RWR Index Dell Technologies: Indonesia Siap Kerja Jarak Jauh

Author
Irham
Reading time:
February 4, 2021

Dell Technologies merilis riset terbaru yang mengungkapkan tingkat kesiapan  tenaga kerja di Indonesia untuk bekerja jarak jauh dalam jangka panjang. Dalam Riset Indeks  Kesiapan Bekerja Jarak Jauh atau Remote Work Readiness (RWR) Index ini, Dell mewawancarai 1.030 pekerja Indonesia, usia 18 tahun ke atas.Hasilnya terungkap  delapan dari 10 (81%) pekerja di Indonesia merasa siap untuk bekerja jarak jauh  dalam jangka panjang (APJ: 81%).

Salah satu kekhawatiran yang banyak dirasakan oleh sekitar 33% (34% APJ)  responden yaitu batasan yang kabur antara kehidupan kerja dan pribadi  jika cara  bekerja jarak jauh berlanjut dalam jangka panjang. Selain itu responden menilai sumber daya dan penunjang produktivitas menjadi hal yang dirasa perlu untuk disediakan oleh perusahaan bagi para pekerja.

Baca Juga: Review Dell XPS 13 9310 2-in-1: Laptop Sultan Ini Bisa Apa Saja?

Dell RWR Index

“Situasi yang terjadi di tahun 2020 telah memaksa banyak karyawan untuk beralih ke  cara bekerja jarak jauh dalam waktu semalam. Meski bukan konsep yang asing bagi  sebagian besar tenaga kerja Indonesia, mereka tetap khawatir jika cara bekerja jarak  jauh ini berlanjut dalam jangka panjang,” kata Martin Wibisono, Direktur, Commercial  Client, Dell Technologies, Indonesia dan Filipina. “Pekerja di Indonesia siap untuk  terus bekerja dari jarak jauh, tapi mereka mengharapkan dukungan yang lebih besar  dari perusahaan mereka, khususnya sumber daya teknologi dan yang berkaitan  dengan sumber daya manusia.”

Di kawasan  Asia Pasifik & Jepang (APJ), Survei Dell RWR Index ini mewawancarai lebih dari 7.000 pekerja, usia 18 tahun ke atas, dan mengumpulkan data tentang kesiapan mereka untuk  bekerja jarak jauh dalam jangka panjang serta apa saja faktor-faktor penting yang  mereka butuhkan untuk bisa sukses bekerja jarak jauh dalam jangka panjang. 

Dell RWR Index

Secara umum, pekerja Indonesia merasa perusahaan tempat mereka bekerja  mendukung cara bekerja jarak jauh dalam jangka panjang (55%, APJ: 46%). Sentimen  ini konsisten di ketiga kategori utama survei, yaitu gender, kelompok umur, dan skala  organisasi.  

Tapi masih banyak tugas yang harus dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia  untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi karyawan mereka dan  menyediakan sumber daya yang dibutuhkan agar para karyawan tersebut bisa sukses  bekerja jarak jauh dalam jangka panjang. 

Dari sisi sumber daya teknologi, hanya 54% pekerja di Indonesia sepakat perusahaan  tempat mereka bekerja telah melakukan semua yang mereka bisa untuk menyediakan  sumber daya teknologi yang dibutuhkan (APJ: 50%). Tantangan teknologi terbesar  yang mereka rasakan adalah stabilitas jaringan remote, termasuk bandwidth internet 

(41%, APJ: 31%). Mereka juga seringkali masih harus menggunakan perangkat  pribadi untuk bekerja (32%, APJ: 28%) – sesuatu yang harus mendapat perhatian  khusus dari perusahaan mengingat berbagai risiko keamanan TI yang bisa muncul.  Para pekerja juga mengalami kesulitan mengakses sumber daya internal perusahaan  (28%, APJ: 29%) begitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.  

Baca Juga: Review Dell Optiplex 7070 Ultra: Sebuah Kombinasi dari AIO dan Mini PC

Dell RWR Index 1

Oleh karenanya, para pekerja mengharapkan ketiga sumber daya teknologi utama ini  dari perusahaan mereka:  

  1. Perangkat/alat produktivitas (42%, APJ: 39%)  
  2. Jaringan remote yang stabil, termasuk bandwidth internet (39%, APJ: 31%) 3. Akses ke sumber daya internal perusahaan (32%, APJ: 36%) 

Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia, kurang dari setengah atau 45% pekerja  merasa perusahaan tempat mereka bekerja telah berupaya maksimal menyediakan  sumber daya manusia yang dibutuhkan (APJ: 40%). Tantangan sumber daya manusia  terbesar yang mereka hadapi adalah kurangnya sesi pelatihan dan pengembangan,  termasuk pelatihan untuk alat-alat digital (48%, APJ: 39%). Berikutnya adalah  kebijakan dan pedoman untuk bekerja jarak jauh yang tidak terbarui (43%, APJ: 38%),  dan kurangnya akses ke perangkat digital untuk melakukan penilaian kinerja,  pengajuan cuti, dll. (40%, APJ: 33%). 

