Review SSD SanDisk Extreme PRO 480 GB

Reading time:
December 26, 2016

Meski SanDisk kini sudah dimiliki oleh WD (Western Digital), keberadaan SSD (Solid State Drive) mereka di pasaran tentunya masih tetap berlanjut. Sebelum diakuisisi, SanDisk kita ketahui sudah memiliki jajaran SSD yang hadir di pasaran yang terdiri dalam beberapa seri yang ditujukan untuk beragam segmen pengguna, mulai dari entry-level hingga untuk kalangan profesional. Dan pada pembahasan review SSD kali ini, kami akan mengulas salah satu koleksi SSD SanDisk dari nama seri Extreme PRO.

dscf8153

Sebagai salah satu produsen penyedia media penyimpanan ternama di dunia dengan berbagai pengalamannya, tentu pihak SanDisk sangat mengerti akan kebutuhan para konsumennya dalam menghadirkan SSD seri Extreme PRO ini. SSD ini memang lebih menargetkan kalangan profesional gamer yang membutuhkan sebuah sistem PC dengan performa tinggi.

Dengan memanfaatkan interface SATA 3 6Gbps yang digunakan, kemampuan performa baca dan tulis yang ditawarkan oleh SSD ini tergolong sangat tinggi, termasuk tingkat stabilitas dan ketahanan yang ditawarkannya. Penasaran ingin tahu lebih jauh dengan hasil pengujian yang kami peroleh dari salah satu varian SSD milik SanDisk ini? Berikut hasil ulasan lengkapnya.

Paket Penjualan

Untuk varian SSD SanDisk Extreme PRO berkapasitas 480 GB yang mampir ke meja pengujian kami ini, sama seperti para produsen SSD lainnya, SanDisk juga turut mengemas varian SSD miliknya ini dengan sangat apik.

Box tampilan depan
Box tampilan depan
Box tampilan belakang
Box tampilan belakang

Terlihat dari kemasan SSD SanDisk Extreme PRO, sang produsen memberikan beberapa informasi yang tercetak pada kemasannya, baik pada tampilan depan maupun belakang. Garansi yang diberikan oleh SanDisk untuk varian SSD miliknya ini juga tergolong cukup panjang, yaitu selama 10 tahun. Keberanian sebuah produsen yang memberikan garansi cukup panjang, mengindikasikan bahwa SSD ini memiliki tingkat ketahanan yang sangat tinggi.

dscf8161

Di dalam paket penjualannya, SSD SanDisk Extreme PRO ini tergolong memiliki paket penjualan yang cukup lengkap. SanDisk menyertakan satu buku manual petunjuk penggunaan, petunjuk penggunaan software SanDisk SSD Dashboard dan adapter 2.5mm.

dscf8163 dscf8165

Pihak SanDisk menyertakan software khusus SanDisk SSD Dashboard yang dapat di download secara gratis melalui situs resmi mereka. SanDisk SSD Dashboard dapat digunakan untuk melakukan pemantauan kinerja drive, update firmware, TRIM yang manual dan dijadwalkan, secure erase, kesehatan drive dan indicator suhu. Sedangkan adapter 2.5mm akan sangat berguna bila PC yang Anda gunakan hanya memiliki drive bay 9.5mm.

SSD SanDisk Extreme PRO 480 GB

dscf8169

SanDisk menawarkan tiga pilihan kapasitas untuk varian SSD Extreme Pro series ini, mulai dari 240 GB, 480 GB dan 960 GB. SSD ini memiliki kinerja yang sangat tinggi dan memang dirancang khusus untuk kalangan profesional. Hal tersebut bisa dilihat dari kemampuan performa baca dan tulis yang ditawarkan mampu mencapai 550 MB/s dan 515 MB/s. Performa yang diperolehnya melalui kombinasi antara kontroler Marvell 88SS9187 dan Flash NAND buatan sendiri yaitu SanDisk 2nd Generation 64Gbit 19nm tipe MLC.

dscf8175

Tidak hanya mengandalkan kontroler dan Flash NAND yang diusungnya, performa tinggi yang dimiliki SSD SanDisk Extreme PRO ini juga ditopang oleh fitur algoritman pintar “Intelligent SLC caching” yang mereka beri nama nCache. Fitur tersebut diklaim mampu mengoptimalkan kecepatan dan daya tahan pada SSD ini saat diberi beban kerja berat. Sehingga SSD ini diklaim mampu menghasilkan kinerja muti-tasking yang efisien dan respon yang lebih cepat, baik pada saat digunakan pada PC Desktop, laptop atau konsol game. Sudah semakin penasaran dengan hasil performa yang kami peroleh saat menguji SSD milik SanDisk ini? Sebelum kita memasuki segmen pengujian, simak terlebih dahulu platform pengujian yang kami gunakan saat menguji SSD ini.

Platform Pengujian

  • Prosesor Intel Core i7 6950X
  • Motherboard ASUS X99 Series Deluxe II
  • RAM DDR4 Kingston HyperX Fury 16GB
  • SSD Intel NVMe 750 Series
  • Graphics Card GeForce GTX 950
  • PSU Corsair CX500
  • Windows 10
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 8, 2026 - 0

Sony & Bandai Namco Berpartner Guna Kembangkan Tools Generative AI

Sony dan Bandai Namco resmi berkolaborasi di bidang pengembangan Generative…
May 8, 2026 - 0

Resident Evil Requiem Mendadak Rilis DLC Gratis “Leon Must Die Forever”

Capcom resmi merilis DLC pertama Resident Evil Requiem secara mendadak…
May 8, 2026 - 0

Stranger Than Heaven Ungkap Detail Baru Untuk Story & Voice Actor

Ryu Ga Gotoku Studios akhirnya perlihatkan detail baru Stranger Than…
May 8, 2026 - 0

Tokoh Penting Dying Light Tinggalkan Techland

Tymon Smektala resmi meninggalkan Techland setelah lebih dari satu dekade…