Review GeForce RTX 3060 Ti Founders Edition – Ampere di 399 USD?

Reading time:
December 1, 2020

Seri terbaru GeForce RTX 30-series ‘Ampere’ kembali hadir. Menemani GeForce RTX 3070 di kelas menengah ke atas, kali ini NVIDIA menghadirkan GeForce RTX 3060 Ti. Dibuat dengan basis chip GA104, RTX 3060 Ti diharapkan bisa membawa performa tinggi di kelasnya. NVIDIA bahkan mengklaim bahwa RTX 3060 Ti akan lebih kencang dari RTX 2080 SUPER yang diluncurkan dengan kisaran harga USD 699.

NVIDIA meminjamkan sebuah sampel unit GeForce RTX 3060 Ti Founders Edition(FE) untuk diuji di lab JagatReview, mari lihat GPU ini lebih dekat!

Gallery

Tampak Depan

 

Backside 

IO Port (3x DP1.4 – 1x HDMI 2.1)

12-pin Power Connector (sejauh ini hanya digunakan oleh versi 3060 Ti FE)

 

12-pin to 8-pin adapter (tersedia dalam paket penjualan RTX 3060 Ti FE)

Spesifikasi – RTX 3060 Ti (versi Founders Edition)

GA104 Chip

 

Tabel Spesifikasi

Sama dengan berbagai GPU NVIDIA ‘Ampere’ lain-nya, RTX 3060 Ti dibuat dengan fabrikasi 8nm, Samsung 8N NVIDIA Custom. Chip yang digunakan di GPU ini adalah chip GA104, mirip dengan RTX 3070. Sesuai dengan segmentasi GPU ini yang ada di bawah kelas RTX 3070, 3060 Ti hadir dengan jumlah shader yang sedikit lebih kecil, yakni 4864 Shader unit (a.k.a CUDA Cores).

Spesifikasi lengkap dari jumlah processing block yang ada di RTX 3060 Ti adalah sebagai berikut:

  • Shader unit : 4864
  • SM count : 38
  • RT Cores : 38 (2nd Gen RT Cores)
  • Tensor Core : 152 (3rd Gen Tensor Core)
  • Texture Unit : 152
  • ROP : 80

Clockspeed & TDP

Rating clockspeednya juga lebih rendah dari RTX 3070, ditetapkan pada 1665Mhz, walau perlu diingat ini bisa berganti-ganti bergantung pada load. Rating TDP yang diberikan pada seri 3060 Ti ini sedikit lebih besar dari keluarga RTX xx60 sebelumnya, RTX 3060 Ti diberikan rating TDP 200W (2060 Super ada di 175W)

 

RAM: 8GB GDDR6, 256-bit, 14 Gbps

Video RAM yang dipakai pada RTX 3060 Ti menggunakan konfigurasi serupa dengan RTX 2060 Super dan RTX 3070, yakni 8GB GDDR6, dengan rating 14Gbps (1750Mhz). Dengan memory bus 256-bit, theoritical bandwidth yang dimiliki 3060 Ti ada di 448GB/s.

 

GPU-Z

Menurut pembacaan BIOS pada GPU-Z, rating TDP pada RTX 3060 Ti Founders bisa ditingkatkan hingga 220W (ini bisa dilakukan melalui berbagai utility, Afterburner misalnya).

 

Arsitektur – GeForce RTX 30-series ‘Ampere’

NVIDIA – Gunakan 3 processing ‘block’ berbeda sejak RTX ‘Turing’

Seperti ditemukan pada GeForce RTX 1st Gen ‘Turing’ 20-series, secara umum ada 3 unit processing ‘block’ pada GeForce RTX, yakni:

  • Streaming Multiprocessor (SM)
  • RT Core
  • Tensor core

GeForce RTX 30-series seperti RTX 3060 Ti juga menggunakan desain 3 block serupa, bedanya ada beberapa bagian yang mengalami peningkatan.

Ampere SM – 2x FP32 Unit dibanding Turing + RT Core + Tensor Core Baru

‘2x CUDA Cores’
NVIDIA Ampere memiliki sedikit perubahan pada desain SM(streaming multiprocessor) mereka.

Yang tadinya setiap SM pada Turing itu bisa menangani 64 total concurrent INT + FP32 operation, SM pada Ampere memiliki sebuah tambahan datapath untuk bisa menangani 64 INT + 64 FP32, ATAU bisa juga menangani 64 FP32 + 64 FP32 (total 128 FP32 operation).

Ini yang membuat NVIDIA punya cara berbeda menghitung jumlah “CUDA Cores” (a.k.a shader unit) di Ampere. Yang Biasanya CUDA Cores di Pascal/Turing itu ada 64 unit per SM, di Ampere ini dihitung sebagai 128 Unit per SM, karena dengan jumlah FP32 operation yang ‘double’ sesuai penjelasan di atas.

Jadi sebuah Turing yang memiliki Total 68 SM per GPU seperti RTX 2080 Ti dihitung memiliki ‘4352 CUDA Cores’, sedangkan RTX 3080 yang juga memiliki 68 SM dihitung memiliki ‘8704 CUDA Cores’, terlihat lebih banyak di atas kertas.

