Computex 2016 – Qualcomm: Mengatasi Masalah Konektivitas Era Modern

Reading time:
May 31, 2016

Makin banyaknya perangkat modern yang terhubung ke jaringan merupakan hal yang lahir dari kebutuhan masa kini. Hal ini wajar terjadi karena pengembangan teknologi itu sendiri memang mengarahkan tren ke arah tersebut. Hanya saja, bila jaringan yang ada tidak bisa mengakomodasi semua tuntutan yang ada, banyak hal akan terhambat dan pengguna tidak bisa merasakan manfaat terbaik dari teknologi yang tersedia.

SON, salah satu jawaban untuk Context & Experience
SON, salah satu jawaban untuk Context & Experience

 

Qualcomm, perusahaan yang banyak terlibat di berbagai produk teknologi terbaru, memiliki pandangan bagaimana penerapan beberapa teknologi, baik yang baru maupun yang sudah ada, agar dapat membantu terciptanya jaringan yang lebih baik dan tidak menghambat pengguna mendapatkan yang terbaik dari perangkat modern yang ada. Mereka mengemukakan tiga hal untuk jaringan yang lebih baik itu, yaitu Capacity, Context & Experience, serta Convergence.

Terry Yen, Senior Director, Sales, Qualcomm Tehnologies, menjelaskan tantangan pemanfaatan jaringan untuk perangkat modern
Terry Yen, Senior Director, Sales, Qualcomm Tehnologies, menjelaskan tantangan pemanfaatan jaringan untuk perangkat modern

 

Terkait kapasitas jaringan, Qualcomm berpendapat bahwa dengan meningkatkan kapasitas jaringan, masalah yang mungkin dihadapi akan berkurang. Hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas adalah memanfaatkan standar yang ada dengan lebih baik, seperti MU-MIMO di WiFi AC, seperti yang ditampilkan Qualcomm di Computex 2015 lalu. Melalui chip baru dari Qualcomm, termasuk QCA 9984 dan QCA 9886, teknologi itu diharap akan hadir di makin banyak router, termasuk yang ada di kelas mainstream dengan harga lebih terjangkau dari yang ada saat ini.

WiFi AC MU-MIMO akan hadir di router dengan kelas harga lebih rendah dari sebelumnya
WiFi AC MU-MIMO akan hadir di router dengan kelas harga lebih rendah dari sebelumnya

 

Terdapat juga WiFi AD yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas kapasitas jaringan untuk komunikasi jarak terbatas antar perangkat. WiFi AD memanfaatkan spektrum 60 GHz untuk data rate 4 – 7 Gbps. Ini memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan untuk beberapa produk dalam lingkup terbatas sehingga bisa menawarkan performa spesifik untuk kebutuhan tertentu. Qualcomm sendiri memang merasa ini sudah waktunya mereka mulai mendorong standar ini untuk melengkapi WiFi AC.

Rahul Patel, Senior VP & GM, Connectivity, Qualcomm Technologies, menjabarkan solusi Qualcomm untuk tantangan yang ada
Rahul Patel, Senior VP & GM, Connectivity, Qualcomm Technologies, menjabarkan solusi Qualcomm untuk tantangan yang ada

Beralih ke konteks dan pengalaman pengguna, tuntutan yang ada saat ini adalah jaringan yang tahu akan kebutuhan pengguna untuk memberikan layanan yang tepat dengan aktivitas spesifik yang dilakukan pengguna. Hal ini tentu tidak bisa terpenuhi bila jaringan tidak bisa memprediksi hal apa yang akan dilakukan pengguna, dan perangkat tidak bisa memberi informasi yang tepat. Oleh karena itu, Qualcomm memperkenalkan All-Ways Aware Hub, yang akan jadi bagian dari chip Snapdragon. Ini memungkinkan semua jalur komunikasi perangkat dipelajari untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan pengguna di saat tertentu, dan selanjutnya memberi tahu jaringan untuk bersiap menerima beban tertentu yang akan datang. Ini akan menghasilkan jaringan yang memberikan pengalaman lebih baik untuk pengguna.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 13, 2026 - 0

Kreator Lies of P Buka Lowongan Untuk Generative AI Creator

Kreator Lies of P membuka posisi baru untuk Generative AI…
May 13, 2026 - 0

Shift Up Janji Ungkap Stellar Blade 2 dan Project Spirits Pada 2026

Demi menjawab antusiasme fans mengenai game barunya, Shift Up janji…
May 12, 2026 - 0

Sega Resmi Batalkan Proyek Ambisius “Super Game”

Sega resmi membatalkan proyek ambisius Super Game yang telah berjalan…
May 12, 2026 - 0

Arena Breakout: Infinite Siapkan Mode PVE Permanen Mulai Juli 2026

Arena Breakout: Infinite akhirnya putuskan untuk hadirkan mode PVE permanen…