Hands-On Review Router Linksys WRT1900AC
Kesimpulan

(+) Mengusung beberapa DNA “WRT” klasik
(+) Antena eksternal
(+) USB 3.0 dan eSATAp (eSATA + USB 2.0 Combo)
(+) Lampu indikator lengkap
(+) Guest Access (Guest Network), Media Prioritization (QoS) dan kontrol akses ke storage eksternal
(+) Konfigurasi otomatis, Troubleshooter, dan Network Map
(+) Mengijinkan penggunaan custom firmware (OpenWRT, DD-WRT, dll)
(+) Dual/Backup firmware
(+) Tidak ada masalah kestabilan
(-) Paket penjualan minim
(-) Tombol WPS sulit dijangkau
(-) Tidak ada switch fisik untuk WiFi On/Off
(-) Port USB 3.0 dan eSATAp sulit dijangkau
(-) Tidak ada penanda untuk posisi tombol/konektor di sisi belakang
(-) Opsi konfigurasi yang terbatas dan minim fitur tambahan
(-) Custom firmware membuat fitur khas Linksys hilang (Smart WiFi)

Langkah Linksys membangkitkan link “WRT” mereka, salah satunya dengan WRT1900AC ini, merupakan langkah yang patut diapresiasi. Tidak hanya menghadirkan nuansa nostalgia akan link router legendaris yang pernah mereka buat, Linksys juga mempercantik tampilan dari router ini dengan menyertakan beberapa hal tambahan yang ternyata memiliki fungsi ekstra. Misalnya dari sisi lampu indikator, deretan lampu indikator yang ada di router ini bisa dikatakan sangat lengkap dan bisa memberikan informasi yang lengkap ke penggunanya.
Walaupun tidak diposisikan sebagai router papan atas, dan tidak dibekali dengan teknologi “mutakhir” seperti tri-band ataupun MU-MIMO, standar AC1900 yang diusung oleh router ini bisa dikatakan masih sangat memadai untuk penggunaan di rumah atau SOHO (Small Office – Home Office). Hanya saja, dengan firmware standar, pengguna tampaknya harus puas dengan sebuah router “standar” yang minin fitur tambahan atau opsi pengaturan lanjutan. Untuk mendapatkan kedua hal itu, pengguna harus menggunakan custom firmware.
Diijinkannya penggunaan custom firmware di router ini membuat pengguna bisa mendapatkan fungsi dan opsi pengaturan tambahan untuk WRT1900AC mereka, tetapi dengan sedikit kompensasi. Kompensasi itu hadir dalam wujud hilangnya fitur khas Linksys, Smart WiFi. Cukup disayangkan Linksys tidak mencoba bekerja sama langsung dengan pembuat custom firmware yang memungkinkan fitur khas mereka dipertahankan walaupun pengguna memilih custom firmware. Namun, tetap saja kemungkinan penggunaan custom firmware di router ini merupakan sebuah hal yang baik.
Secara keseluruhan, router ini bisa dibilang sebagai sebuah perangkat yang menarik, terutama bagi yang pernah merasakan produk dari link WRT sebelumnya. Kemampuan yang ditawarkan oleh router ini juga cukup baik, dengan tingkat kestabilan yang juga bisa dikatakan baik. Bila Anda memang tidak terlalu membutuhkan sebuah router high-end di lingkungan Anda, tetapi tetap menginginkan sebuah perangkat WiFi AC dengan fleksibilitas penggunaan yang baik, WRT1900AC ini patut menjadi salah satu pertimbangan.













