Review Acer Predator Triton 500: Tipis, Performa Tinggi, Pendinginan Maksimal

Reading time:
April 23, 2020

Stereotype dari sebuah laptop gaming umumnya adalah memiliki spesifkasi yang tinggi, namun memiliki bobot dan dimensi yang mungkin sulit untuk bisa dibawa secara mobile. Tapi stereotype ini sedikit demi sedikit mulai berkurang, terutama dengan kehadiran sejumlah laptop gaming yang kini semakin tipis dan mudah untuk dibawa ke mana saja.

Tak lama ini, Acer merilis laptop gaming terbarunya yang tak hanya memiliki spesifikasi tinggi, tetapi juga tipis. Untuk pembahasan kali ini, kami akan mengulas tentang laptop gaming Acer Predator Triton 500.

Desain & Spesifikasi

Acer Predator Triton 500 memiliki dimensi 35,8 x 25,5 x 7,79 cm yang tergolong cukup tipis untuk ukuran laptop gaming berperforma tinggi, dilengkapi dengan bobot 2136 gram dengan material bodi berbahan aluminum dan warna hitam. Layarnya sendiri mengusung besar 15,6 inch Full HD 300Hz berpanel IPS yang telah mendukung NVIDIA G-Sync, memiliki Anti-Glare dan Anti-Ghosting.

Dapur pacu utamanya menggunakan prosesor Intel Core i7-9750H dengan GPU (diskrit) NVIDIA GeForce RTX 2080 with Max-Q design, RAM DDR4-266632 GB Dual Channel, SSD 512 GB SSD PCIe NVMe (2x 256 GB RAID 0), dan IGP HD Graphics 630. Konektivitasnya sendiri menggunakan Killer Wi-Fi 6 AX1650x, Killer E3000 2.5 GbE, dengan cooling system terdiri dari 3 fan Active Cooling System dengan 1 fan untuk CPU dan 2 fan sisanya untuk GPU.

Untuk port atau konektornya, sisi kiri Predator Triton 500 terdiri dari C-In, Gigabit Ethernet, USB 3.1 Gen 1, HDMI 2.0, Microphone Jack, dan Audio Jack. Sementara untuk sisi kanannya terdiri dari Thunderbolt 3, Mini DisplayPort 1.4, 2x USB 3.1 Gen 1, dan Kensington Lock.

Hasil Tes Performa

Untuk Acer Predator Triton 500 ini, kami melakukan benchmark dengan menggunakan sejumlah benchmark utama kami yang terdiri dari Cinebench R15 untuk melihat konsistensi performa dari CPU, 3DMark Fire Strike & 3DMark Port Royal untuk menguji performa dari GPU, dan CrystalDisk Mark untuk pengujian SSD-nya.

Gaming Test

Pengujian selanjutnya tentu saja adalah pengujian Gaming Test dalam mode Turbo, di mana kami mendapatkan hasil pengujian di beberapa game pengujian kami sebagai berikut:

  • CS:GO (1080p Low): 260 – 360 fps
  • Dota 2 (1080p Fastest, 100% Render): 145 – 185 fps
  • Shadow of the Tomb Raider (1080p Highest, RTX Medium): 75 – 95 fps
  • DOOM Eternal (1080p Ultra): 140 – 240 fps
  • Control (1080p High, RTX High, DLSS On): 45 – 60 fps

Video Rendering with Content Creator Adobe Premier Pro CC

Pengujian selanjutnya adalah uji coba laptop gaming untuk rendering menggunakan Content Creator Adobe Premier Pro CC, yang dibagi dalam tahap rendering video 4K dan video 1080p. Hasil yang kami dapatkan sebagai berikut:

Daya Tahan Baterai

Selanjutnya adalah pengujian daya tahan baterainya, di mana kami menguji daya tahan baterainya berdasarkan Video Playback 1080p serta daya tahan baterainya ketika dipakai untuk gaming selama satu jam. Untuk gaming, kami menggunakan Dota 2 dengan kualitas 702p Fastest.

Untuk video playback, dengan IGP Off, Acer Predator Triton 500 dapat bertahan hingga 3 jam 35 menit, sementara IGP On mampu bertahan hingga 6 jam 20 menit. Untuk gaming dengan BatteryBoost Off, baterai tersisa 40% setelah gaming selama 1 jam, sementara BatteryBoost On memungkinkan laptop memiliki sisa baterai 55% setelah dipakai gaming selama 1 jam.

Dan untuk lama pengisian ulangnya, Acer Predator Triton 500 membutuhkan waktu 2 jam 20 menit untuk bisa terisi ulang penuh hingga 100%.

Suhu Kerja

Dalam pengujian menggunakan benchmark Cinebench R15 dan 3DMark Fire Strike, kami juga turut melihat konsistensi dari suhu panas yang dihasilkan. Dengan menggunakan Cinebench R15 yang diulang hingga 20 kali, laptop memiliki suhu panas hingga maksimal 87 derajat Celcius, dengan rata-rata panas yang dihasilkan mencapai 77 derajat Celcius. Sementara dalam 3DMark Fire Strike Stress Test yang diulang 20 kali, laptop menghasilkan panas hingga maksimal 77 derajat Celcius, dengan suhu rata-rata 69 derajat Celcius.

Selengkapnya, bisa disimak lebih lanjut pada video berikut ini:

Load Comments

Gadget

November 14, 2020 - 0

Review Infinix Note 8: Murah, Kencang, Besar dan Lengkap

Infinix belakangan ini cukup gencar meluncurkan produk terbaru mereka. Setelah…
November 12, 2020 - 0

[Video] Jawab 25 Pertanyaan Soal Black Shark 3

Setelah sebelumnya kami telah mereview produk Black Shark 3,  dan…
November 12, 2020 - 0

“Mending Rakit PC” Desktop, Pakai Tablet?

Memiliki laptop di rumah mungkin sudah menjadi lumrah bagi sebagian…
November 10, 2020 - 0

Review Realme Narzo 20 Pro: Gaming Kencang, Harga Rp 3 Jutaan

realme kembali merilis seri Narzo terbaru yaitu Narzo 20 dan…

Laptop

November 14, 2020 - 0

Review Infinix Note 8: Murah, Kencang, Besar dan Lengkap

Infinix belakangan ini cukup gencar meluncurkan produk terbaru mereka. Setelah…
November 12, 2020 - 0

[Video] Jawab 25 Pertanyaan Soal Black Shark 3

Setelah sebelumnya kami telah mereview produk Black Shark 3,  dan…
November 12, 2020 - 0

“Mending Rakit PC” Desktop, Pakai Tablet?

Memiliki laptop di rumah mungkin sudah menjadi lumrah bagi sebagian…
November 10, 2020 - 0

Review Realme Narzo 20 Pro: Gaming Kencang, Harga Rp 3 Jutaan

realme kembali merilis seri Narzo terbaru yaitu Narzo 20 dan…

Gaming

November 24, 2020 - 0

Biaya Denuvo Bocor, Sekitar 2,3 Miliar Rupiah per Tahun!

Anda yang sempat mengikuti berita terkait kasus Ransomware yang menyerang…
November 23, 2020 - 0

Chrysler Building Tak Hadir di Spider-Man: Miles Morales Karena Copyright

Copyright? Berapa sering Anda mendengar kata yang satu ini? The…
November 23, 2020 - 0

Emulator Nintendo Switch – Yuzu Unjuk Progress

Patreon sepertinya adalah salah satu “hal terbaik” yang pernah terjadi…
November 23, 2020 - 0

12 Minutes Ditunda ke 2021

Penundaan sepertinya sudah menjadi berita yang terhitung umum di industri…