File Server yang Lebih Fleksibel dan Modern dengan NAS Synology

Reading time:
March 22, 2021

Perlindungan Ekstra Terhadap File

Sementara untuk perlindungan terhadap kehilangan file yang disebabkan kerusakan storage, NAS Synology juga menawarkan kemampuan RAID, atau menggunakan beberapa drive secara bersama-sama untuk menghasilkan satu volume penyimpanan data. Bila mode RAID yang dipilih menawarkan redundansi, seperti RAID 1, RAID 01/10, RAID 5, serta SHR, maka bila terjadi kerusakan di salah satu drive yang terpasang, file yang ada tetap bisa diselamatkan dan ini tentunya akan sangat membantu. SHR sendiri merupakan mode RAID khusus dari Synology yang menawarkan berberapa keunggulan dibandingkan dengan mode RAID tradisional.

Namun, untuk perlindungan ekstra, terkadang hanya sekadar menggunakan RAID saja tidak cukup. Ada banyak hal lain yang bisa mengancam keutuhan file dan data yang disimpan di dalam NAS, yang bisa saja bersumber dari kelalaian kita sendiri. Untungnya, hal tersebut bisa dicegah dengan memanfaatkan fitur pengamanan ekstra yang ditawarkan oleh Synology.

Beberapa versi file akan disimpan oleh Synology Drive untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu yang cukup penting dan bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi terhadap file kita adalah kemampuan versioning di Synology Drive. Fitur yang disebut sebagai Intelliversioning ini membuat kita memiliki akses ke beberapa versi terakhir yang disimpan sesuai dengan algoritma pintar yang dimiliki Synology NAS. Jadi, bila terjadi perubahan yang tidak disengaja, kita bisa kembali mendapatkan versi file yang benar dengan sangat mudah.

Bicara mengenai perlindungan ekstra terhadap file, Synology Drive ini juga menawarkan fitur backup dan sinkronasi file dari PC langsung ke NAS. Kita bisa membuat set aturan untuk secara otomatis melakukan backup folder tertentu di PC ke NAS secara berkala, atau bahkan melakukan sinkronasi file sehingga versi terbaru dari suatu file akan selalu tersedia untuk kita, di manapun kita berada, karena file tersebut bisa diakses secara remote, tentu saja melalui Synology Drive. Hal ini memastikan file-file penting akan selalu terlindungi dan mudah diakses.

On-Premise: Lokasi Data Tetap dalam Kontrol

Menggunakan NAS di jaringan lokal kantor yang terhubung ke Internet, hal ini berarti kita memiliki kontrol penuh atas lokasi data. Tetap menyimpan data on-premise seperti yang ditawarkan oleh NAS ini terkadang jadi hal penting bagi perusahaan, karena memang privasi data sangatlah penting sehingga ada data-data tertentu yang tidak boleh disimpan secara sembarangan, harus di lokasi yang diketahui. Selain itu, dengan perangkat on-premise, kita juga dengan mudah memeriksa secara langsung kondisi perangkat penyimpanan data ini bila dibutuhkan.

NAS memiliki ukuran ringkas, sehingga dapat dengan mudah ditempatkan di dalam kantor. Hal ini membuat lokasi data bisa kita pastikan dan kita jadi memiliki akses penuh ke lokasi data tersebut.

Mengadopsi NAS untuk File Server Modern: Mahal?

Hal penting lain yang mungkin jadi pertimbangan adalah soal biaya. Pertanyaan yang sering muncul mungkin adalah terkait dengan apakah biaya yang dikeluarkan untuk membangun dan mengoperasikan NAS sebagai private cloud storage ini mahal. Terlepas dari berbagai kelebihan yang bisa ditawarkan, biaya terkadang bisa jadi faktor yang sangat menentukan apakah sebuah solusi layak digunakan atau tidak.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menggunakan NAS Synology untuk private cloud storage, biaya yang harus dikeluarkan hanyalah biaya akuisisi hardware dan biaya terkait operasional saja, seperti biaya listrik yang seharusnya juga tidak terbilang besar. Tidak ada biaya tambahan lain yang dikenakan, seperti biaya lisensi akses maupun biaya per-user. Hal ini berbeda dengan cloud storage yang ditawarkan berbagai penyedia layanan, di mana untuk kebutuhan perusahaan yang umum ditawarkan adalah biaya per user per bulan, yang bisa jadi akan terasa murah di awal, tetapi dalam jangka panjang bisa jadi akan cukup terasa.

