Hands-On Review Proyektor BenQ W2000
Penggunaan
Proyektor W2000 ini diklaim oleh BenQ mendukung penempatan yang sangat mudah di ruang keluarga, atau tempat penggunaan lainnya. Hal ini benar-benar kami rasakan saat mencoba menggunakan proyektor ini, di mana “2D Keystone” yang diusungnya membuatnya tidak perlu ditempatkan tegak lurus dengan bidang proyeksi. Selain itu, vertical lens-shift juga memungkinkan pengaturan ketinggian hasil proyeksi.

Sebagai proyektor untuk home cinema, BenQ mendesain spesifikasi proyektor ini untuk tetap bisa menghasilkan kualitas tampilan terbaik dengan konsumsi daya yang tidak terlalu tinggi. Berdasarkan hal itu, W2000 “hanya” dilengkapi dengan lampu dengan kekuatan 2000 ANSI Lumens untuk menjaga konsumsi daya tidak melambung tinggi, sembari menghasilkan tampilan terbaik untuk penggunaan di ruang keluarga. Kami akan membahas konsumsi daya dari proyektor ini di bagian akhir artikel ini.
Satu hal yang menarik yang ditawarkan oleh BenQ di proyektor ini adalah speaker stereo 2x 10 Watt yang terintegrasi di dalamnya. Suara yang dihasilkan oleh speaker ini memiliki kualitas yang baik untuk speaker di dalam sebuah proyektor. Suara yang dihasilkan tidak terkesan “pecah” walaupun diatur di volume tinggi. Selain itu, volume-nya pun cukup keras untuk didengar dengan jelas dari jarak hingga 10 meter.
Keunggulan yang disebut dihadirkan BenQ di proyektor ini adalah kemampuannya beroperasi dengan sunyi. Berdasarkan pengukuran kami, kipas di perangkat ini menimbulkan noise yang hampir tidak terdengar, hanya sekitar 34 dB saja. Noise itu dapat dengan mudah tertutupi dengan suara konten multimedia yang diputar. Kipas yang ada menjaga suhu operasi proyektor di kisaran 60 °C.


BenQ melengkapi proyektor W2000 ini dengan dukungan untuk tampilan 3D, dengan mode Frame Sequential, Frame Packing, Side by Side, serta Top Bottom. Mereka juga menyertakan opsi untuk mengatur tampilan proyeksi sesuai dengan posisi proyektor, termasuk untuk posisi front, rear, front ceiling, dan rear ceiling. Terdapat juga aksesori wireless display untuk proyektor ini yang memungkinkan pengguna melakukan proyeksi dari sumber yang berada di jarak hingga 100 kaki (+/- 33 meter) untuk resolusi Full HD. Sayangnya, aksesori ini tidak kami jumpai di paket yang dikirim untuk review ini.
Satu hal yang cukup disayangkan dari proyektor ini adalah masih kurangnya opsi input yang “lebih modern”, seperti langsung dari USB atau dari jaringan. Memang, menambahkan kedua fungsi tersebut akan meningkatkan harga dari proyektor. Namun, untuk penggunaan di ruang keluarga, kedua opsi itu akan menghadirkan fleksibilitas penggunaan yang lebih baik.
Picture Mode
W2000 menawarkan 4 preset picture mode dan 2 preset manual untuk user. Empat picture mode yang ditawarkan adalah Bright, Vivid, Cinema, dan Game. Khusus untuk preset Cinema, picture mode tersebut telah dikonfigurasi agar sesuai dengan standar Rec. 709, sehingga cocok untuk digunakan saat memutar film untuk reproduksi warna terbaik. Berikut ini adalah perbedaan dari hasil proyeksi keempat picture mode tersebut:
Catatan:
- Hasil di bawah didapatkan dengan memotret hasil proyeksi dengan kamera yang di-set ke pengaturan Manual, dengan konfigurasi yang sama untuk semua foto. Tampilan pada gambar di bawah belum tentu sama dengan tampilan saat Anda melihat langsung ke hasil proyeksi.
- Pengujian dilakukan dengan menggunakan setting default yang disertakan oleh BenQ. Sebelum melakukan pengujian, kami melakukan reset to factory default untuk mengembalikan semua konfigurasi ke nilai default.
- Kondisi ruangan saat pemotretan hasil proyeksi adalah gelap.
[tabs class=”yourcustomclass”]
[tab title=”Cinema” active=”active”]



[/tab]
[tab title=”Game”]



[/tab]
[tab title=”Bright”]



[/tab]
[tab title=”Vivid”]



[/tab]
[/tabs]
Penggunaan di Ruangan Gelap/Terang
Catatan:
- Hasil di bawah didapatkan dengan memotret hasil proyeksi dengan kamera yang di-set ke pengaturan Manual, dengan konfigurasi yang sama untuk semua foto. Tampilan pada gambar di bawah belum tentu sama dengan tampilan saat Anda melihat langsung ke hasil proyeksi.
- Pengujian dilakukan dengan menggunakan setting default yang disertakan oleh BenQ. Sebelum melakukan pengujian, kami melakukan reset to factory default untuk mengembalikan semua konfigurasi ke nilai default.
- Preset Picture Mode yang digunakan adalah Vivid.
[tabs class=”yourcustomclass”]
[tab title=”Ruangan Gelap” active=”active”]


[/tab]
[tab title=”Ruangan Terang”]


[/tab]
[/tabs]
Proyektor ini bisa dikatakan menawarkan proyeksi dengan hasil yang sangat baik di ruangan gelap. Sementara, untuk ruangan dengan cahaya lampu, kualitas hasil proyeksi menurun. Hal ini tentu terkait dengan tingkat kekuatan lampu yang hanya 2000 ANSI Lumens. Hanya saja, penurunan kualitas hasil proyeksi tidak terlalu jauh dan masih bisa dikatakan wajar melihat spesifikasi dari proyektor ini.
Konsumsi Daya
Berdasarkan penjelasan dari BenQ, lampu proyektor ini menggunakan daya sekitar 240 Watt. Namun, itu bukan berarti konsumsi daya total dari proyektor ini ada di angka 240 Watt. Berdasarkan pengujian kami, di mode Normal, proyektor ini menarik daya sekitar 280 Watt. Bila mode diganti ke Eco, konsumsi daya turun ke kisaran 203 Watt.
Konsumsi daya ini terbilang wajar untuk sebuah proyektor yang ditujukan untuk penggunaan di rumah. Masih tergolong agak tinggi, tapi masih masuk dalam batas toleransi, mengingat kualitas hasil proyeksinya yang baik. BenQ juga menyediakan mode SmartECO yang akan membantu proyektor menampilkan hasil terbaik, dengan konsumsi daya yang menyesuaikan tingkat kekuatan lampu yang diatur otomatis oleh proyektor. Sayangnya, BenQ tidak menyediakan tombol ECO Blank, fitur yang sempat mereka hadirkan di beberapa proyektor lawas mereka, yang sangat membantu menurunkan konsumsi daya saat proyektor stand by.















