Review SoundCard ASUS Strix Raid DLX

Reading time:
March 31, 2016

Hasil Pengujian

Gaming

Strix Raid DLX 56

Untuk pengalaman gaming, kami mencoba sound card ASUS Strix Strix DLX ini dengan memainkan game CS-GO. Pada pengujian kami memang menggunakan headphone khusus audiophile sennheiser HD700 dan HD600 yang memang bukan diperuntukan sebagai headset gaming. Masing-masing headphone inipun hanya dilengkapi dengan 2 unit driver dengan konfigurasi 2.0. Kami menguji fitur virtual surround dari sound card ASUS Strix Raid DLX ini untuk mensimulasikan suara headphone 7.1 secara virtual pada kedua headphone 2.0 ini.

Strix Raid DLX 57

Alhasil, kami cukup terkejut dengan pengalaman bermain yang kami dapatkan pada saat menggunakan fitur virtual surround ini. Fitur ini berhasil mengemulasikan headphone non-gaming yang kami gunakan menjadi seperti layaknya sebuah headset gaming 7.1, sehingga kami dapat dengan mudah mengetahui posisi foot step musuh yang kami dengar pada headphone non-gaming ini, baik dari arah kiri-kanan belakang dan kiri-kanan depan. Sebelumnya, kami hanya dapat menentukan posisi asal foot step dari arah kiri dan kanan saja pada saat fitur virtual surround ini dimatikan. Hanya saja, masih terdapat sedikit kelemahan pada fitur virtual surround ini, terutama untuk emulasi suara yang datang dari arah depan yang preposisinya masih terasa sedikit kurang pas.

world of warship

Beralih pada game berikutnya, kami memainkan game “World of Warship”. Pada pengujian ini, kami menggunakan speaker Altec Lansing MX5021 berkonfigurasi 2.1. Pada pengujian ini, kami kembali menyempatkan diri untuk mencoba fitur virtual surround yang mampu memberikan suasana ambient pertempuran kapal laut yang lebih baik dari sebelumnya ke dalam ruangan pengujian. Hanya saja, pada pengujian menggunakan speaker dengan fitur virtual surround ini, kami tidak dapat membedakan suara yang datang dari arah depan maupun belakang. Kami hanya dapat membedakan suara yang berasal dari arah kiri dan kanan saja.

Movies

Selain digunakan untuk bermain game, kami juga menyempatkan diri untuk menguji performa sound card ini untuk menonton film favorit kami. Pada pengujian ini, fitur virtual surround kembali membuat kami merasakan ambient audio yang lebih baik. Tidak hanya fitur virtual surround saja, kami juga menyempatkan diri untuk bermain-main dengan fitur bass boost untuk meningkatkan performa subwoofer speaker yang kami gunakan.

interstellar-film

Sebelum meng-aktifkan bass boost, Sound card ASUS Strix Raid DLX ini sudah memberikan peningkatan performa pada subwoofer yang kami gunakan, jika dibandingkan dengan penggunaan sound card built-in pada motherboard dan notebook. Suara bass/low frequency yang dihasilkan oleh subwoofer kami terasa lebih bulat dan dalam. Dengan menyalakan fitur Bass boost ini, kami masih dapat menambah power bass yang dikeluarkan subwoofer kami. Hanya saja, ini bisa menjadi pedang bermata dua, di mana pada saat menaikan bass boost secara berlebihan, suara bass yang dihasilkan terasa hanya peningkatan tenaga saja sedangkan kualitas suara bass yang lebih bulat dan dalam sebelumnya menjadi terasa flat dan menurun kualitasnya.

Music

Lalu, bagaimana untuk kebutuhan mendengar musik? Sebenarnya sound card ASUS Raid DLX ini memang merupakan sound card gaming yang didesain dengan komponen-komponen yang digunakan pada perangkat audiophile.

Pada pengujian ini kami menggunakan 2 buah headphone, yakni Sennheiser HD600 (300 ohm) dan HD700 ( 150 ohm ). Headphone amplifier yang terletak di dalam sound card ASUS Strix Raid DLX ini dapat dengan mudah mengangkat headphone yang memiliki impedansi 300 ohm. Hal ini merupakan hal yang wajar karena soundcard ASUS Strix Raid DLX ini memang diklaim untuk dapat digunakan pada headphone yang memiliki impedansi sebesar 600 ohm.

piano guys

Pada saat mendengar musik, kamipun juga bermain dengan fitur virtual surround dari sound card ASUS Strix Raid DLX ini. Fitur Virtual Surround ini kembali memberikan pengalaman mendengar musik yang lebih baik, terutama dalam meningkatkan performa kualitas ambient dan staging. Akan tetapi, terkadang peningkatan yang didapatkan dari fitur virtual surround ini dapat mengurangi kualitas separasi suara yang dihasilkan oleh speaker ataupun headphone. Fitur virtual surround ini masih memberikan efek yang cukup positif selama musik yang digunakan menggunakan sedikit instrumen dan vocal perorangan.