Sementara untuk private cloud storage seperti NAS Synology dan fitur bawaan Synology Drive, biaya yang dikeluarkan memang akan terasa besar di awal. Biaya di awal ini juga akan sangat tergantung dengan kapasitas yang dikehendaki, tetapi sekali lagi, ini umumnya hanya sekali dikeluarkan di awal saja dan bila dimanfaatkan secara efektif dan efisien, dalam jangka panjang biaya yang dikeluarkan di awal ini bisa terasa sangat rendah bila dibandingkan dengan biaya rutin setiap bulan yang harus dibayarkan. Khususnya untuk perusahaan skala menengah dengan jumlah pegawai yang terbilang sudah cukup banyak.

Sebagai perbandingan, biaya bulanan salah satu layanan cloud untuk perusahaan ada di kisaran Rp 135.000 per user per bulan. Bila sebuah perusahaan memiliki 20 karyawan, maka setiap bulannya, perusahaan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2.7 juta, dan dalam satu tahun biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp 32.4 juta. Sementara untuk membangun private cloud storage dengan NAS Synology 4-bay, dengan storage 4 buah HDD 10 TB, kurang lebih ada di kisaran Rp 28.5 juta (Synology DS920+ dan 4x Seagate IronWolf 10 TB).

Terkait biaya listrik, berdasarkan spesifikasi dari Synology, NAS DS920+ membutuhkan daya sekitar 33 Watt untuk kondisi load. Bila dihitung, biaya listrik untuk pengoperasian NAS tersebut selama setahun dengan asumsi load 24/7 akan ada di kisaran Rp Rp 433.000 dengan asumsi biaya per kWh ada di Rp 1500. Bila dibandingkan dengan biaya langganan selama setahun, biaya akuisisi NAS dan HDD, ditambah biaya untuk listrik, dan mungkin juga biaya langganan Internet untuk mendukung penggunakan Synology Drive untuk yang bekerja dari luar kantor, masih terbilang lebih rendah. Satu hal yang menarik, tidak dibutuhkan koneksi Internet khusus untuk menggunakan Synology Drive, yang berimbas ke biaya Internet pun seharusnya tidak terlalu tinggi.

Bila perusahaan membangun private cloud storage untuk jangka panjang, selisih biayanya tentu saja akan terbilang besar dibandingkan dengan biaya langganan layanan cloud. Selain itu, karena NAS bersifat on-premise, maka kekhawatiran terkait lokasi data pun bisa dihilangkan. Sementara itu, fitur yang ditawarkan NAS Synology dan fleksibilitas tinggi Synology Drive yang ditawarkan secara gratis tentunya akan sangat menguntungkan, karena kita akan mendapatkan file server modern dan fleksibel dengan biaya yang relatif rendah.

Sekilas Mengenai Perangkat yang Kami Gunakan

Di artikel kali ini, kami akan membahas private cloud storage dengan menggunakan Synology Drive di Synology DS920+, sebuah NAS 4-bay dengan kemampuan mengakomodasi unit ekspansi, sehingga total bisa menampung hingga 9 buah disk drive. DS920+ ini dipilih selain karena menawarkan performa tinggi, juga mendukung kapasitas besar yang seharusnya akan dibutuhkan untuk penyimpanan data suatu perusahaan karena bisa mengakomodasi expansion unit, sehingga total bisa mendukung 9-bay storage. Namun, untuk konfigurasi awal, kami tidak menggunakan expansion unit, hanya memanfaatkan 4-bay yang ada di DS920+ saja.

Synology DS920+

HDD untuk NAS: Kenapa Harus Khusus?

