Menjajal Project Alloy: “Kacamata VR” buatan Intel

Reading time:
January 13, 2017

Project Alloy sebenarnya sudah diperkenalkan sejak IDF tahun 2016 (Agustus). Kami pun sudah melihatnya untuk pertama kalinya di IDF. Akan tetapi, sama seperti proyek-proyek VR lainnya, Project Alloy tentu saja masih dikembangkan lagi. Jika saat IDF 2016 Porject Alloy menggunakan prosesor Skylake, sekarang Project Alloy sudah menggunakan Kabylake atau prosesor Intel Core generasi ke-7.

project-alloy-2-2x1-720x360

Tidak diperjual-belikan

Ya, Project Alloy tidak akan diperjual-belikan oleh Intel. Kacamata ini dirancang sebagai standar yang harapannya nanti akan diadopsi oleh produsen perangkat VR lainnya. Intel akan membuka lebar akses terhadap rancang-bangun Projecy Alloy kepada siapapun yang akan mengembangkannya.

Intel-Project-Alloy-12-690x460_c

Konsep dasar Merged Reality

Tersedianya banyak kamera pada Project Alloy dikarenakan kacamata ini dirancang untuk mengetahui keberadaan benda-benda di sekitarnya, tanpa kita (sebagai penguna) melihat secara langsung. Ini adalah konsep yang berbeda dengan Hololens yang dibuat Microsoft. Di mana kita melihat secara langsung benda-benda di sekitar, namun kacamata akan menambahkan elemen-elemen Augmented Reality.

IMG-20170106-WA0008-01

Menjajal Project Alloy

CES 2017 adalah untuk pertama kalinya kami memperoleh kesempatan untuk mencoba Project Alloy. Intel menyediakan dua ruangan untuk mencoba kacamata VR ini. Ruang pertama adalah untuk mencoba fungsi dan fitur dasarnya. Sensasi yang unik melihat bahwa saat mengenakannya, kami langsung mengetahui posisi dinding ruangan. Semua obyek virtual bisa saja berada di balik tembok, akan tetapi karena kami sudah mengetahui posisi tembok, tentu saja kami tidak akan menggapainya.
Lebih unik lagi, jika ada benda yang belum dipetakan dan berada sangat dekat, benda itu akan terlihat secara langsung dalam bentuk citra aslinya, seakan melihatnya dalam bentuk film kartun. Ini membuat personil Intel dapat menampilkan dirinya di depan kami saat memberikan instruksi. Kami bahkan dapat menepuk tangan personil Intel tersebut tanpa membuka kacamata VR tersebut.

Di dalam ruangan kedua, kami mencoba sebuah game sederhana melawan zombie yang berdatangan. Kualitas gambar memang tidak bisa sebaik saat menggunakan Oculus atau HTC Vive yang terhubung ke PC berkemampuan komputasi super tinggi. Akan tetapi sensasi kebebasan bergerak sembari mengetahui keberadaan tembok dan benda-benda sekitar adalah sebuah keunggulan tersendiri.

Intel-Project-Alloy-6-690x460_c

Kesimpulan awal

Project Alloy menawarkan sensasi dan kebebasan yang berbeda dari solusi yang ada saat ini. Saat ini, kami belum melihat adanya kualitas gambar yang menyamai solusi Oculus atau Vive saat dipadukan dengan PC gaming super-kencang. Akan tetapi, potensi ke depannya tampak sangat menjanjikan. Terutama dengan adanya fitur Merged Reality yang membuatnya menjadi satu-satunya kacamata VR yang bisa melakukan hal tersebut. Ke depan, sepertinya merged reality akan menjadi hal yang penting. Jadi, mari kita lihat bagaimana pengembangan hardware berbasis Project Alloy dan aplikasinya. Seharusnya VR akan menjadi kian seru dan relevan untuk penggunaan sehari-hari.

Beginilah demo VR gaming dengan Project Alloy yang menayangkan tampilan di dalam kacamata, sesuai dengan apa yang terlihat oleh penggunanya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…