Virtual Surround ini tidak selamanya memberikan efek positif pada performa audio. Terutama pada saat mendengarkan lagu yang menggunakan instrumen musik berjumlah banyak yang dibunyikan secara bersamaan, baik itu lagu rock, metal, pop ataupun lagu ber-genre anime yang memiliki beat yang cepat. Fitur Virtual Surround malah membuat suara yang dihasilkan terasa campur aduk dan membuat kami lebih memilih mendegar lagu tersebut tanpa menggunakan fitur Virtual Surround.

Snk op

Lalu bagaimana karakter dan kualitas suara yang dihasilkan oleh sound card ASUS Strix Raid DLX ini tanpa menggunakan fitur Virtual Surround? Kualitas audio yang dihasilkan tentunya memang jauh berbeda dengan yang dihasilkan oleh soundcard built-in/bawaan motherboard ataupun notebook pada umumnya. Karakter suara Sound card ASUS Strix Raid DLX ini mengarah ke suara yang lebih bright seperti sound card gaming pada umumnya, hanya saja masih terasa sedikit lebih soft dibandingkan dengan sound card gaming kompetitor lainnya.

Soundcard ini juga mampu memberikan kualitas separasi audio yang cukup baik. Dengan fitur bass boost, soundcard ini mampu memberikan performa bass yang lebih bulat dan deep selama tidak berlebihan untuk penggunaan di speaker. Berbeda pada saat menggunakan headphone, kami merasakan fitur bass boost ini tidak dapat membantu banyak dalam meningkatkan performa bass pada headphone yang kami gunakan pada pengujian ini.

Kesimpulan

Sound card ASUS Strix Raid DLX ini memang didesain khusus untuk pengguna speaker 7.1, dimana chip DAC yang dimiliki oleh sound card ini memang memiliki kemampuan untuk mengolah suara 8 channel sekaligus. Selain itu, sound card ini juga telah dilengkapi dengan headphone amplifier yang mampu mengangkat headphone ber-impendasi hingga 600 ohm.

Strix Raid DLX 29

Fitur Virtual Surround sound card ASUS Strix Raid DLX ini terasa jauh lebih baik dibandingkan dengan fitur virtual surround yang dihasilkan oleh produk sound card Asus sebelumnya. Fitur ini mampu membantu para gamer yang menggunakan headphone gaming/non-gaming berkonfigurasi 2.0 untuk mendapatkan performa audio gaming yang mendekati headset gaming 5.1/7.1.

Secara keseluruhan, ASUS Strix Raid DLX ini bisa menjadi salah satu sound card all around yang dapat dilirik oleh para gamer yang menginginkan sebuah sound card PC kelas premium yang cocok digunakan untuk bermain game, menonton film dan mendengarkan musik. Terlebih lagi dengan fleksibilitas sound card ini, memungkinkan penggunanya untuk melakukan tuning yang sesuai dengan selera masing-masing melalui software Strix Sonic Studio.

Kelebihan :

  • Fitur Virtual Surround yang mumpuni
  • Dilengkapi headphone Amplifier yang mampu mendukung pengguaan headphone 600 ohm
  • Console Control Box mempermudah pengaturan volume dan pemasangan headset / headphone
  • Software STRIX Sonic Studio yang kaya fitur, profile dan pengaturan.
  • Cocok untuk pengguna All around, terutama untuk pengguna yang memiliki speaker dan headset / headphone.

Kekurangan: 

  • Kabel Box-link yang terlalu pendek bagi pengguna yang meletakan PC-nya di bawah meja.
  • Kurang cocok bagi pengguna yang malas melakukan pengaturan mode profile dan konfigurasi.

Harga: +- US$219.99 (SRP GLOBAL)

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Bodi ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) Form Factor Clamshell atau…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

Bodi ASUS ExpertBook Ultra (2026) Form Factor Clamshell Material Bodi…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…

Gaming

May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…
May 14, 2026 - 0

Frekuensi Update ARC Raiders Akan Dikurangi Demi Jaga Kualitas Konten

Embark Studios mengubah strategi frekuensi update ARC Raiders menjadi dua…
May 14, 2026 - 0

Fortnite Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Overwatch

Setelah cukup lama hanya jadi rumor, Fortnite akhirnya berkolaborasi dengan…