Review Lenovo Legion 5i: Kencang, Dingin, dan Layar Pantone Calibrated

Reading time:

Mencari laptop “gaming” yang cocok diajak ketemu klien, low profile, tapi kencang? Atau cari yang bisa diajak mengedit video/foto tanpa takut ada kesalahan warna karena layarnya?  Legion 5i yang ini, tampaknya menjawab semua kebutuhan tersebut.

Lenovo Legion 5i yang kami review kali ini memiliki banyak hal-hal yang sangat menarik untuk diulas. Spesifikasi yang ditawarkan membuat laptop ini tidak hanya cocok untuk gamer saja, melainkan juga para content creator yang ingin laptop terjangkau dengan performa tinggi. Beberapa pengujian yang kami lakukan juga menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan.

Desain dan Spesifikasi

Lenovo Legion 5i menggunakan prosesor Intel Core i7-10750H Comet Lake dengan fabrikasi 14 nm, Base Clock 2.6 GHz dengan maksimal Boost Clock 5 GHz, TDP 45W, 6 Cores/12 Threads, dengan Intel Smart Cache 12 MB. RAM menggunakan 16 GB DDR4-2933 (Dual Channel) dengan storage utama 512 SSD PCIe NVMe, di mana tersedia slot M.2 NVMe tambahan dan ada space untuk drive 2.5″.

Untuk GPU, Lenovo Legion 5i menggunakan NVIDIA GeForce GTX 1650 Ti 4 GB GDDR6, di mana terdapat juga Hybrid Mode yang berfungsi untuk mematikan IGP dari Intel. Selain itu, terdapat fitur baru dari NVIDIA yang diberi nama NVIDIA Advanced Optimus, di mana fitur ini memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan kinerja GPU secara “paksa” dengan keberadaan teknologi Max-Q terbaru yang memberikan efisiensi dua kali lipat.

Bodi utama dari Lenovo Legion 5i menggunakan material polikarbonat, kurang lebih hampir sama desainnya seperti Lenovo Legion 5 yang pernah kami ulas sebelumnya. Desain dari Lenovo Legion 5i juga mengusung desain “sederhana”, low profile, tidak terlihat mencolok seperti laptop gaming pada umumnya yang beredar di pasaran. Laptop gaming yang memiliki pilhan warna Phantom Black ini memiliki dimensi panjang dan lebar 36,3 x 26 cm sementara tebal di sisi tertipis 2,35 cm sementara sisi tertebal 2,61 cm, serta berbobot 2,31 kg dengan charger 170W 420 gram.

Layar utama Lenovo Legion 5i sebesar 15.6″ resolusi Full HD dengan refresh rate 144 Hz dan layar panel IPS. Layarnya memiliki color gamut 100% sRGB dengan Brightness 300 nits, mendukung Dolby Vision, permukaan Anti Glare dan Pantone Calibrated. Untuk layarnya sendiri, terdapat varian lain yaitu Lenovo Legion 5i dengan Core i5-10300H dengan refresh rate 120 Hz menggunakan color gamut 45% NTSC dan Brightness 250 nits.

Speaker stereo system datang dari Harman, dengan posisi speaker berada di sisi bawah kanan dan kiri laptop. Lenovo Legion 5i menyediakan software Dolby Atmos for Gaming untuk mengatur profile audio dengan sound radar. Untuk konektor, di sisi kiri terdapat 1x USB 3.1 Gen 1 (Always On) dan 1x Audio Combo Jack. Sementara di sisi kanan, terdapat 1x USB 3.1 Gen 1. Konektor pada sisi belakangnya terdapat Ethernet, 1x USB 3.1 Type-C, 2x USB 3.2 Gen 1, DC-In, dan 1x HDMI. Konektivitas utama dari Lenovo Legion 5i ini menggunakan Intel Wi-Fi 6 AX200, yang mendukung MU-MIMO, Gigabit Wi-Fi, serta Bluetooth v5.

Keyboard untuk Lenovo Legion 5i juga menggunakan Truestrike Gaming Keyboard, di mana jenis ini sudah digunakan oleh Lenovo untuk seri Legion mereka sebelumnya. Keyboard dengan backlight ini memiliki area peredam kejut dan memberikan kenyamanan untuk bermain game maupun untuk bekerja biasa. Keyboard Lenovo Legion 5i yang memiliki full Numpad ini memiliki travel distance sepanjang 1.5 mm dan mendukung N-Key Rollover Anti Ghosting, dan tiap tombol diberi lapisan khusus untuk tahan terhadap abrasi dan minyak. Dan untuk Touchpad, sejajar dengan tombol Spacebar, tanpa klik kanan kiri dan menggunakan Windows Precision Driver.

Dalam Lenovo Legion 5i, terdapat menu Lenovo Vantage yang memungkinkan pengguna untuk memiliki tiga mode performa, yang terdiri dari Performance Mode, Balance Mode, serta Quiet Mode, di mana ketiganya bisa diakses melalui Thermal Mode Setting. Mengubah profile performa ini akan mengganti warna lampu pada tombol di keyboard akan berubah, tergantung dari profile yang dipilih.

Load Comments

Gadget

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Laptop

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Gaming

February 15, 2021 - 0

Ratchet & Clank: Rift Apart Rilis Juni 2021

Rilis Playstation 5 memang jadi momen yang suepr sibuk untuk…
February 15, 2021 - 0

Akhirnya, Game Kimetsu no Yaiba PS4 dan PC Unjuk Gameplay!

Menjadi salah satu seri anime yang begitu dicintai saat ini,…
February 12, 2021 - 0

Spesifikasi PC untuk Kingdom Hearts: Melody of Memory

Tidak ada seri yang tidak canon di Kingdom Hearts, ini…
February 12, 2021 - 0

Spesifikasi PC untuk Kingdom Hearts III

Sebagai seri terbaru yang akhirnya menutup saga cerita melawan Xehanort,…