Dell RWR Index 3

Jadi tiga sumber daya manusia utama yang diharapkan para pekerja dari perusahaan mereka adalah: 

  1. Sesi pelatihan dan pengembangan, termasuk pelatihan alat-alat virtual (55%,  APJ: 39%) 
  2. Akses ke perangkat digital untuk melakukan penilaian kinerja, pengajuan cuti,  dll. (47%, APJ: 33%) 
  3. Pembaruan kebijakan dan pedoman untuk bekerja jarak jauh (45%, APJ: 38%) 

Baca Juga: Review Laptop Gaming: Dell G7 15 7588 (GTX 1060) 

“Saat ini bekerja sudah tidak terpaku pada satu tempat dan waktu, tapi fokus pada  hasil kerja,” tambah Martin. “Organisasi-organisasi di Indonesia harus siap untuk membantu semua karyawan mereka mewujudkan peran profesional dan personal  secara efektif, dimana pun mereka bekerja – inilah cara bekerja yang baru.” 

Hasil survei Dell RWR Index lainnya berdasarkan kategori kelompok umur dan skala organisasi 

Dell RWR Index 4
  • Riset ini mendapati 75% pekerja Indonesia sudah bekerja jarak jauh sebelum  pemberlakuan PSBB, kedua tertinggi setelah India (85%). Rata-rata pekerja  Indonesia bekerja dari jarak jauh sebanyak empat hari dalam satu bulan  sebelum PSBB. Dan 78% pekerja di perusahaan kecil dengan jumlah karyawan  kurang dari 100 orang telah bekerja dari jarak jauh sebelum PSBB. 
  • Ketika beradaptasi dengan cara bekerja jarak jauh, kekhawatiran utama para  pekerja Indonesia adalah kaburnya batasan antara kehidupan kerja dan pribadi  (33%), terutama bagi pekerja Gen X (34%) dan Millennial (32%). Sementara  pekerja Gen Z khawatir mereka akan bosan menjalani cara bekerja jarak jauh  dalam jangka panjang (35%). 
  • Di Indonesia, lebih dari setengah (52%) pekerja yang bekerja di perusahaan  besar yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang menyatakan faktor  perangkat/alat produktivitas adalah sumber daya teknologi paling penting untuk  bekerja jarak jauh dalam jangka panjang, paling besar di kategori skala  organisasi. Sementara di kategori kelompok umur, pekerja Gen Z secara  signifikan memprioritaskan keamanan jaringan remote dan perangkat yang  mereka gunakan (40%). Sementara itu, di kategori kelompok umur, 63% pekerja Gen Z menjadi suara  terbanyak yang mengharapkan perusahaan mereka bekerja menyediakan sesi  pelatihan dan pengembangan. Untuk pembaruan kebijakan dan pedoman  bekerja jarak jauh, permintaan terbesar (48%) datang dari pekerja yang bekerja  di perusahaan besar dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang.
Load Comments

Gadget

October 18, 2021 - 0

Review Infinix Zero X Pro: Smartphone Aneh dan Gokil!

Sedang mencari smartphone di rentang harga Rp 4 jutaan tetapi…
October 8, 2021 - 0

Review vivo X70 Pro: Dingin, Kencang, Kamera Zeiss, Tipis & Ringan

Vivo baru saja meluncurkan vivo X70 Pro, di mana smartphone…
September 21, 2021 - 0

Review Xiaomi Pad 5: Tablet Android Terbaik di 4.9 Juta!

Selain smartphone, pasar tablet kini sudah semakin memanas dengan berbagai…
June 16, 2021 - 0

Review Tecno Spark 7 Pro: Murah dan Kencang di Harga Rp 1,8 Jutaan

TECNO Mobile, kami sadar kalau dalam beberapa bulan terakhir ini,…

Laptop

October 18, 2021 - 0

Review MSI GE76 Raider (2021): Monster Gaming dengan Spesifikasi Tinggi dan Layar 360 Hz

Spesifikasi Hardware dan Performa merupakan beberapa hal yang dipertimbangkan saat…
October 16, 2021 - 0

Review Acer Swift 3 Infinity 4: Laptop EVO Murah dengan RAM 16GB dan SSD Super Kencang

Seperti kita sudah ketahui, Intel menetapkan persyaratan yang sangat berat…
October 11, 2021 - 0

Review OMEN by HP 16-c0093AX: Super Kencang dengan AMD Ryzen 9 dan RTX3070!

Laptop gaming keluaran tahun 2021 punya tren yang berbeda dibandingkan…
October 11, 2021 - 0

Review Lenovo Legion 5i (2021): Laptop Gaming Kencang & Super Lengkap

Performa kencang memang menjadi nilai jual utama dari sebuah Laptop…

Gaming

October 18, 2021 - 0

Gotham Knights Perkenalkan Antagonis – Court of Owls

Hype yang mengitari nama Gotham Knights memang sedikit meredup sejak…
October 18, 2021 - 0

Organisasi FIFA: Kami Terbuka Bekerjasama Dengan Dev. Lain

Kerjasama 10 tahun yang langsung memburuk begitu diskusi kedua organisasi…
October 18, 2021 - 0

Steam Larang Game Berisikan Crypto, EGS Terima dengan Tangan Terbuka

Rajin berselancar di internet, bahkan pada saat membaca berita ini,…
October 18, 2021 - 0

Spesifikasi PC untuk Marvel’s Guardians of the Galaxy

Langkah Marvel untuk kembali aktif di industri game memang terhitung…