Review Motherboard: Gigabyte Z170-HD3

Reading time:
March 23, 2016

The Board

GigabyteZ170-HD3-DDR4_Board_TopView

Senada dengan kemasannya, motherboard ini mengusung skema warna hitam yang cukup dominan dengan sedikit aksen kuning keemasan pada heatsinknya. Mengusung form factor ATX dengan sedikit perbedaan. Motherboard ini sedikit lebih ramping dibandingkan dengan board ATX lainnya. Apakah ini berpengaruh terhadap layout motherboard secara keseluruhan? Tentu tidak! Walau dengan ruang yang lebih sedikit, tidak ada fitur yang dikurangi. Dengan menggunakan motherboard yang berukuran lebih ramping akan memudahkan untuk melakukan cable management dalam casing yang memiliki ruang terbatas.

Fitur seperti POST code reader dan onboard button sepertinya absen di Z170-DH3. Mengingat board ini memang tidak diperuntukan untuk kalangan enthusiast maka pilihan tersebut dapat mengerti.

 

GigabyteZ170-HD3-DDR4_SocketArea

Area sekitar socket terlihat cukup kosong. Pengguna tidak akan menemukan masalahnya ketika memasang pendingin yang berukuran cukup besar.

GigabyteZ170-HD3-DDR4_Choke_VRM

Mengusung 6-phase power design dan MOSFET yang cukup kokoh membuat kami yakin bahwa motherboard ini dapat menjaga performa prosesor dalam kondisi optimal.  GigabyteZ170-HD3-DDR4_VRM_Cooling

 

Voltage Regulator Module pada motherboard ini di dinginkan menggunakan secara pasif oleh sebuah heatsink. Ini menjamin kerja dari VRM lebih stabil. Dengan airflow yang cukup baik
GigabyteZ170-HD3-DDR4_PCI

Board ini menyediakan pilihan slot ekspansi yang cukup lengkap. Terdapat dua buah slot PCI-E x16 Gen3 yang mendukung konfigurasi multi GPU di mode AMD CrossFire. Sayangnya board ini tidak mendukung fitur NVDIA SLI secara resmi. Tersedia pula dua buah slot PCI-E x1 dan dua buah slot PCI untuk ekspansi peripheral lainnya.

GigabyteZ170-HD3-DDR4_SATA

Motherboard ini menyajikan opsi penyimpanan dalam bentuk tiga slot SATA Express. Bila tidak menggunakan fungsi tersebut, board ini dapat mendukung enam buah SATA3 6 Gbps dengan dukungan RAID 0/1/5/10 dan Intel Rapid Storage Technology. Posisi konektor storage yang menyamping memudahkan dalam melakukan cable management.

GigabyteZ170-HD3-DDR4_M2

Walau masuk dalam kelas board entry level, Gigabyte tetap menghadirkan salah satu fitur yang biasa hadir dalam motherboard menengah ke atas. Salah satunya adalah slot PCI-E M.2 x4. Ketika mendukung slot ini, Anda dapat merasakan kecepatan storage hingga 32 Gbps. Slot yang di sediakan mendukung SSD PCI-E M.2 berukuran 42 mm hingga 80 mm. Perlu diingat apabila slot M.2 di gunakan, maka slot SATA Express yang pertama tidak dapat dipergunakan. Ini di sebabkan karena keduanya menggunakan jalur yang sama.

 

GigabyteZ170-HD3-DDR4_Header

Header yang diusung motherboard ini terbilang cukup lengkap. Mulai dari dua buah header USB 2.0, header front panel audio dan TPM header, hingga header yang umumnya Anda temukan pada motherboard yang cukup berumur seperti header LPT dan header COM port. Kami tak heran menemukan banyaknya header legacy yang di dukung oleh motheboard ini karena Gigabyte memang telah lama menyertakan header-header seperti ini ke dalam motheboardnya untuk memberikan opsi bagi pengguna yang tertarik upgrade tetapi tidak ingin berganti peripheral.

 

GigabyteZ170-HD3-DDR4_Header_USB3

 

 

Board ini juga hadir dengan dua buah header USB 3.0. Hal ini mulai sering kami temui pada board berbasis Skylake. Dengan adanya kedua header, Anda tak perlu ragu lagi dalam meminang casing yang menyediakan front panel USB 3.0 lebih dari satu.

 

GigabyteZ170-HD3-DDR4_IO_Back

 

Rear I/O dari motherboard ini terbilang cukup standard. Hadirnya sebuah konektor PS/2 combo untuk keyboard atau mouse merupakan pilihan menarik dan tidak sepenuhnya mengejutkan mengingat “setia”nya dukungan Gigabyte terhadap peripheral legacy. Opsi output display yang dsediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan rata-rata pengguna awam. Kombinasi dari konektor DVI-D, D-SUB dan HDMI cukup beragam untuk melayani kebutuhan output digital yang ada di pasaran. Untuk peripheral yang menggunakan konektor USB, Gigabyte menyediakan dua buah konektor USB 2.0 dan empat buah konektor USB 3.0. Memang tidak berlimpah, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan rata-rata pengguna. Tidak hadirnya konektor USB 3.1 yang umumnya hadir motheboard berbasis Z170 kami nilai tidak terlalu mengganggu mengingat umur konektor ini masih cukup muda sehingga belum banyak di adopsi secara umum.

GigabyteZ170-HD3-DDR4_AudioArea1

Motherboard ini memang memiliki sistem audio yang ditangani oleh chip audio Realtek® ALC887 codec yang notabennya bukan chip audio unggulan dari Realtek. Namun untuk menutupi kekurangannya tersebut, Gigabyte tetap membekali motherboard ini dengan kapasitor audio dari pabrikan Nippon. Gigabyte juga mengisolasi bagian audio yang ditandai dengan LED yang memilik efek berdenyut saat motherboard digunakan.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Bodi ASUS Zenbook DUO 2026 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Devil May Cry 5 Catat Penjualan Terbaiknya Setelah 7 Tahun Rilis

Fenomena menarik terjadi pada Devil May Cry 5, yang catat…
June 17, 2026 - 0

PUBG Uji Mode Baru Berbasis AI Pendamping, Ally Duo

Menjelang usia ke-10, PUBG memperkenalkan Ally Duo, memungkinkan pemain bertarung…
June 17, 2026 - 0

Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox

Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari…
June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…