 di Lazada Flash 2 menduduki ranking pertama pada penjualan smartphone dengan rentang harga US$150 dan menjadi yang kedua pada semua kategori dengan rangking turnover ketiga dibelakang Samsung dan Apple.

 

Kamera tradisional semakin tergantikan: tantangan iklan video dan film iPhone dan Flash

Fakta dilapangan adalah kamera ponsel selain digunakan oleh orang kebanyakan  untuk mengambil foto juga digunakan oleh para profesional untuk mengambil gambar film dan iklan komersial. Contohnya Apple menggunakan foto yang diambil dengan iPhone 6 pada papan billboardnya disaat peluncuran. Produk olahraga New Balance juga membuat iklan enam menitnya dengan menggunakan iPhone 6.

Seperti iPhone, Flash adalah penantang bagi kamera tradisional. Desember 2015 lalu mensponsori pemotretan untuk Telly Calendar 2016 dimana lensa gSight Flash 2 digunakan untuk mengambil gambar selebritis TV termasuk Miss Bollywood Sukirti Kandpal dengan efek cantik yang bisa dibandingkan dengan kamera SLR. Para bintang tersebut juga menggunakan kamera Profie Cam Flash 2 untuk mengambil foto selfie yang luar biasa.

 

Keuntungan smartphone: pengalaman fotografi yang bagus, mudah dan sederhana.

Kebangkitan mobile photography telah didorong oleh kemampuan kamera ponsel yang luar biasa termasuk Flash 2 yang bisa dibandingkan dengan kamera tradisonal dengan memberikan pengalaman yang menyenangkan dan kaya akan fitur. Ditambah dengan kemudahan membawanya dan penggunaan yang mudah.  

“Mobigraphy bukan hanya sekedar memotret saja, tapi sekarang sudah menjadi gaya hidup. Kami mengerti akan hal ini ketika menciptakan seri Flash” ujar Albert Wong, General Manager, Mobile Internet Group, TCL Communication. “Apa yang kami lakukan untuk Flash 2 adalah terus mengembangkan apa yang sudah kita punya dan membuatnya lebih baik lagi serta disaat bersamaan menyediakan aksesibilitas dan kenyamanan pada penggunanya untuk mengambil momen terbaik mereka.” Untuk memenuhi janji ini Flash 2 bukan hanya menyediakan kualitas foto high definition tapi juga memecahkan masalah yang ada dalam kamera ponsel, seperti misalnya pengambilan dalam kondisi cahaya rendah dan gambar yang buram.

Apabila sedang dalam petualangan dialam bebas Flash 2 memberikan akses cepat untuk menangkap pemandangan dengan kamera belakang 13 megapixel dengan sensor Samsung ISOCELL untuk memberikan hasil gambar dan warna yang lebih baik.  Situasi minim cahaya seperti  sedang mendung dan sore hari biasanya membuat pelaku mobile photography menjadi tidak yakin dengan kemampuan kamera ponselnya.  Tapi dengan Flash 2 mereka tidak perlu khawatir lagi  karena kameranya telah dioptimalisasi dengan berbagai keunggulan agar bisa mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya.  Misalnya dengan flash RealTone yang memberikan cahaya tambahan yang natural dan diafragma f/2.0 yang membuat lebih banyak cahaya masuk. Semua ini agar pengguna Flash 2 memudahkan mengambil gambar saat malam atau kelap-kelip bintang yang menawan dengan mudah.

Kegiatan mobile photography biasanya lebih baik lagi apabila kita sedang mengambil momen yang cepat. Flash 2 menggunakan teknologi Phase Detection Auto Focus (PDAF) dengan waktu fokus yang sangat singkat, yaitu 0.3 detik saja untuk menangkap objek yang bergerak atau terbang. Misalnya saja kembang api, burung yang sedang terbang, atau pemain roller skate yang sedang melakukan aksinya. Pergerakan yang cepat ini bisa ditangkap dengan cara memencet tombol rana dua kali untuk auto focus cepat. Menurut direktur e-commerce Flash, Yogi Babri, Flash 2 akan meyertakan fish-eye lens dengan jarak minimum 18mm dan lensa makro 5X (40mm) pada bulan Februari 2016 mendatang.  Semua ini agar pengguna Flash 2 mendapatkan pengalaman mobile photography yang lebih kuat.  Terutama pada ketajaman gambar dan anti-blur.

Untuk para pemuda yang ingin berbagi keunikan dan pengalaman hidup mereka kamera ponsel harus bisa lebih dari sekedar selfie tapi juga group-selfie.  Kedua hal ini bisa dilakukan oleh Flash 2 dengan mudah karena kamera depan dengan resolusi 5 megapixel  dilengkapi juga dengan mode beauty dan sudut pandang 84 derajat sehingga bisa memuat lebih banuyak orang dalam satu frame.

Selain itu Flash 2 dijejali dengan banyak fitur seperti  Super Fine, HDR, Panorama, Track, Live Photo, Multi-Angle dan Picture-in-Picture sehingga pengguna biasa, pecinta fotografi, bahkan fotografer profesional bisa mengeksplorasi  pengalaman fotografi lebih jauh lagi. Contohnya apabila anda ingin menangkap momen bungee jumping anda bisa menggunakan track mode yang ada pada Flash 2 untuk merekam pergerakannya secara sempurna. Pada mode Picture-in-Picture kamera depan dan belakang bekerja secara bersamaan untuk mengambil dua foto bersamaan untuk digabungkan menjadi satu. Satu foto selfie dengan kamera depan dan foto background yang diambil dengan kamera belakang.
Menurut laporan Mobile Photographer Behavior Analysis yang dilakukan oleh Camera360 pada tahun 2015 foto yang diambil dengan smartphone  mencapai 1 Terabit dan pada tahun 2017 semua foto yang ada akan mencapai 78.8%. Sementara itu popularitas berfoto selfie telah membuat selfie stick (tongsis) menjadi semakin popular. Hasil pencarian kata “selfie stick” telah meningkat 19 kali sampai bahkan majalah Time menyebutnya sebagai salah satu dari 25 penemuan terbaik di tahun 2014. Hari ini fotografi bukan lagi eksklusif milik fotografer profesional yang ahli dalam kamera SLR tradisional tapi sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Dengan smartphone menggantikan kamera tradisional secara cepat dan semua orang bisa menjadi fotografer maka sejarah manusia tentang fotografi telah ditulis kembali dan memasuki babak baru.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 6, 2026 - 0

Xbox Hentikan Integrasi Asisten AI Copilot di Console Mereka

Pimpinan Xbox secara resmi menghentikan pengembangan asisten berbasis AI Copilot…
May 6, 2026 - 0

Unity Resmi Luncurkan Unity AI Beta Untuk Buat Game via Prompt

Unity resmi memperkenalkan Unity AI Beta, tools berbasis AI yang…
May 6, 2026 - 0

Battlefield 6 Season 3 Bawa Kembali Map Ikonik Golmud Railway

Battlefield 6 resmi rilis trailer baru untuk Season 3 dengan…
May 6, 2026 - 0

ARC Raiders Mulai Terapkan Regional Pricing

Embark Studios resmi menerapkan regional pricing untuk ARC Raiders mulai…