NVIDIA mengatakan bahwa Ampere bisa memproses operasi FP32 ‘hingga 2x lebih cepat’ karena unit yang memprosesnya 2x lebih banyak, dan tentunya jumlah ‘CUDA Cores’ yang dihitung lebih banyak ini membuat perhitungan TeraFLOPS di RTX 30-series  menjadi sangat fantastis (Hampir 30 TFLOPS pada RTX 3080, dibanding RTX 2080 Ti yang hanya memiliki kisaran 13 TFLOPS-an), TAPI ini TIDAK selalu membuat Ampere akan selalu lebih cepat dari Turing sampai 2x-nya hanya karena perhitungan Teraflops-nya tinggi.

Graphics load pada game akan memiliki berbagai instruksi/operasi, tidak semuanya merupakan FP32 operation dan merupakan campuran dari berbagai operasi, sehingga ‘2x FP32’ yang dihitung NVIDIA ini tidak akan selalu membuat Ampere 2x lebih cepat dari Turing. Jadi, jangan hanya lihat jumlah ‘CUDA CORES’ saat membandingkan arsitektur Ampere dan Turing.

 

RT Core 2nd Gen & Tensor Core 3rd Gen

Selain kemampuan SM yang meningkat, RTX 30-series juga mendapatkan RT Core 2nd Gen, dan juga Tensor core 3rd Gen.

RT Core yang baru di Ampere ini diklaim bisa melakukan kalkulasi Ray/Triangle Intersection hingga 2x lebih banyak dari 1st Gen RT Core pada Turing, serta Tensor Core baru dengan dukungan berbagai tipe data seperti TensorFloat-32 / bfloat16 misalnya, dan juga diklaim memiliki throughput lebih besar berkat dukungan Neural Network Sparsity .

 

Kunci Performance – Concurrency

Salah satu kunci efisiensi dan performa tinggi dari GPU Ampere adalah kemampuan processing block-nya untuk menjalankan tugas secara simultan (concurrent). Pada kondisi tertentu, SM(shader) , RT Core, dan Tensor Core pada Ampere dapat beroperasi secara bersamaan.

 

Feature Lengkap – DX12 Ultimate Ready

GeForce RTX ‘Turing’ generasi sebelumnya sudah mendukung standar DX12 Ultimate, yang memiliki fitur grafis next-gen seperti:

  • DirectX Ray Tracing
  • Variable Rate Shading (VRS)
  • Mesh Shader
  • Sampler Feedback

DirectX 12 Ultimate adalah sebuah API(Application programming interface) yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari DirectX 12, dan API ini akan ditargetkan untuk platform PC(windows 10), dan juga Xbox Series X sekaligus.  Tentu, GeForce RTX 30-series termasuk 3060 Ti akan mendukung standar DX12 Ultimate ini.

 

Media Engine

Media engine pada RTX 3060 Ti sesuai dengan yang ada di RTX 30-series, dimana ada dukungan untuk melakukan encode/decode berbagai format video, hingga dukungan hardware decoder untuk untuk AV1 Decoding di resolusi 8K.

 

Ruang Lingkup Pengujian & Testbed

Ruang Lingkup Pengujian

Selain melakukan analisis singkat terhadap clockspeedsuhu dan konsumsi daya, sesi pengujian kami kali ini akan difokuskan secara spesifik untuk menguji kemampuan Gaming dari RTX 3060 Ti, dan belum mempertimbangkan pengujian lain misalnya untuk content creator.

Resolusi Gaming-nya sendiri kami pilih pada 4K (3840×2160) untuk game dengan non-ray tracing(rasterization) karena nampak bahwa resolusi ini masih menjadi standar yang cukup berat untuk dipenuhi GPU modern.

Sedangkan untuk game dengan real-time ray tracing, kami menggunakan resolusi utama pada 1440p (2560×1440).

Kami juga menyertakan berbagai data GPU pembanding seperti GeForce RTX 2080 SUPER FE dan RTX 3070 FE sebagai pembanding.

 

Daftar Game

Berikut ini daftar game yang kami uji:

Spesifikasi Testbed

Berikut spesifikasi hardware lengkap-nya:

  • Prosesor: AMD Ryzen 9 3900X
  • Motherboard: MSI X570 GODLIKE
  • RAM: G.Skill TridentZ RGB DDR4-3600CL16 2x8GB
  • SSD (OS) : A-DATA SX8200 PRO 1TB nvme Gen3 x4 SSD
  • SSD (Game + App): Corsair MP600 2TB nvme Gen4 x4 SSD
  • PSU: Corsair AX1200i PSU
  • CPU Cooler: Corsair H105 240mm AIO
  • Case: Tanpa Casing, OpenBenchTable (ambient monitored at 25 C)
  • OS: Windows 10 64-bit, version 1909

 

Baik, mari mulai pengujiannya!

 

Load Comments

Gadget

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Laptop

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Gaming

January 14, 2021 - 0

Demo Game Indonesia – BIWAR: The Legend of Dragon Slayer Kini Tersedia!

Menjadi salah satu game racikan lokal yang cukup diantisipasi, banyak…
January 14, 2021 - 0

CD Projekt Red Minta Maaf Secara Terbuka Terkait Cyberpunk 2077

Berangkat dari salah satu game yang paling diantisipasi di tahun…
January 14, 2021 - 0

Hogwarts Legacy Ditunda ke 2022

Sebuah teaser pendek yang bocor ke internet berujung melahirkan rasa…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…