Review Graphics Card ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC

Reading time:
March 25, 2019

Konsumsi Daya

Catatan: hasil yang ditampilkan merupakan daya yang dibutuhkan oleh keseluruhan sistem, minus monitor. Pengukuran dilakukan dengan Watts Up Pro.

Grafik Power Consumption Load Grafik Power Consumption Idle Grafik Power Efficiency

ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini terlihat membutuhkan daya yang lebih besar di 3DMark Fire Strike Graphics Test bila dibandingkan dengan pembandingnya, baik di OC Mode (Fan P Mode), dan Gaming Mode (Fan P Mode). Namun, itu bukan berarti graphics card ini tidak bisa menawarkan efisiensi daya yang baik. Bila dibandingkan dengan Graphics Test yang dihasilkan, poin yang dicatatkan graphics card ini lebih tinggi, yang merupakan suatu hal yang positif.

Kesimpulan

ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC 10

(+)

  • Performa tinggi untuk gaming di resolusi Full HD, terbilang baik di 4K
  • Performa terbilang baik di ray-tracing, di Full HD, dengan dukungan DLSS
  • Sistem pendingin mumpuni
  • Built quality keseluruhan terbilang baik
  • Opsi fan P Mode dan Q Mode
  • Opsi sinkronasi RGB LED lighting dengan komponen lain yang mendukung Aura Sync

 

(+/-)

  • Tersedia tombol on/off untuk RGB LED, tetapi posisinya sulit diakses ketika graphics card terpasang dalam casing
  • Pengubahan mode hanya bisa dilakukan melalui aplikasi

 

(-)

  • OC Mode tidak menawarkan beda performa yang signifikan
  • Ukuran besar, memakan lebih dari 2 slot ekspansi di PC

 

ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC 08

Performa yang ditawarkan oleh ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC ini terbilang sangat memadai untuk kebutuhan gaming di era saat ini, terutama yang mengincar gaming dengan kualitas grafis yang tinggi di resolusi Full HD, atau mungkin juga QHD. Performanya di resolusi 4K pun masih cukup memadai, dengan catatan kita tidak menggunakan konfigurasi kualitas grafis yang terlalu tinggi. Sebagai informasi, konfigurasi yang kami gunakan di pengujian ini terbilang tinggi untuk resolusi 4K.

Satu hal dari sisi performa yang perlu diperhatikan, jarak antara Gaming Mode dengan OC Mode di graphics card ini sangatlah dekat, yang memang wajar bila melihat beda hanya 30 MHz di spesifikasi boost clock, serta jarak rata-rata boost clock di kedua mode itu. Kami hanya mendapatkan selisih performa 0.8% saja, yang mungkin terasa kurang bila dibandingkan dengan efisiensi daya yang menurun sekitar 2%.

ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 OC 14

Secara fisik, graphics card ini tidak perlu diragukan, karena memang dibangun sesuai dengan standar ASUS ROG Strix, sehingga menawarkan built quality yang tinggi. Ukurannya besar, dengan sistem pendingin besar dan tebal, yang diharapkan bisa menjinakkan GPU TU106-400. Kemampuan pendinginan yang ditawarkan memang terbilang baik, dengan suhu tidak melebihi kisaran 60 °C di pengujian kami. Sayangnya, kemampuan itu harus “dibayar” dengan ukuran graphics card keseluruhan melebihi 2 slot ekspansi di PC.

Tampilan graphics card ini juga terlihat “kekinian” dengan disertakannya RGB LED. Secara umum, RGB LED di graphics card ini tidak terlalu terlihat mencolok, masih bisa memuaskan pecinta RGB, tetapi tidak akan dipandang terlalu mengganggu oleh yang tidak menyukai RGB. Kemampuan sinkronasi dengan perangkat lain yang mendukung Aura Sync menjadi nilai lebih tersendiri, terutama bagi yang memang ingin membuat PC terlihat semarak dengan warna-warni RGB.

Untuk RGB LED, terdapat switch on/off untuk RGB LED. Namun, posisi switch tersebut sulit dijangkau bila graphics card dipasang ke dalam casing. Selain itu, ketika tombol ditekan untuk mematikan RGB LED, ketika PC di-restart atau dinyalakan setelah shut down, RGB LED akan kembali menyala.

Secara keseluruhan, kelebihan yang ditawarkan graphics card ini membuatnya memiliki daya tarik tersendiri. Graphics card ini bisa jadi pilihan untuk yang mencari graphics card berkemampuan tinggi, untuk menikmati game di resolusi Full HD, QHD, atau sesekali 4K.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Bodi Lenovo Legion Pro 5i Gen 10 Form Factor Clamshell…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Full Aluminum…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Bodi Infinix XBOOK 14 Neo Form Factor Clamshell Material Aluminium…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Bodi Form Factor Clamshell, atau laptop klasik Material Polikarbonat Warna…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…