Review Lenovo Legion 5i: Kencang, Dingin, dan Layar Pantone Calibrated

Reading time:
DSCF9210

Mencari laptop “gaming” yang cocok diajak ketemu klien, low profile, tapi kencang? Atau cari yang bisa diajak mengedit video/foto tanpa takut ada kesalahan warna karena layarnya?  Legion 5i yang ini, tampaknya menjawab semua kebutuhan tersebut.

Lenovo Legion 5i yang kami review kali ini memiliki banyak hal-hal yang sangat menarik untuk diulas. Spesifikasi yang ditawarkan membuat laptop ini tidak hanya cocok untuk gamer saja, melainkan juga para content creator yang ingin laptop terjangkau dengan performa tinggi. Beberapa pengujian yang kami lakukan juga menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan.

Desain dan Spesifikasi

cpuz cdi

Lenovo Legion 5i menggunakan prosesor Intel Core i7-10750H Comet Lake dengan fabrikasi 14 nm, Base Clock 2.6 GHz dengan maksimal Boost Clock 5 GHz, TDP 45W, 6 Cores/12 Threads, dengan Intel Smart Cache 12 MB. RAM menggunakan 16 GB DDR4-2933 (Dual Channel) dengan storage utama 512 SSD PCIe NVMe, di mana tersedia slot M.2 NVMe tambahan dan ada space untuk drive 2.5″.

gpuz gpu gpuz igp lenovo vantage Advance Optimus 1

Untuk GPU, Lenovo Legion 5i menggunakan NVIDIA GeForce GTX 1650 Ti 4 GB GDDR6, di mana terdapat juga Hybrid Mode yang berfungsi untuk mematikan IGP dari Intel. Selain itu, terdapat fitur baru dari NVIDIA yang diberi nama NVIDIA Advanced Optimus, di mana fitur ini memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan kinerja GPU secara “paksa” dengan keberadaan teknologi Max-Q terbaru yang memberikan efisiensi dua kali lipat.

DSCF9183 DSCF9200

Bodi utama dari Lenovo Legion 5i menggunakan material polikarbonat, kurang lebih hampir sama desainnya seperti Lenovo Legion 5 yang pernah kami ulas sebelumnya. Desain dari Lenovo Legion 5i juga mengusung desain “sederhana”, low profile, tidak terlihat mencolok seperti laptop gaming pada umumnya yang beredar di pasaran. Laptop gaming yang memiliki pilhan warna Phantom Black ini memiliki dimensi panjang dan lebar 36,3 x 26 cm sementara tebal di sisi tertipis 2,35 cm sementara sisi tertebal 2,61 cm, serta berbobot 2,31 kg dengan charger 170W 420 gram.

DSCF9208 Laptop Charger

Layar utama Lenovo Legion 5i sebesar 15.6″ resolusi Full HD dengan refresh rate 144 Hz dan layar panel IPS. Layarnya memiliki color gamut 100% sRGB dengan Brightness 300 nits, mendukung Dolby Vision, permukaan Anti Glare dan Pantone Calibrated. Untuk layarnya sendiri, terdapat varian lain yaitu Lenovo Legion 5i dengan Core i5-10300H dengan refresh rate 120 Hz menggunakan color gamut 45% NTSC dan Brightness 250 nits.

DSCF9201 DSCF9202 DSCF9196

Speaker stereo system datang dari Harman, dengan posisi speaker berada di sisi bawah kanan dan kiri laptop. Lenovo Legion 5i menyediakan software Dolby Atmos for Gaming untuk mengatur profile audio dengan sound radar. Untuk konektor, di sisi kiri terdapat 1x USB 3.1 Gen 1 (Always On) dan 1x Audio Combo Jack. Sementara di sisi kanan, terdapat 1x USB 3.1 Gen 1. Konektor pada sisi belakangnya terdapat Ethernet, 1x USB 3.1 Type-C, 2x USB 3.2 Gen 1, DC-In, dan 1x HDMI. Konektivitas utama dari Lenovo Legion 5i ini menggunakan Intel Wi-Fi 6 AX200, yang mendukung MU-MIMO, Gigabit Wi-Fi, serta Bluetooth v5.

