Direct Release: Daftar Kebiasaan Buruk Pengguna Internet Di Seluruh Dunia

Reading time:
April 27, 2016

27 April 2016

 image003

Kaspersky Lab menguji ketangkasan siber kepada lebih dari 18.000 pengguna di seluruh dunia untuk mengetahui bagaimana mereka berperilaku di Internet dan seberapa berisikonya kebiasaan online mereka. Para responden disajikan serangkaian situasi online standar yang biasa dihadapi oleh sebagian besar pengguna, dan terdapat berbagai jawaban yang dapat mereka pilih.

Dari semua pilihan jawaban “berbahaya” yang dipilih oleh responden (seperti, pilihan jawaban yang menyebabkan hilangnya aset digital, identitas, uang, dll) sebagian besar merupakan respon ketika menanggapi situasi di mana pengguna harus mengidentifikasi ancaman siber yang spesifik.

76% responden yang disurvei tidak dapat membedakan halaman web asli dari yang palsu (di Meksiko angkanya mencapai 82%). Ketika dihadapkan dengan ancaman serupa di Web, para pengguna biasanya melakukan kesalahan dengan memasukkan identitas mereka pada halaman phishing yang memang dirancang untuk mencuri kredensial. Penjahat siber menggunakan data yang dikumpulkan dari situs-situs palsu tersebut untuk mengakses akun pengguna yang kemudian digunakan untuk mendistribusikan iklan, file dan link berbahaya, serta mencuri uang dan data-data rahasia.

75% responden bahkan dengan ceroboh memeriksa format dari file yang akan mereka unduh. Alih-alih file musik, misalnya, mereka kemungkinan besar  berpotensi mengunduh virus, memilih ‘scr’ (screensaver – format umum untuk embedding virus), sebuah file executable ‘exe’ atau arsip ‘zip’ dengan konten yang tidak diketahui dan bukannya file aman ‘wma’. Warga Inggris (85%) adalah yang paling mungkin untuk jatuh ke dalam trik ini.

Menurut hasil penelitian, Jerman, Spanyol dan Australia mendapatkan skor rata-rata terbaik untuk ketangkasan siber, tetapi bahkan warga dari negara-negara ini masih banyak lagi yang harus mereka pelajari. Misalnya, masih banyak warga Jerman yang menyimpan password mereka dalam format yang tidak aman – seperti, menuliskannya pada selembar kertas. Warga Spanyol sering membuat backup yang tidak dapat diandalkan pada media fisik tanpa enkripsi atau proteksi terhadap password. Sementara, banyak warga Australia yang tidak mengetahui bahwa browser dapat menyimpan sejarah aktivitas online mereka.

Untuk pilihan jawaban yang paling berbahaya kebanyakan dipilih oleh para pengguna di India, Jepang dan Malaysia, dimana para penduduk masing-masing negara ini memiliki kebiasaan buruk ketika online yang berbeda-beda.

Warga India tampaknya menjadi yang paling mudah tertipu – mereka lebih cenderung untuk membuka lampiran yang mencurigakan dalam email, menambahkan siapa pun yang mengirimkan permintaan untuk menjadi teman dan meng-klik link dari teman-teman mereka di jejaring sosial tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah link tersebut aman. Jenis perilaku seperti ini menunjukkan bahwa pengguna di negara ini berada pada risiko yang lebih besar menjadi korban penipuan dari pengguna di negara lain.

Warga Jepang bahkan mengabaikan keselamatan diri mereka sendiri dengan tidak menghiraukan pentingnya untuk membuat salinan cadangan dari data-data milik mereka dan berpikir bahwa mereka tidak memiliki data-data rahasia yang perlu dilindungi. Selain itu, mereka cenderung untuktidak menginstal pembaruan sistem operasi dibandingkan dengan pengguna di negara-negara lain. Perasaan bahwa diri mereka aman dan bukan target serangan dengan mudah dimanfaatkan oleh penjahat siber – semakin sedikit usaha dari pengguna untuk melindungi dirinya, maka akansemakin mudah untuk meretas perangkat dan mencuri data atau uang.

Warga Malaysia juga cukup mengkhawatirkan, mereka menggunakan segala macam perangkat dan aplikasi tanpa menghiraukan bahwa keduanya pada dasarnya bukan diperuntukkan untuk korespondensi yang rahasia. Mereka juga menginstal program pada perangkat tanpa membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang menyertainya, biasanya yang mereka lakukan adalah “next-next-next-agree”. Dengan kata lain, mereka tanpa sadar menyetujui perangkat lunak tambahan dan adanya perubahan pengaturan pada OS ketika mengunduh aplikasi. Yang paling menyedihkan dari semua itu adalah fakta bahwa sepertiga dari responden dari negara ini juga bersedia untuk menonaktifkan solusi antivirus jika memblok prosesinstalasi dari program. Pada dasarnya, mereka memberikan perangkat lunak  yang berpotensi membahayakan kebebasan penuh untuk melakukan apapun yang diinginkan pada perangkat mereka.

Ketika menyangkut perlindungan terhadap data keuangan, sikap yang paling berbahaya ditunjukkan oleh pengguna di Rusia dan Republik Ceko. Mereka lebih cenderung untuk membuat kesalahan ketika memilih situs perbankan yang aman dan juga mengakui bahwa mereka tidak mengambil langkah-langkah keamanan tambahan saat melakukan pembelian secara online.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kaspersky Security Network (KSN) untuk Q1 tahun 2016, banyak pengguna internet di Indonesia yang mengalami serangan ketika berselancar di web, adapun serangan yang paling banyak berasal dari Trojan-Clicker.HTML.Iframe.dg. Laporan ini juga mengungkapkan bahwa banyak terdeteksi obyek berbahaya seperti Trojan.Win32.Wauchos.a di komputer pengguna serta Indonesia juga menjadihosting untuk program jahat yang paling aktif digunakan oleh penjahat siber.

Naluri mempertahankan diri merupakan hal yang umum pada diri kita semua. Dalam dunia nyata, banyak orang yang cukup siap untuk melindungi apa yang berharga bagi mereka. Namun, menurut survei ketangkasan siber, di dunia maya naluri ini sering kali gagal, padahal kehidupan pribadi, identitas, properti dan uang dari pengguna masih perlu untuk dilindungi ketika mereka online. Khususnya, bagi orang-orang yang cenderung membuat kesalahan berbeda-beda tergantung di mana mereka tinggal. Jadi bagaimana dengan Anda? Sejauh manakah ketangkasan siber Anda? Silahkan klik link berikut ini untuk mengikuti tes ketangkasan siber dan ketahui seberapa tangkas Anda dalam hal siber:https://blog.kaspersky.com/cyber-savvy-quiz/

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…