Review Razer Viper 8K Hz: Untuk Profesional Gamer!

Author
Irham
Reading time:

Pengalaman Penggunaan

Software

Bagi pengguna yang baru pertama kali menggunakan perangkat periferal dari Razer, maka pertama kali yang perlu dilakukan yaitu menginstall aplikasi Razer Synapse. Aplikasi ini bisa diunduh langsung lewat web resmi Razer, atau biasanya akan ada perintah otomatis untuk penginstalan saat perangkat dihubungkan pertama kali ke PC.

Setelah itu sambungkan perangkat mouse Razer Viper 8K Hz ke PC. Melalui apliksi Razer Synapse, akan terlihat perangkat periferal yang terhubung pada menu Devices. Pilih mouse Razer Viper 8K.

Baca Juga: Review Headset ASUS TUF Gaming H3, Mouse M5, Mousepad P3, dan Keyboard K7

Razer Synapse

Setelah itu akan terlihat tampilan menu pengaturan dari mouse Razer Viper 8K Hz. Mulai dari menu Customize, yang berisi pengaturan penggunaan tangan dominan (left handed/right handed), kustomasi tiap tombol (kecual tombol kiri), dan profile untuk menyimpan kustom mapping dari masing tombol tersebut.

Razer Synapse

Lalu menu Performance, dimana pengguna bisa mengatur sensitivitas mouse, serta respon Polling Rate. Terdapat lima tingkatan untuk pengaturan Sensitivitas dengan maksimal hingga 20.000 DPI, dan enam tingkatan Polling Rate yaitu mulai dari 125Hz hingga 8000Hz.

Razer Synapse

Pada menu Lighting, pengguna bisa mengatur pencahayaan pada lampu RGB yang ada di logo mouse Razer Viper 8K Hz. Seperti tingkat kecerahan, efek kedipan pada mouse, dan warna lampu menggunakan Razer Chroma Studio yang harus diinstal terlebih dahulu.

Razer Synapse

Dan menu terakhir yaitu Calibration untuk mengkalibrasi mouse dengan penyesuaian ke permukaan tertentu seperti mousepad, agar tingkat presisi pergerakan mouse menjadi lebih tinggi.

Razer Synapse

Performa

Untuk merasakan pengalaman maksimal saat menggunakan mouse Razer Viper 8K Hz, Razer memberikan spesifikasi minimal untuk perangkat PC yang digunakan. Diantaranya yaitu:

  • CPU – Intel Core i5 8600K, AMD R5 3600 atau lebih tinggi.
  • Monitor – Refresh rate diatas 144Hz (GSync/Freesync off)
  • GPU – Nvidia GTX 1080 atau lebih tinggi, AMD RX 5700 atau lebih tinggi.

Saat penggunaan, mouse ini memang terasa cukup nyaman digunakan bahkan mulai dari tekanan klik pada tombol kanan dan kiri di mouse. Dengan penampang tombol yang luas dan empuk, tombol dapat diklik dengan ringan di kecepatan tinggi, dan tanpa terasa tersendat pada mekanisme tombolnya.

review Razer Viper 8K Hz

Teknologi 2nd-Gen Razer Optical Mouse Switch memiliki durabilitas yang tinggi, serta mencegah mis-klik saat digunakan. Razer mengklaim tombol ini dapat bertahan hingga 70 juta kali klik, 40% lebih tahan dibandingkan dengan mouse paling durable di industri sebelumnya.

Untuk responnya, mouse ini juga memang memiliki kecepatan yang sangat baik. Dengan teknologi Hyper Polling Rate hingga 8KHz, Razer mengklaim delay yang dimilikinya yaitu hanya 0,125ms. Apa yang kami rasakan, hanyalah respon mouse ini memang begitu cepat, dan tidak terasa delay saat digunakan.

Baca Juga: Review Armaggeddon Nuke[7]: Nuklir Murah & Terjangkau!

Misalnya saat digunakan untuk bermain game shooter Valorant, hampir tidak terasa delay saat menekan tombol dengan tembakan pada game. Atau saat membidik musuh dengan menggeser kursor bidikan, mouse juga dengan cepat dan akurat dapat mengarahkan bidikan ke arah target yang diinginkan.

Tapi seberapa jauh beda latency-nya dengan mouse 1000 Hz yang banyak tersedia saat ini? Dari 1 ms ke 0,125ms, rasanya akan sangat sulit dirasakan perbedaanya apalagi hanya dengan indera penglihatan manusia.

Namun dengan Polling Rate 8KHz ini, pergerakan mouse baru akan terasa lebih mulus, saat digunakan di monitor dengan refresh rate tinggi, seperti monitor dengan refresh rate 144Hz, 240Hz atau diatasnya. Dengan polling rate yang tinggi ini akan mencegah microstutter maupun jumping cursor pada pergerakan mouse. Akan tetapi penggunaan mouse di monitor standar 60Hz, tidak akan terasa berbeda dengan mouse umumnya.

review Razer Viper 8K Hz

Sementara untuk sensitivitas tinggi hingga 20.000 DPI, rasanya ini hampir tidak mungkin digunakan untuk bermain game. Karena sensitivitas yang terlalu tinggi ini, akan membuat kursor bergerak dengan sangat cepat dan justru akan sangat sulit dikendalikan.

Tapi ini bisa digunakan bagi pengguna yang memang menggunakan layar yang sangat besar dengan resolusi sangat tinggi, atau menggunakan multi display dengan dua atau lebih monitor.

Fungsi-fungsi tombol yang dapat dikustomisasi, pastinya memberi nilai tambah pada mouse ini. Dengan sistem profil, kustom tombol yang berbeda-beda bisa membantu pengguna saat bermain di berbagai judul game yang berbeda pula. Selain itu tingkat sensitivitasnya juga bisa diatur di masing-masing profile.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

May 7, 2026 - 0

Kreator Neverness to Everness Beri Respons Terkait Asset AI di Game

Hotta Studio merespons tuduhan penggunaan asset buatan AI di Neverness…
May 6, 2026 - 0

Xbox Hentikan Integrasi Asisten AI Copilot di Console Mereka

Pimpinan Xbox secara resmi menghentikan pengembangan asisten berbasis AI Copilot…
May 6, 2026 - 0

Unity Resmi Luncurkan Unity AI Beta Untuk Buat Game via Prompt

Unity resmi memperkenalkan Unity AI Beta, tools berbasis AI yang…
May 6, 2026 - 0

Battlefield 6 Season 3 Bawa Kembali Map Ikonik Golmud Railway

Battlefield 6 resmi rilis trailer baru untuk Season 3 dengan…