Untuk storage, yang digunakan adalah HDD khusus untuk NAS, yaitu Seagate Ironwolf 4 TB dengan logo MFI, sebanyak 4 buah. Lini Ironwolf dan Ironwolf Pro memang dirancang untuk penggunaan non-stop, 24/7, sesuai yang umum terjadi di NAS. Selain itu, karakteristik performanya juga disesuaikan dengan kebutuhan di NAS, termasuk harus bisa mengakomodasi penggunaan dalam mode RAID serta kapabilitas rebuild yang baik untuk storage volume di NAS.

Khusus untuk HDD Seagate Ironwolf dan Ironwolf Pro, terdapat RV Sensor, atau sensor getaran, yang membantu melindungi HDD dan data yang ada di dalamnya. Ketika mendeteksi adanya getaran yang tidak wajar, HDD bisa secara otomatis masuk ke mode “parkir”, sehingga kerusakan yang mungkin terjadi bisa dikurangi. Sensor ini tersedia di seluruh lini HDD Ironwolf dan Ironwolf Pro dari Seagate. Sementara di SSD, tersedia fitur power loss data protection yang memastikan data tidak hilang saat daya listrik ke NAS terputus.

Seagate Ironwolf Pro 8 TB

 

 

HDD Ironwolf Pro juga dilengkapi dengan garansi rescue atau recovery data hingga 2 tahun. Hal ini tentunya akan jadi nilai lebih untuk suatu perusahaan, karena bila terjadi sesuatu, Seagate akan membantu.

Sementara logo MFI di HDD Seagate yang digunakan kali ini memastikan produk Seagate yang digunakan original dan dilindungi garansi resmi. Seagate dan MFI menjamin seluruh HDD Seagate dengan logo MFI ini merupakan barang baru dan dilengkapi jaminan tukar baru bila ada kerusakan. Service center resmi juga tersedia di Jakarta, Surabaya, dan Medan untuk produk Seagate dengan logo MFI ini.

Load Comments

Gadget

May 6, 2021 - 0

Rekomendasi Smartphone Lebaran 2021: Harga Rp 5-7 Juta

Setelah membahas rentang harga Rp 10 jutaan keatas, Rp. 7…
May 6, 2021 - 0

Rekomendasi Smartphone Lebaran 2021: Harga Rp 7-10 Juta

Setelah sebelumnya kami membahas mengenai rekomendasi smartphone tebaik di harga…
April 30, 2021 - 0

(VIDEO) Review Bose SleepBuds 2: Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik

TWS tapi dipakainya untuk tidur? Ya, Bose Sleepbuds 2 yang…
April 22, 2021 - 0

Review Poco X3 Pro: Terlalu Murah & Kencang!

Poco baru saja mengumumkan jajaran produk terbarunya, di mana salah…

Laptop

May 1, 2021 - 0

Review Huawei Matebook D 15 (2021): Laptop Layar Lebar yang Ringan dan Tipis

Uji Performa Cinebench R15 20X Loop (Dengan Power Adapter) Terlihat…
April 26, 2021 - 0

Review MSI GP66 Leopard: Performa Premium dengan RTX 3060!

Uji Performa Terdapat 5 preset pengaturan performa yang dapat diubah…
April 25, 2021 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo 15 SE (GX551QM): Laptop Gaming Dua Layar, Tipis dan Kencang!

Spesifikasi  Untuk spesifikasi dapur pacunya, ASUS ROG Zephyrus Duo 15…
April 15, 2021 - 0

Review HP Envy 15: Kencang, Elegan, Cocok utk Content Creator & Video Editor

Uji Performa Laptop HP Envy 15 menyediakan pengaturan Performance Profile…

Gaming

May 7, 2021 - 0

FF VII Remake Intergrade “Eksklusif” PS5 Setidaknya 6 Bulan!

Ketika Final Fantasy VII Remake dirilis ke pasaran, ia datang…
May 7, 2021 - 0

FF VII Remake Intergrade Rilis Trailer Baru, Pamer Summon Ramuh

Seolah sudah terprediksi jauh-jauh hari, menjadi sesuatu yang rasional bahwa…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
May 7, 2021 - 0

Metro Exodus ver. Konsol Next-Gen Tiba Juni 2021

Tepuk tangan super meriah memang pantas untuk diarahkan oleh 4A…