Review Dell XPS 13 9310 2-in-1: Laptop Sultan Ini Bisa Apa Saja?
Baterai
Kami tentunya juga menguji kemampuan daya dari Dell XPS 13 9310 2-in-1. Dell XPS13 9310 2-in-1 memiliki baterai dengan kapasitas 51Wh, dan seperti biasa pada pengujian review kami menggunakan metode Web Browsing menggunakan Google Chrome, serta memutar Video FHD secara playback.

Laptop diatur dengan tingkat, Brightness 50%, Volume 25% dan mode performa Optimized. Hasilnya adalah sebagai berikut:
- Web Browsing (Chrome) – 8 Jam 16 Menit
- 1080P Video Playback (Movies & TV)
- Resolusi Layar di 3840 x 2400 > 9 Jam 34 Menit
- Resolusi Layar di 1920 x 1200 > 10 Jam 11 Menit
Daya tahan yang tergolong OK untuk Laptop dengan layar UHD+ 500 Nits.
Sedangkan untuk pengisian daya, laptop ini menggunakan adaptor charger dengan input 45W USB Type C. Adapun proses pengisian berjalan sebagai berikut.
Charging (Adaptive Mode)

- 30 Menit – 30%
- 60 Menit – 56%
- 90 Menit – 83%
- 120 Menit – 96%
- Full 100% – 2 Jam 31 Menit
Charging (ExpressCharge Mode)
- 30 Menit – 37%
- 60 Menit – 69%
- 90 Menit – 90%
- 120 Menit – 96%
- Full 100% – 2 Jam 7 Menit
Laptop ini juga dilengkapi dengan Software Dell Power Manager, yang juga memiliki sejumlah fitur untuk mengoptimalkan kemampuan baterai seperti:
- Memeriksa kesehatan baterai
- Mengganti metode Charging
- Tersedia metode Charging >Custom yang dapat mengatur secara manual di kapasitas berapa persen baterai diisi, dan di kapasitas berapa persen baterai berhenti diisi. Seharusnya ini akan memperpanjang umur baterai Laptop.
- Mengatur jadwal harian di jam berapa baterai boleh diisi sampai penuh dan kapan tidak
- Mengatur jadwal harian di jam berapa Laptop menggunakan tenaga listrik dan kapan menggunakan tenaga baterai
- Aliran listrik ke Laptop bahkan tetap dapat diputus meskipun Charger dipasang
- Mengurangi konsumsi daya saat menggunakan baterai dengan membatasi/mematikan fungsi tertentu dari Laptop
Suhu Kerja
Seperti biasa, untuk pengujian suhu kerja kami mengukur suhu pada sistem dan juga suhu permukaan, dengan menjalankan aplikasi benchmark cinebench R15 secara Looping
Suhu Sistem
(Load Cinebench R15 Loop)
Optimized Mode

- Pada awal pengujian, suhu Core i7 1165G7 perlahan naik dari 60 °Chingga mencapai puncak tertingginya di 82 °C
- Seiring pengujian berjalan, suhu prosesor kemudian menurun perlahan dan berada di kisaran 57-63°C hingga akhir pengujian
Baca Juga: Review Lenovo Legion Y740si: Laptop Super Kencang yang Tipis
Ultra Performance dengan Windows 10 Power Mode – Best Performance

- Grafik kami memperlihatkan pergerakan suhu yang seperti Roller Coastersaat Performance Profile kami atur di mode paling tinggi.
- Setelah naik hingga 89 °C di awal pengujian, suhu kemudian turun ke kisaran 71-75 °Clalu bergerak ke 61-62 °C. Suhu kemudian naik lagi ke 68-69 °C dan kemudian turun ke 59-61 °C
- Tampaknya prosesor selalu berusaha melakukan “colongan” untuk melakukan Boosting saat ada kesempatan
Suhu Permukaan dengan Flir One
(Load Cinebench R15 Loop | Ultra Performance)

- Empat baris paling atas tombol Keyboard tampak memiliki suhu paling panas
- Suhu tertinggi tampak ada disekitar tombol I-O-Pdengan suhu mencapai 47 °C
- Area pada tombol Keyboard dengan suhu di bawah 40 °C tampak ada di baris kelima dan tombol-tombol yang ada disisi pinggir kanan dan kiri
- Area Palmrest suhu tetap aman di bawah 35 °C
- Suhu setinggi itu tentunya hanya dicapai di skenario komputasi sangat berat seperti Rendering 3D yang tampaknya kurang cocok dilakukan di Laptop tipis seperti ini
- Di aktivitas ringan suhu bodi tidak akan setinggi itu.












