Review Intel NUC8i7HVK “Hades Canyon”: PC Gaming Mini Bertenaga Besar

Reading time:
July 18, 2018

Di tengah panasnya persaingan antara dua raksasa produsen prosesor, siapa menyangka jika Intel dan AMD secara tiba-tiba mengumumkan kesepakatan kerjasama yang sukses membuat pelaku dunia IT terkejut. Kolaborasi keduanya membuahkan hasil dalam bentuk produk prosesor dari Intel dengan graphics card AMD terintegrasi di dalamnya. Divisi RTG (Radeon Technology Group) mengijinkan Intel untuk menggunakan produk Radeon RX Vega M Series di dalam prosesor mereka dengan basis GPU Polaris 22. Menariknya GPU tersebut dipadukan dengan tipe memori HBM 2nd Gen yang menawarkan bandwidth di atas GDDR5Sementara unit prosesor yang digunakan menggunakan basis arsitektur Kaby Lake.

Intel sendiri tidak menjual  prosesor dengan codename Kaby Lake-G tersebut dalam bentuk satuan melainkan sudah menjadi laptop ataupun PC Desktop jadi. Selain hadir dalam bentuk produk dari partner mereka, Intel juga menghadirkan produk andalan mereka yang menggunakan prosesor Kaby Lake-G melalui lini mini PC Desktop NUC (Next Unit of Computing) dengan codename Hades Canyon. Produk penerus NUC Skull Canyon tersebut saat ini memiliki dua varian yaitu NUC8i7HNK di kelas ekonomis dan NUC8i7HVK pada kasta paling tinggi yang di kesempatan kali ini akan kami sajikan ulasan lengkapnya. Penasaran dengan performa gaming PC Desktop dengan bodi mungil ini? Hasil pengujian kami tampaknya akan membuat pandangan jika “mini PC Desktop tidak dapat diandalkan untuk memainkan game dengan lancar” akan berubah.

Spesifikasi

Intel NUC Kit NUC8i7HVK
ProcessorCore i7 8809G (Base 3,1 GHz/Turbo Boost 4,2 GHz)
MotherboardIntel HM175 Chipset-based
MemoryUp to 32 GB (2x 16 GB) DDR4 @2400 MHz Dual Channel
GraphicsRadeon RX Vega M GH Graphics
Intel HD Graphics 630
StorageDual M.2 Slots PCIe 3.0 x4
Wireless802.11a/b/g/n/ac & Bluetooth V4.2 (by Intel Wireless-AC 8265)
USB 2.0/1.10
USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps)1 (Front) 4 (Rear)
USB 3.1 Gen 2 (10 Gbps)2 (Front) 
USB 3.1 Gen 2/Thunderbolt 3 (40 Gbps)2 (Rear)
eSATA/USB 3.0 Combo0
Display Port2 (Rear)
HDMI1 (Front) 1 (Rear)
DVI0
D-Sub0
Ethernet/RJ451 (by Intel Ethernet Controller I210-AT)

1 (by Intel Ethernet Connection I219-LM)

Audio In/OutL+R+Microphone (Front)

L+R+TOSLINK (Rear)

