Review Acer Predator Helios 300: Ngebut Banget!

Author
Irham
Reading time:
July 14, 2021

Belakangan ini, laptop berperforma tinggi dengan spesifikasi tinggi, sudah dituntut untuk tidak sekadar jadi laptop gaming saja. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas produktivitas berat seperti Edit video, render 3D, dan pekerjaan desain multitasking lainnya, sudah jadi wajib bisa dikerjakannya. Seperti laptop Acer Predator Helios 300 yang akan kami review berikut ini.

Dengan kisaran harga Rp. 22 jutaan, mengusung prosesor 8 Core 16 Thread dan RTX 3060 terbaru, laptop yang satu ini harusnya siap jadi kuda beban bagi gamer dan content creator.Review Acer Predator Helios 300

Predator Helios 300 merupakan laptop gaming kelas menengah-atas dari Acer. Laptop ini membawa berbagai perbaruan hardware yang cukup mencolok dibanding versi sebelumnya. Dimana prosesornya sudah menggunakan Intel Core generasi ke-11 seri H45, yang dipasangkan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 30 series.

Langsung saja kita simak review lengkap Acer Predator Helios 300 berikut ini.

Spesifikasi

Versi yang kami uji sedikit berbeda dengan produk yang dijual di pasaran. Adapun Acer Predator Helios 300 yang akan kami review ini menggunakan spesifikasi sebagai berikut.

  • Intel Core i7-11800H
    Review Acer Predator Helios 300

    • Tiger Lake-H
    • 10nm SuperFin
      • Prosesor Intel Core seri-H Generasi ke-10 masih menggunakan fab 14nm
    • Configurable TDP-up 45W
    • 8-Core/16-Thread
    • Max Turbo Frequency 4.6 GHz
    • 24 MB Intel Smart Cache
      • Sebagai perbandingan, prosesor Intel Core i7-10875H memiliki 16 MB Intel Smart Cache
      • 50% lebih besar
    • Dilengkapi dengan 20 Lane PCIe 4.0 yang terhubung langsung ke prosesor
  • 32 GB DDR4-3200 SODIMM Dual Channel
    Review Acer Predator Helios 300

    • 2 Slot SODIMM
    • Untuk versi yang dijual memiliki konfigurasi RAM 16 GB DDR4-3200 SODIMM Single Channel
      • Dapat diupgrade ke-32 GB Dual Channel dengan menambahkan satu lagi SODIMM ke slot kosong yang tersedia
  • Storage

    • Menggunakan 2x 1TB SSD PCIe NVMe yang dikonfigurasi RAID 0
    • Masih ada 2 TB SSD SATA 2.5 inci
    • Untuk versi yang dijual, akan memiliki Storage 512 GB SSD PCIe NVMe
    • Terdapat 1 slot M.2 dan 1 slot SATA 2.5 inch tambahan yang masih kosong
  • NVIDIA GeForce RTX 3070 Laptop GPU
    Review Acer Predator Helios 300

    • Max Power Limit di 110W
    • 8 GB GDDR6
    • 5120 CUDA Cores
    • Base Clock 780 MHz
    • Boost Clock 1290 MHz
    • Fitur Resizable BAR aktif di laptop ini
      • Fitur ini memungkinkan prosesor untuk mengakses penuh seluruh kapasitas VRAM pada GPU discrete
  • Intel UHD Graphics
    Review Acer Predator Helios 300

    • Xe Graphics Architecture – arsitektur grafis yang sama seperti yang digunakan pada prosesor Intel Tiger Lake-U
    • 32 Execution Units

Desain

Laptop ini membawa form factor Clamshell/laptop klasik, dengan material yang digunakan yaitu  Kombinasi Metal dan Polikarbonat. Desainnya terlihat sangat Gaming, khas kelas Predator. Ini masih terlihat mirip dengan Predator generasi sebelumnya.

Bagian atas keyboard terdapat semacam motif grill yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Terdapat logo Predator pada bagian belakang layar yang outline/garis tepinya dapat menyala biru – warna tema Predator.

Warna yang diusung yaitu Hitam/Black, dengan ukuran dimensi yaitu panjang 36.3 cm, lebar 25.5 cm, dan Tebal 2.29 cm. Sedangkan untuk bobotnya, laptop memiliki berat sebesar 2.31 Kg, dengan adaptor charger sebesar 701 gram. Sehingga total keseluruhan yang akan diangkut oleh pengguna yaitu sebesar 3.01 Kg.

Beralih ke layar, spesifkasi yang dipasang pada unit Acer Predator Helios 300 yang kami review yaitu dengan panel IPS berukuran 15.6 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel). Akan tetapi untuk unit yang akan tersedia di pasaran akan  memiliki resolusi QHD (2560 x 1440 piksel).

Layar ini memiliki refresh rate 144 Hz, yang pada Unit penjualan memiliki refresh rate di 165 Hz. Ya, keduanya sudah membawa refresh rate yang tinggi khas layar laptop gaming.

Sementara untuk cakupan warnanya yaitu Close to 100% sRGB, dan untuk versi yang akan dijual, bahkan memiliki color gamut di 100% DCI-P3. Tentunya dengan akruasi warna yang tinggi ini sangat cocok untuk kebutuhan content creation.

