Hands-On Review Proyektor: Optoma ML750

Reading time:
September 20, 2019

Penggunaan

Optoma menghadirkan proyektor portable nan mungilnya ini untuk memudahkan penggunanya, terutama dalam melakukan perjalanan bisnis dan juga dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Ketika pertama kali menggunakan Optoma ML750 ini di ruangan yang biasa kami gunakan untuk melakukan pengujian proyektor dalam kondisi gelap, proyektor ini mampu menghasilkan proyeksi yang terang dan jelas. Ukuran dari hasil proyeksi proyektor ini pun bisa dikatakan cukup besar dengan jarak dikisaran 2,5 meter lebih. Ketika kami mengukurnya, proyeksi yang ditampilkan memiliki diagonal kurang lebih 80 inci. Hal ini menunjukkan bahwa Optoma ML750 tidak mendukung proyeksi short throw untuk mencapai ukuran layar proyeksi sebesar itu. 

Seperti yang sudah kami sebutkan di halaman sebelumnya, proyektor Optoma ML750 dirancang sebagai proyektor portable dengan mengusung penggunaan yang mudah. Ketersediaan slot microSD dan USB type-A 2.0 dapat dimanfaatkan sebagai sumber file. Proyektor ini memiliki user interface saat proyektor dihubungkan dengan microSD atau USB pengguna. Akan muncul beberapa pilihan menu yang hendak diakses melalui proyektor. Mulai dari Photos, Video, Music, Office Viewer dan Setup.

Untuk menu video, proyektor ini sayangnya hanya mampu membuka file video dengan format .mp4 dengan resolusi maksimal 720p. Pada menu Photos, proyektor ini dapat membuka file foto dengan format jpg dan bmp. Pada menu Office Viewer, proyektor ini mampu membuka beberapa file dokumen seperti pdf, MS.word, MS.excel dan MS.PowerPoint. 

Optoma ML750 ini hanya dilengkapi dengan vertical keystone. Artinya, pengguna harus menempatkan proyektor tegak lurus dengan bidang proyeksi saat digunakan untuk mendapatkan bentuk proyeksi yang pas. Ini tentunya akan menambah kesulitan pengguna ketika menggunakan proyektor ini dari ruangan dengan ukuran yang terbatas. Namun, dengan ruangan besar dan bidang proyeksi besar, proyektor ini seharusnya tidak akan menimbulkan masalah serupa.

Vertical Keystone bisa diatur menggunakan tombol atas/bawah di remote, atau tombol di bodi proyektor.

 

Picture Mode

Optoma ML750 sendiri menggunakan teknologi DLP untuk pemrosesan cahaya untuk proyeksi. Proyektor ini memiliki 4 mode preset display mode, mulai dari Cinema Mode, Bright Mode, Photo Mode dan PC Mode. Berikut ini adalah perbedaan dari penggunaan keempat preset tersebut:

Catatan:

  • Hasil di bawah didapatkan dengan memotret hasil proyeksi. Tampilan pada gambar di bawah belum tentu sama dengan tampilan saat Anda melihat langsung ke hasil proyeksi.
  • Pengujian dilakukan dengan menggunakan setting default yang disertakan oleh Optoma. Sebelum melakukan pengujian, kami melakukan reset to factory default untuk mengembalikan semua konfigurasi ke nilai default.
  • Kondisi ruangan saat pemotretan hasil proyeksi gelap.

[tabs class=”yourcustomclass”]
[tab title=”Cinema” active=”active”]
Cinema Mode

 

[/tab]
[tab title=”Bright”]
Bright Mode

[/tab]
[tab title=”Photo”]
Photo Mode

[/tab]
[tab title=”PC Mode”]
PC Mode

[/tab]
[/tabs]

Penggunaan di Ruangan Gelap/Terang

Berikut ini perbedaan hasil proyeksi di konfigurasi Cinema Mode di ruangan pengujian dalam kondisi seluruh lampu dinyalakan (ruangan terang) dan seluruh lampu dimatikan (ruangan gelap).

