Direct Release: Diperkuat XGen™ Security, Trend Micro TippingPoint Jadi Solusi Keamanan Jaringan Pertama Sematkan Kapabilitas Machine Learning pada Teknologi Next-Generation Intrusion Prevention System Miliknya

Reading time:
March 3, 2017

Trend Micro Network Defense kini diperkuat dengan kapabilitas untuk pendeteksian yang lebih canggih dengan tingkat respons yang kian cepat

Trend Micro

DALLAS, March 3, 2017 – Trend Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), pemimpin global di kancah solusi keamanan siber, hari ini mengumumkan pemutakhiran pada solusi keamanan jaringan miliknya dan telah diperkuat dengan XGen™ security. Sebagai wujud komitmennya dalam mengusung strategi solusi keamanan yang cerdas, teroptimalkan dan terkoneksi, Trend Micro kembali berinovasi dengan menyematkan kapabilitas machine learning (patent pending) ke solusi Trend Micro™ TippingPoint next-generation intrusion prevention system (NGIPS) miliknya. Langkah strategis ini menjadikan Trend Micro sebagai vendor NGIPS standalone pertama yang mampu mendeteksi sekaligus memblokir serangan-serangan in-line secarareal-time dengan menggunakan teknologi machine learning.

TippingPoint NGIPS merupakan bagian dari solusi Trend Micro Network Defense dan bersama dengan penerapan advanced threat protection, solusi tersebut secara optimal mampu mengatasi serangan-serangan seperti serangan yang disasarkan,advanced threats, maupun malware yang menempel atau telah menyebar di sebuah data center ataupun jaringan. Network Defense yang diperkuat dengan XGen™ security ini merupakan paduan dari beragam teknik pertahanan lintas generasi melawan threat yang dirancang seara khusus sehingga bisa bekerja pada beragam jenis platform dan aplikasi yang ada di pasaran, serta telah didukung oleh teknologi threat intelligence mutakhir saat ini.

“Melindungi jaringan enterprise merupakan tugas paling vital dari sebuah sistem pertahanan keamanan terkoneksi terhadapthreat dan strategi keamanan seperti ini juga perlu untuk diterapkan di server maupun endpoint,” tutur Steve Quane, executive vice president and chief product officer untuk Trend Micro TippingPoint. “Pertumbuhan bisnis yang tinggi juga memicu tingginya kebutuhan akan solusi yang mampu menyuguhkan visibilitas dan kontrol penuh di seluruh lingkungan sekaligus menyediakan threat intelligence yang bisa dimanfaatkan di seluruh lapis keamanan.”

Trend Micro TippingPoint NGIPS menerapkan model machine learning statistikal untuk menampilkan vektor yang diekstraksi dari data jaringan agar secara cepat dapat memutuskan apakah trafik yang masuk ke dalam jaringan tersebut berbahaya atau jinak. Evolusi ini diharapkan mampu mendukung dalam mendeteksi secara akurat adanya perilaku-perilaku dan model komunikasi malware-malware tingkat tinggi yang lolos dari penciuman oleh solusi keamanan biasa. TippingPoint NGIPS juga menerapkan teknik machine learning untuk mendeteksi sekaligus memblokir keluarga-keluarga malware baik yang sudah pernah diidentifikasi (known) maupun yang belum (unknown) yang memanfaatkan domain generation algorithms (DGAs) untuk membuat nama-nama domain host yang terinfeksi yang mencoba melakukan kontak ke command and control servers.

“Perlindungan terhadap jaringan dari berbagai jenis threat lama maupun baru menjadi kebutuhan paling mendasar bagi klien enterprise kami,” tutur Andrew Braunberg, managing director of research for NSS Labs. “Untuk melindungi aset-aset utama mereka, perusahaan dirasa perlu untuk menggelar perangkat NGIPS di lingkungan mereka, seperti di data center. Teknologi analitik mutakhir, seperti machine learning dan global threat intelligence, merupakan dua fitur wajib dan paling dibutuhkan di setiap produk NGIPS masa kini.”

“Disematkannya kapabilitas baru machine learning pada solusi TippingPoint berhasil meningkatkan tingkat akurasi pendeteksian terhadap setiap aktivitas jahat, sehingga mendukung kami untuk makin sigap dalam menerapkan keamanan dan melindungi jaringan di seluruh lini bisnis,” tutur Erwin Jud, senior security engineer for Swiss Railways Ltd. “Ketika solusi-solusi tersebut dipadukan dengan data vulnerability secara eksklusif, kebutuhan untuk pengelolaan keamanan secara administratif bisa terpangkas secara signifikan dan kamipun merasa makin mantap bahwa threat techniques yang diterapkan di lingkungan kami adalah yang paling canggih dan mampu untuk terus beradaptasi dengan baik untuk setiap kebutuhan-kebutuhan untuk melindungi dan mengamankan data perusahaan, baik di masa kini dan masa akan datang.”

Salah satu fitur paling istimewa pada Network Defense adalah fitur threat prevention antisipatif begitu celah-celah keamanan ditemukan sampai waktu tersedianya patch, baik itu untuk vulnerability yang sudah pernah terungkap sebelumnya (known) maupun yang belum (undisclosed). Zero Day Initiative secara eksklusif mampu menyuguhkan visibilitas yang luas untuk vulnerability data, sehingga pelanggan tetap terlindungi hingga tiba disediakannya patch oleh vendor yang rata-rata bisa memakan waktu hingga 57 hari.

Paduan security intelligence dari TippingPoint, Digital Vaccine® Labs (DVLabs) dan data yang diambil dari Smart Protection NetworkTM menghasilkan visibilitas yang luar biasa akurat terhadap setiap threat di jaringan secara real-time. Lalu-lintas informasi menjadi kian mudah dengan lancar berkat security information and event management (SIEM), gateways, maupun Trend Micro dipadukan dengan sistem keamanan lainnya.

TippingPoint NGIPS menawarkan threat protection secara in-line dan menyeluruh dari ancaman malware yang begitu licin dan canggih di seluruh data centers maupun jaringan terdistribusi milik perusahaan. Solusi ini dilengkapi dengan kemampuan untuk analisis lalu-lintas jaringan yang mendalam agar mampu menyuguhkan visibilitas, agilitas dan kewaspadaan kontekstual secara komprehensif yang begitu dibutuhkan di tengah maraknya ancaman keamanan yang makin dinamis ini.

Pada bulan Oktober 2016 lalu, Trend Micro TippingPoint NGIPS memperoleh predikat “recommended” pada pengujian NGIPS oleh NSS Labs. Informasi selengkapnya mengenai solusi TippingPoint, kunjungi http://www.trendmicro.com/tippingpoint.

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…