Cloudera Dorong Machine Learning untuk Transformasi IT di Indonesia

Reading time:
March 19, 2018

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang cloud, dengan fokus di machine learning, Cloudera menawarkan solusi berbasis open source mereka yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendorong transisi pelanggan mereka beroperasi dengan lebih efisien. Hal itu juga mereka lakukan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir ini setelah mereka membuka kantor perwakilan resmi di Indonesia. Hari ini, perwalikan dari Cloudera mengajak perwakilan media, termasuk dari Jagat Review, untuk menjelaskan upaya mereka mendorong machine learning berbasis cloud untuk transformasi IT di Indonesia.

Cloudera 2018 01
Ibu Fanly, dari Cloudera Indonesia, dan Mr. Doug Cutting, chief architect Cloudera.

Machine Learning Sukses Hadirkan Transformasi IT

Seperti pernah dijelaskan Cloudera sebelumnya, data saat ini merupakan aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Memanfaatkan data dengan baik, perusahaan bisa mendapatkan informasi baru yang akan membantu mereka mengkreasikan hal-hal baru dalam rangka mengembangkan bisnis mereka. Kini, pengolahan data tersebut dapat diakselerasi, dibuat menjadi lebih efisien, dengan machine learning.

Cloudera sendiri sudah menerapkan machine learning untuk transformasi IT dalam pengolahan data untuk pelanggan layanan mereka, termasuk di Indonesia. Pelanggan Cloudera, seperti Bank Mandiri dan Bank Danamon, sudah memanfaatkan machine learning berbasis cloud dari Cloudera, misalnya untuk pencegahan tindakan pencucian uang atau pendeteksian upaya fraud. Tidak hanya itu, machine learning digunakan juga untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan pengguna jasa perbankan mereka, sehingga mereka bisa menawarkan produk yang sesuai ke masing-masing nasabah.

Ajak Perusahaan Lakukan Transformasi IT

Sebagai upaya mereka medorong maching learning untuk transformasi IT di perusahaan, Cloudera sudah melakukan beberapa hal. Mereka sudah menjalankan inisiatif BASE di Indonesia untuk menyiapkan data scientist yang siap menjadi motor penggerak transformasi IT tersebut, memanfaatkan big data, machine learning, dan solusi berbasis cloud mereka. Hanya saja, Cloudera menilai mereka masih butuh satu upaya berbeda untuk mengajak perusahaan melakukan transformasi IT ini.

Upaya tersebut adalah memperkenalkan big data, machine learning, dan keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan transformasi IT berbasis teknologi tersebut. Hal ini dilakukan karena Cloudera merasa pemahaman terkait pemanfaatan teknologi seperti ini masih sangat minim di tingkat pengambil keputusan di dalam perusahaan. Sebagai wujud dari upaya tersebut, mereka juga mengajak beberapa perusahaan di Indonesia untuk berdiskusi, membahas hal tersebut, dengan menghadirkan sosok yang bisa membuka pandangan mereka terhadap manfaat dari big data dan machine learning, yaitu Doug Cutting.

Cloudera 2018 Doug Cutting
Mr. Doug Cutting, kreator Hadoop yang saat ini menjabat sebagai chief architect Cloudera.

Kesempatan Bertemu dengan Sang Kreator Hadoop

Doug Cutting, chief architect dari Cloudera, merupakan sosok yang tepat dalam menjelaskan transformasi IT tersebut. Beliau adalah sosok yang berperan dalam lahirnya Hadoop, teknologi di balik pemrosesan big data berbasis machine learning yang banyak digunakan di solusi-solusi Cloudera. Cloudera tentu mengharapkan, penjelasan yang diberikan Mr. Doug bisa membuka pandangan terkait pentingnya transformasi IT untuk kinerja perusahaan yang lebih efisien.

Satu hal menarik yang diungkapkan oleh Mr. Doug terkait Hadoop, semula dia mengira teknologi ini hanya akan cocok digunakan untuk basis search engine saja. Namun, seiring perkembangan kebutuhan IT yang ada, Hadoop ternyata relevan digunakan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan analisis data, sehingga perannya makin besar di era saat ini. Kini, pemanfaatan Hadoop sudah meluas, termasuk di berbagai solusi yang ditawarkan Cloudera, dan ke depan, tentu saja akan makin banyak lagi solusi yang bisa dihadirkan dengan memanfaatkan teknologi yang menjadi spesialisasi bagi Cloudera yang satu ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 29, 2026 - 0

Project Helix Ikut Terkena Imbas Kelangkaan Komponen Memory

Xbox benarkan efek krisis memory global terhadap Project Helix, sebut…
April 29, 2026 - 0

PowerWash Simulator 2 Umumkan DLC Bertema Star Wars

PowerWash Simulator 2 resmi umumkan DLC Star Wars, hadirkan 6…
April 29, 2026 - 0

Masalah DRM PlayStation Indikasikan Game Digital Bisa Kadaluwarsa

Pemain PlayStation dibuat khawatir setelah muncul indikasi DRM baru yang…
April 29, 2026 - 0

ARC Raiders Tambahkan Upgrade Visual PSSR Untuk Pemain PS5 Pro

ARC Raiders tambahkan dukungan upgrade PSSR di PS5 Pro lewat…