[tabs class=”yourcustomclass”]
[tab title=”Ruangan Gelap” active=”active”]

Ruangan Gelap

 

[/tab]
[tab title=”Ruangan Terang”]
Ruangan Terang

 

[/tab]
[/tabs]

Di ruangan terang, perangkat ini terlihat kurang bisa menampilkan proyeksi yang terlihat baik. Mengingat rating konsumsi daya dari proyektor ini yang cukup rendah, hal ini terlihat wajar. Lampu yang disertakan untuk proyektor ini sendiri memang tidak menampilkan ANSI Lumens yang tinggi.

Kesimpulan

Tidak bisa dipungkiri, Optoma ML750 memang didesain khusus sebagai proyektor portabel yang memudahkan pengguna untuk membawanya ke luar rumah atau kantor. Tas yang disertakan sebagai paket penjualannya sangat mendukung sekali penggunanya untuk mobile dan patut diapresiasi. Bobotnya yang ringan serta ukurannya yang compact dengan sebesar telapak tangan, juga menjadi bagian pendukung kemudahan membawa perangkat ini.

Di satu sisi, ukuran ringkas pada Optoma ML750 memang tidak bisa banyak menyertakan port koneksinya. Optoma hanya meletakkan konektor HDMI, USB 2.0 dan slot microSD. Namun, ketersediaan port HDMI seharusnya sudah tidak akan membuat kesulitan pengguna saat akan menghubungkan proyektor ini ke laptop atau PC Desktop. Optoma juga menyediakan remote control yang mempermudah penggunaan proyektor ini.

Optoma ML750 ini terbilang menawarkan hal yang menarik dari penggunaan Power LED sebagai sumber cahayanya. Hal ini tentunya akan membuat proyektor hanya membutuhkan daya yang rendah untuk beroperasi, sembari tetap menawarkan brightness yang baik, serta kualitas tampilan yang baik, ala proyektor DLP pada umumnya. Optoma mengklaim bahwa proyektor ini mampu menghasilkan ukuran layar  80″ dengan jarak antara proyektor dengan layar proyeksi 2.58 meter. Sayangnya, Optoma tidak menyematkan fitur mekanisem zoom pada proyektor ini. Sehingga Anda harus mengatur jarak antara proyektor dan layar proyeksi untuk mendapatkan ukuran gambar yang lebih besar.

Berdasarkan informasi dari PT Datascrip selaku distributor, proyektor Optoma ML750 ini dipasarkan dengan harga Rp 11.660.000. Harga yang ditawarkan mungkin terasa tinggi, tetapi seharusnya sudah sepadan dengan teknologi yang diusung oleh proyektor ini. Garansi yang diberikan PT Datascrip untuk proyektor Optoma ini selama 3 tahun (service & sparepart) dan lampu 1000 jam atau 1 tahun.

 

(+) Ukuran ringkas

(+) Paket penjualan dilengkapi carrying bag

(+) Bodi hitam, tidak mudah kotor

(+) Port koneksi memadai

(+) Tersedia remote control

 

(-) Tidak ada mekanisme optical zoom

(-) Lampu kurang kuat untuk ruangan terang

(-) Harga cukup tinggi

 

Load Comments

Gadget

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Laptop

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Gaming

January 14, 2021 - 0

Pokemon Snap Switch Meluncur April 2021

Pokemon adalah salah satu franchise terpopuler dan terbesar dunia, dimana…
January 14, 2021 - 0

Gamer Habiskan Total 31,3 Miliar Jam Waktu Bermain di Steam Sepanjang 2020

Jika ada satu industri yang meraih keuntungan besar dari situasi…
January 14, 2021 - 0

EA Akan Tetap Ikut Tangani Game Star Wars

Mengejutkan adalah kata yang tepat untuk menjelaskan berita yang keluar…
January 14, 2021 - 0

Demo Game Indonesia – BIWAR: The Legend of Dragon Slayer Kini Tersedia!

Menjadi salah satu game racikan lokal yang cukup diantisipasi, banyak…