DSCF9206

Keyboard untuk Lenovo Legion 5i juga menggunakan Truestrike Gaming Keyboard, di mana jenis ini sudah digunakan oleh Lenovo untuk seri Legion mereka sebelumnya. Keyboard dengan backlight ini memiliki area peredam kejut dan memberikan kenyamanan untuk bermain game maupun untuk bekerja biasa. Keyboard Lenovo Legion 5i yang memiliki full Numpad ini memiliki travel distance sepanjang 1.5 mm dan mendukung N-Key Rollover Anti Ghosting, dan tiap tombol diberi lapisan khusus untuk tahan terhadap abrasi dan minyak. Dan untuk Touchpad, sejajar dengan tombol Spacebar, tanpa klik kanan kiri dan menggunakan Windows Precision Driver.

advance optimus windows precision driver

Dalam Lenovo Legion 5i, terdapat menu Lenovo Vantage yang memungkinkan pengguna untuk memiliki tiga mode performa, yang terdiri dari Performance Mode, Balance Mode, serta Quiet Mode, di mana ketiganya bisa diakses melalui Thermal Mode Setting. Mengubah profile performa ini akan mengganti warna lampu pada tombol di keyboard akan berubah, tergantung dari profile yang dipilih.

lenovo vantage3 lenovo vantage2
Load Comments

Gadget

June 16, 2021 - 0

Review Tecno Spark 7 Pro: Murah dan Kencang di Harga Rp 1,8 Jutaan

TECNO Mobile, kami sadar kalau dalam beberapa bulan terakhir ini,…
June 9, 2021 - 0

Video Long Term Review Xiaomi Mi 11: Smartphone Xiaomi Terbaik

Awal tahun 2021, Xiaomi akhirnya mengumumkan perangkat Xiaomi Mi 11…
June 5, 2021 - 0

Jawab 30+ Pertanyaan Seputar Poco X3 Pro

Poco telah memperkenalkan Poco X3 Pro di pasar Indonesia sebagai…
June 5, 2021 - 0

Video Review Poco F3: Smartphone PremiumTermurah dan Kencang!

Poco F3 Sudah mulai dijual resmi di Indonesia. Berawal dari…

Laptop

September 6, 2021 - 0

Review Acer Nitro 5 (AN515-57): Super Kencang, Dingin dan Ada Thunderbolt

Lagi-lagi tim Jagat Review kedatangan laptop Acer Nitro 5 AN515-57…
September 1, 2021 - 0

Review Lenovo ThinkPad X1 Nano: Mungil, Ringan, Kencang, Lengkap dan Keren!

Kali ini tim Jagat Review kembali kedatangan laptop terbaru dari…
August 30, 2021 - 0

Cara Maksimalkan Produktivitas di Laptop Huawei dan Ekosistemnya

Dari segi spesifikasi Hardware, Laptop Huawei memang tidak banyak berbeda…
August 27, 2021 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus M16 (GU603): Tipis, Ringan, Kencang Parah!

Kali ini tim Jagat Review kedatangan laptop gaming terbaru dari…

Gaming

September 20, 2021 - 0

“Proyek Penting” Pertama Ulang Tahun 25 Persona Berisikan Konser dan Streaming Anime di Jepang

Hype adalah kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang berhasil…
September 20, 2021 - 0

Dev. Detroit Become Human Racik Game Star Wars?

Developer yang berfokus mengembangkan game dengan genre “interactive story” memang…
September 20, 2021 - 0

Otak Balan Wonderworld Belajar Bikin Game Sendiri

Berapa banyak dari Anda yang mengenal sosok Yuji Naka? Di…
September 20, 2021 - 0

RPG Baru SEGA Ternyata Game Mobile, Dihujani Dislike

Salah timing? Atau berbagi panggung dengan developer yang salah? Apa…