Samsung Pay Merugi

Meskipun sistem pembayaran ponsel tengah naikdaun terutama di negara-negara maju, namun tak menjamin perusahaan perilis sistem pembayaran tersebut mendapat untung. Salah satunya adalah Samsung. Vendor raksasa Korea Selatan yang merilis sistem mobile payment yang disebut Samsung Pay ini tahun 2015 lalu masih harus merugi dengan sistem pembayaran barunya tersebut.
Menurut laporan terbaru, Samsung harus menanggung kerugian dari sistem pembayaran Samsung Pay yang aktif di tahun pertamanya. Menurut laporan dari audit Samsung untuk tahun 2015, Samsung Pay mencatatkan jumlah penjualan sebesar $4.12 juta namun merugi sebesar $16.8 juta. Hutang dan piutang bersih dari sistem pembayaran ini masing-masing sebesar $23.6 juta dan $10.5 juta.
Sistem pembayaran ini diluncurkan Samsung tahun 2015dan merupakan perubahan dari LoopPay yang diakuisisi Samsung bulan Februari 2015. Samsung Pay sudah banyak dipergunakan di negara asalnya Korea Selatan dan juga di negara Amerika Serikat dan rencananya Samsung Pay juga akan segera diluncurkan di negara Inggris.
Samsung sendiri sangat optimis dengan sistem pembayaran model ini dan menganggap sebagai sebuah investasi yang akan memberikan keuntungan yang kompetitif di antara rival-rivalnya di segmen ini seperti Apple, Google, LG dan beberapa perusahaan lain. Kita tunggu saja apakah tahun ini sistem pembayaran mobile milik Samsung ini akan mampu meraih keuntungan atau tetap akan merugi seperti tahun 2015 mengingat Samsung akan meluncurkannya ke lebih banyak negara di tahun ini.