Operating SystemTested with Windows 10 1709 (64-bit)
Dimensions (milimeters)221 x 142 x 39 (Width x Depth x Height)
Weight (grams)1293 (System) 985 (Power Adapter)
Mini PC Desktop Intel NUC8i7HVK ditenagai prosesor Core i7 8809G – varian paling tinggi dari lini Kaby Lake-G. Tidak seperti sejumlah prosesor Core i 8th Gen lain yang sudah menggunakan basis arsitektur Coffee Lake, unit CPU Core i7 8809G masih menggunakan basis arsitektur Kaby Lake dengan proses fabrikasi 14 nm. Jumlah core prosesor pun tetap sama sebanyak EMPAT buah yang menjadi konfigurasi core paling tinggi prosesor Kaby Lake. Tentu saja dengan teknologi Hyper-Threading membuat Core i7 8809G mampu menangani hingga DELAPAN proses komputasi sekaligus. Nilai Base Clock prosesor ini adalah sebesar 3,1 GHz dengan nilai Boost Clock sebesar 4,2 GHz.
Intel memadukan prosesor Core i7 8809G dengan motherboard soket BGA2270 dengan basis chipset HM175.
Intel NUC8i7HVK mendukung tipe memori/RAM DDR4 dengan kapasitas maksimal 32 GB di kecepatan 2400+ MHz. Dijual sebagai PC Barebone, Intel NUC8i7HVK dijual tanpa keping memori/RAM dan juga modul storage di dalamnya yang justru memberikan kebebasan kepada pembelinya dalam menentukan konfigurasi apa yang akan digunakan.
Kami menguji Intel NUC8i7HVK dengan menggunakan dua keping memori/RAM SO-DIMM V-GEN DDR4 8 GB PC-19200/2400 MHz dengan kapasitas total 16 GB.
Intel NUC8i7HVK kami uji dengan menggunakan satu buah storage SSD M.2 PCIe 3.0 x4 Samsung 960 Pro 2 TB.
[toggles class=”yourcustomclass”]
[toggle title=”Radeon RX Vega M GH Graphics” class=”in”][/toggle]
[toggle title=”Intel HD Graphics 630″][/toggle]
[/toggles]
Unit pengolah grafis AMD Radeon RX Vega M GH Graphics inilah yang menjadi salah satu daya pikat dari Core i7 8809G. Belum pernah sebelumnya Intel menanamkan chip GPU sekuat ini ke dalam package prosesor mereka. Berbeda dengan IGP Intel HD Graphics yang ditempatkan di dalam die prosesor, Intel menempatkan chip GPU Radeon RX Vega M GH Graphics pada PCB yang sama dengan chip CPU. Komunikasi CPU dan GPU dilakukan melalui jalur PCIe 3.0 x8 yang secara teoritis mampu mengalirkan data pada kecepatan 7880 MBps. Intel pun mengimplementasikan teknologi EMIB (Embedded Multi-Die Interconnect Bridge) yang menyediakan jalur komunikasi data super cepat antara chip GPU dan memori HBM 2nd Gen. Teknologi EMIB memungkinkan package prosesor dapat dibuat lebih ramping dibandingkan menggunakan teknologi interposer.
GPU Radeon RX Vega M GH Graphics di Core i7 8809G memiliki 24 CU (Compute Units) sehingga di dalam unit pengolah grafis ini terdapat 1536 Stream Processor, 96 Texture Units, dan 64 ROP Units. Perlu diperhatikan meskipun membawa nama Vega, Radeon RX Vega M GH Graphics masih menggunakan basis GPU Polaris 22 dengan arsitektur GCN 4th Gen. GPU Radeon RX Vega M GH Graphics memiliki nilai Graphics Base Frequency sebesar 1063 MHz dan Graphics Max Dynamic Frequency sebesar 1190 MHz. Chip GPU terhubung dengan chip memori/VRAM HBM2 dengan kapasitas 4 GB melalui memory bus 1024-bit. Kecepatan kerja chip HBM2 adalah sebesar 800 MHz yang secara teoritis mampu menyediakan bandwidth hingga sebesar 204,8 GBps.
Menariknya, IGP Intel HD Graphics 630 pada Core i7 8809G tetap aktif meskipun Intel NUC8i7HVK menggunakan Radeon RX Vega M GH Graphics sebagai graphics card utama. Membuat pengguna masih tetap menggunakan kemampuan Intel Quick Sync pada IGP tersebut seperti untuk mengakselerasi proses konversi video.
Load Comments

Gadget

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Laptop

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Gaming

January 14, 2021 - 0

Pokemon Snap Switch Meluncur April 2021

Pokemon adalah salah satu franchise terpopuler dan terbesar dunia, dimana…
January 14, 2021 - 0

Gamer Habiskan Total 31,3 Miliar Jam Waktu Bermain di Steam Sepanjang 2020

Jika ada satu industri yang meraih keuntungan besar dari situasi…
January 14, 2021 - 0

EA Akan Tetap Ikut Tangani Game Star Wars

Mengejutkan adalah kata yang tepat untuk menjelaskan berita yang keluar…
January 14, 2021 - 0

Demo Game Indonesia – BIWAR: The Legend of Dragon Slayer Kini Tersedia!

Menjadi salah satu game racikan lokal yang cukup diantisipasi, banyak…