Layar memiliki kecerahan 300 nits, dan mengusung teknologi CineCrystal Display; istilah Acer untuk layar Anti-Glare. Ini membuatnya nyaman digunakan tanpa pantulan cahaya yang mengganggu. Bezelnya menggunakan Full-Narrow Display, dimana Bingkai kanan-kiri dibuat tipis dan bingkai atas sedikit tebal karena ada kamera 720p 30fps.

Review Acer Predator Helios 300 (22)

Di aspek audio, laptop ini menggunakan Dual stereo speaker by DTS. Speaker terletak di bawah kanan-kiri laptop, Preset Audio dapat dikonfigurasi melalui software DTS:X Ultra atau melalui menu Acer True Harmony pada software PredatorSense.

Untuk port dan konektor, laptop ini memiliki diantarnya:

Konektor

  • Kiri
    • 1x Kensington Lock
    • 1x Ethernet Port
    • 2x USB 3.2 Gen 1 (5 Gbps)
    • 1x Audio Jack Combo 3.5mm
  • Kanan
    • 1x Thunderbolt 4 (40 Gbps) yang mendukung
      • USB 4
      • Display Output menggunakan protokol DisplayPort
      • Penggunaan perangkat Thunderbolt seperti eGPU dan External Storage
    • 1x USB 3.2 Gen 2 (10 Gbps)
    • 1x HDMI
    • 1x Mini Display Port
  • Belakang
    • 1x DC-IN

Konektivitasnya yaitu menggunakan Intel Killer E2600 Ethernet Controller dengan teknologi Intel Killer Wi-Fi 6 (AX1650i). Ini mendukung Gigabit WiFi, MU-MIMO dan juga memiliki konektivitas Bluetooth v5.2.

Layout keyboard yang diusung khas Acer Predator Helios, dimana masih terdapat tombol numpad di sebelah kanan. Terdapat tombol khusus untuk memanggil software PredatorSense, serta terdapat semacam border berwarna biru pada tombol WASD, tombol anak panah dan tombol PredatorSense.

Tombol power menyatu dengan layout keyboard. Keyboard memiliki backlit RGB dengan 4 zona warna dan 4 tingkat kecerahan. Pengaturan warna dapat dilakukan di software PredatorSense.

Touchpad terletak center to spacebar, sehingga tidak mengganggu saat digunakan untuk mengetik. Tidak terdapat tombol khusus klik kiri dan kanan, namun sudah mendukung fitur Windows Precision Driver.

Load Comments

Gadget

January 17, 2022 - 0

Install Aplikasi di Smartphone Baru Huawei: Sulit atau Tetap Mudah?

Pada bulan Juli 2020 lalu, kami dari Jagat Review sempat…
January 6, 2022 - 0

Review Infinix Note 11 Pro: Smartphone Gaming Harga Rp 2 Jutaan

Di lab pengujian Jagat Gadget, sudah ada Infinix Note 11…
January 6, 2022 - 0

Review Samsung Galaxy S21 FE 5G: Smartphone Flagship Samsung Termurah di 2022

Smartphone Galaxy Fan Edition, ini dimulai dari Galaxy Note FE…
December 24, 2021 - 0

Smartphone Terbaik 2021 Pilihan Kami di Harga 1-2 Juta Rupiah

Melanjutkan dari video-video sebelumnya, kali ini kami dari Jagat Review…

Laptop

January 24, 2022 - 0

Review Lenovo Legion Slim 7 AMD: Laptop Tipis nan Kencang dengan Ryzen dan GeForce RTX

Terkadang kami sering mendengar berbagai pertanyaan seperti ini: “apakah ada…
January 24, 2022 - 0

Review MSI Delta 15 A5EFK-050ID: Laptop Gaming AMD Advantage yang Kencang dan Tidak Mahal

Standar AMD Advantage memang membuat pilihan Laptop Gaming kelas menengah…
January 22, 2022 - 0

Review Infinix INBook X2: Keren, Terjangkau, dan Lengkap dengan Fitur Baru

Pertengahan tahun lalu, Infinix, yang mungkin lebih dikenal lewat smartphone…
January 20, 2022 - 0

Review Axioo Slimbook 14: Laptop Murah dengan Ryzen 3 dan Ryzen 5

Banyaknya kegiatan online seperti sekolah, kuliah dan WFH membuat banyak…

Gaming

January 28, 2022 - 0

Saingan FIFA – UFL Unjuk Gameplay, Jadikan Cristiano Ronaldo Bintang Utama

Jika kita berbicara soal satu genre yang nyaris tak pernah…
January 28, 2022 - 0

Yu-Gi-Oh! Master Duel Tembus 4 Juta Unduhan dalam 1 Minggu !

Menyenangkan tentu saja melihat nama Konami kembali dibicarakan di industri…
January 28, 2022 - 0

Horizon Forbidden West Rampung

Menjadi salah satu seri sekuel yang paling diantisipasi di tahun…
January 28, 2022 - 0

Ubisoft Akan Matikan Game Battle Royale – Hyper Scape April Ini!

Hampir semua gamer sepertinya memahami bahwa genre battle-royale adalah genre…