Direct Release: Ericsson Uumumkan Cloud RAN Portfolio untuk Fleksibilitas Jaringan Lebih Besar

Reading time:
November 6, 2020

Ericsson (NASDAQ: ERIC) pada 27 Oktober 2020 memperkenalkan Cloud RAN (Radio Access Network), bentuk layanan bagi penyedia layanan komunikasi untuk meningkatkan fleksibilitas dan keserbagunaan jaringan mereka.

Foto Ilustrasi

Cloud RAN dari Ericsson adalah solusi software cloud native, yang menangani pengukuran fungsionalitas (compute functionality) dalam RAN. Perangkat tersebut akan melengkapi layanan baseband khusus berkinerja tinggi dalam Ericsson Radio System portfolio. Dengan demikian, penyedia layanan komunikasi akan memiliki pilihan optimal untuk setiap skenario dan kebutuhan pengembangan.

Seiring dengan industri komunikasi di seluruh dunia menerapkan jaringan 5G, berbagai teknologi, seperti teknologi otomatisasi dan virtualisasi, khususnya yang menggunakan Cloud RAN, akan berperan penting dalam evolusi jaringan mendatang. Semua teknologi itu akan menjadi katalisator keterbukaan jaringan, dimana cloud technology menawarkan pilihan inovatif terkini untuk penerapan RAN dalam melengkapi solusi, yang sudah ada dan teruji.

Cloud RAN dari Ericsson akan meningkatkan kemampuan jaringan untuk penerapan 5G secara luas dan terpusat. Teknologi tersebut mempermudah penyedia layanan komunikasi menemukan peluang  bisnis baru dan keragaman 5G use cases di dalam ruangan (indoor), industri, perusahaan, stadion, dan sebagainya.

Dengan memanfaatkan pengalaman Ericsson dalam merancang dan menerapkan jaringan cloud core serta dalam pengelolaan dan pengaturan layanan di seluruh dunia, layanan baru tersebut membuka kesempatan bagi penyedia layanan komunikasi untuk memanfaatkan teknologi berskala Internet dan mendapatkan manfaat rancangan cloud-native dari pengaplikasian hingga infrastruktur. Hal itu akan memberikan skalabilitas lebih besar dan mempercepat time-to-market (waktu sejak produk/layanan dirancang hingga produk atau layanan tersebut dipasarkan) bagi pengembang dan pengusaha dalam membuat layanan baru.

Executive Vice President and Head of Business Area Networks, Ericsson, Fredrik Jejdling menyatakan bahwa “5G merupakan sebuah platform untuk membuka inovasi. Dengan pemberdayaan ekosistem yang lebih besar bagi para pengembang dan industri, kami secara bersama-sama menciptakan dan menghadirkan inovasi cloud menuju 5G. Dengan adanya Cloud RAN Ericsson, kami akan membantu pelanggan kami mengembangkan jaringannya dengan teknologi masa depan sambil memaksimalkan investasi jaringan mereka yang ada saat ini.”

Cloud RAN dari Ericsson akan diluncurkan secara bertahap, disesuaikan dengan perjalanan penyedia layanan komunikasi guna melengkapi jaringan 5G khusus mereka. Tahap pertama akan menyediakan landasan, yang menawarkan solusi yang telah diverifikasi secara sistem* untuk frekuensi 5G di pita rendah. Tahap itu akan memudahkan peralihan menuju virtualisasi RAN dengan menggunakan platform hardware siap pakai dan siap dipasarkan (commercial off-the-shelf/COTS).

Fase pertama mencakup aplikasi software Cloud RAN terbaru dari Ericsson – Cloud RAN DU dan Cloud RAN CU – yang meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas jaringan 5G. Software tersebut mencakup sistem Radio Gateways terbaru, yang memungkinkan pemanfaatan penuh radio jarak jauh agar sesuai dengan Cloud RAN. Produk itu adalah dasar dari peluncuran pita sedang.

Cloud RAN dari Ericsson dapat bekerja secara kompatibel dengan Ericsson Radio System portfolio dan mendukung Ericsson Spectrum Sharing dan pengoperasian 5G, baik secara standalone maupun non-standalone.

Chief Analyst, Mobile Experts, Joe Madden, mengatakan, “Ericsson meluncurkan inovasi di bidang teknologi Cloud RAN, memperkuat portofolio jaringan dengan API terbuka tingkat tinggi guna meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengurangi biaya kepemilikan terkait otomatisasi jaringan. Peluncuran Cloud RAN DU dan Cloud RAN CU menghasilkan paduan peningkatan kinerja dan fleksibilitas tinggi radio.”

Virtualisasi dan pengaturan multi-domain akan menciptakan landasan untuk keterbukaan jaringan RAN mendatang. Cloud RAN dari Ericsson dirancang untuk mendukung Pengelolaan dan Pengaturan Layanan, yang terdiri atas Non Real-Time RAN Intelligent Controller (Non-RT RIC), yang sesuai dengan interfaces O-RAN.

Tahap pertama Cloud RAN dari Ericsson akan tersedia pada triwulan keempat 2021.

Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper pun mengungkapkan “Ericsson memiliki teknologi 5G terdepan dan pengetahuan yang kaya dalam membangun dan menjalankan beberapa generasi jaringan akses radio (radio access network) secara global. Kami ingin membagikan keahlian tersebut guna membantu pelanggan di Indonesia dalam melengkapi jaringan 5G yang dibuat khusus dan membuka peluang baru lainnya dengan Cloud RAN. ”

Di Indonesia, pemimpin teknologi informasi dan komunikasi global ini telah hadir lebih dari 100 tahun, berperan penting dalam mewujudkan teknologi 5G. Hal tersebut dimulai dari kerja sama awal dan uji coba jaringan bersama tiga operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, yaitu Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo.

 

INFORMASI LEBIH LANJUT:

*Sistem yang sudah diverifikasi berarti seluruh unsur sudah diuji di lingkungan yang sudah ditentukan, meringankan dan mengelola kompleksitas dan verifikasi tambahan dari disagregasi perangkat keras dan lunak.

Ikuti Siaran Ulang acara pada 27 Oktober 2020 di FacebookLinkedInTwitter atau YouTube

Podcast terkait: Dalam episode terakhir Ericsson News Podcast, Head of Product Area Networks, Per Narvinger, membahas solusi jaringan Cloud RAN terbaru dari Ericsson dan bagaimana solusi tersebut memungkinkan rancangan, pengukuran dan penerapan jaringan seluler yang lebih lincah. Dengarkan di sini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…

Gaming

July 22, 2026 - 0

FBI Tangkap Pelaku di Balik Game Steam Berisi Malware Pencuri Kripto

FBI menangkap pria asal Florida yang diduga menyebarkan game Steam…
July 22, 2026 - 0

Nintendo Perlihatkan Joy-Con Baru dengan Baterai yang Bisa Diganti Sendiri

Nintendo perlihatkan Joy-Con baru untuk kedua Switch, dengan baterai yang…
July 22, 2026 - 0

Bug di Black Ops Membuat Teman Satu Party Menjadi Tim Lawan

Pemain Call of Duty: Black Ops di PS4 dan PS5…
July 22, 2026 - 0

Valve Tegaskan Steam Machine Tak Butuh Game Eksklusif

Valve menegaskan Steam Machine tidak akan memiliki game eksklusif, dan…