Facebook Dinobatkan Sebagai Pelanggar Privasi Tahun 2016

Reading time:
October 10, 2016

bi-brothers-logo

Beberapa hari lalu sebuah perhelatan besar bernama “Big Brother Awards 2016” digelar secara resmi yang bertempat di kota Brussels, Belgia. Ajang tersebut meberikan penghargaan yang ditujukan untuk individual, perusahaan, lembaga pemerintahan yang nyata-nyata melanggar hak pengguna. Jurinya pun berasal dari badan hak asasi manusia, juga penggunanya sendiri melalui voting secara online.

Ajang yang mengusung tema “Devil is in Default”, Big Brother Award 2016 memiliki empat kategori yang menjadi kandidat di antaranya Facebook, Transaksi keuangan yang memilih non cash, Data Centre di Belgia yang menyimpan setidaknya 12 bulan data pengguna sebelum dihapus dan sistem peradilan yang diubah dan mulai dirahasiakan dari mata publik. Semuanya menyangkut hak-hak masyarakat dan juga privasi pengguna.

Facebook Dianggap Memata-mati Aktivitas Keseharian Penggunanya

facebook

Ternyata dari 4 kategori itu, para juri dan masyarakat memilih Facebook sebagai pelanggar hak privasi nomor satu di dunia. Hal tersebut dikarenakan sistem pada media sosial tersebut. Facebook memang sudah lama dikritik beberapa tahun belakangan karena sifatnya yang melakukan tracking penuh keseharian pengguna, mulai dari kebiasaan browsing, hingga lokasi penggunanya. Biarpun ada sedikit opsi untuk menonaktifkan fitur-fitur tracking ini, tetapi facebook sepertinya menyembunyikan fitur ini dalam menu yang tidak mudah diakses penggunanya.

Joe McNamee yang menjabat Direktur Eksekutif Hak Konten Digital Uni Eropa mengatakan, “Kami memilih Facebook karena social media ini sudah sangat keterlaluan untuk masalah privasi penggunanya, Anda sendiri pun tidak tahu seberapa banyak telah memberikan data Anda pada Facebook setiap kali menggunakannya. Facebook pun kami rasa sudah kewalahan untuk memanfaatkan data yang sangat melimpah ini untuk masa depan..”

Jika melihat kenyataan sebenarnya, bukan Facebook saja yang memanfaatkan data penggunanya demi meraup keuntungan besar. Google dan beberapa perusahaan lainnya juga dipastikan telah melakukan hal yg sama dalam memanfaatkan data-data yang melimpah telah diperoleh. “Facebook punya satu komoditi utama, komoditi itu adalah Anda! “, Lanjut Joe.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…

Gaming

July 3, 2026 - 0

Inisiatif Stop Killing Games Digagalkan Parlemen Amerika

RUU Protect Our Games Act yang dimulai oleh inisiatif Stop…
July 3, 2026 - 0

GTA 6 Diprediksi Tak Bisa Berjalan 60 FPS di PS5 Pro & Xbox Series X

GTA 6 diprediksi hanya dapat berjalan di 30 FPS pada…
July 3, 2026 - 0

Nintendo Dikabarkan Siapkan Switch 2 dengan Layar LCD Baru

Nintendo dikabarkan tengah menyiapkan Switch 2 dengan panel LCD baru…
July 3, 2026 - 0

Xbox Tegaskan Tak Kurangi Investasi Game Meski Lakukan PHK Massal

Xbox menegaskan investasi untuk pengembangan game tidak berkurang meski perusahaan…