Review Samsung The Freestyle: Proyektor Portable 1080P dengan Desain Unik dan Bisa Pakai Powerbank
Pengalaman Menggunakan Samsung The FreeStyle
Sekarang kita coba pakai proyektor portabel ini.
Saat proyektor dinyalakan, setelah beberapa detik secara otomatis proyektor akan beralih ke input HDMI, sekalipun tidak ada kabel HDMI yang terpasang. Kalau kita memang tidak sedang membutuhkan tampilan dari HDMI, ya tinggal buka saja tampilan utama Tizen dengan remote atau dengan voice command.

Proyektor ini bisa diarahkan hingga 180°. Jadi, misalnya saat sedang nonton tiba-tiba kita ingin rebahan. Kita bisa memindahkan proyeksi dari tembok ke langit-langit dengan mudah. Ya, tinggal putar saja proyektornya seperti ini.
Lalu, bagaimana dengan menempatkan bentuk proyeksinya? Ada fitur seperti Auto Keystone. Jadi, proyektor akan secara otomatis mengatur agar bentuk proyeksi yang didapatkan serapi mungkin. Lalu ada fitur Auto Leveling. Nah, yang ini sangat berguna kalau kalian memasang proyektor di tempat yang tidak rata, seperti di outdoor saat lagi camping atau ya tempat-tempat tidak rata lain.
Kedua fitur tersebut akan membantu mendapatkan hasil proyeksi yang baik. Tapi, kalau hasil pengaturan otomatis belum sesuai kebutuhan, kita bisa juga melakukan pengaturan manual untuk itu. Kalau dibutuhkan, ada juga fitur Scale And Move Screen. Ini berguna kalau kita ingin mengecilkan atau menggeser tampilan proyeksi tanpa mengubah posisi dari proyektor.
Selain itu, karena power inputnya menggunakan port USB-Type C, proyektor ini bisa dihidupkan dengan power bank. Jadi, kita tidak harus menggunakan listrik yang dipasok dari adaptor. Selama power bank yang digunakan mendukung USB Power Delivery 50 Watt dengan voltase 20 Volt, power bank itu bisa digunakan untuk menghidupkan The Freestyle.

Kami mencoba proyektor ini dengan memutar berbagai konten yang tersedia di platform streaming yang didukungnya, seperti Netflix dan YouTube. Saat kami mencoba memutar konten FHD HDR di Netflix, terbukti bisa mendeteksi konten HDR dengan sangat baik. Kemudian beralih ke YouTube juga sama, proyektor ini bisa langsung mendeteksi konten FHD HDR dengan baik.
Untuk preset tampilan, mode HDR atau SDR ini menghasilkan preset yang serupa. Hanya saja saat menjalankan konten HDR, terdapat penanda ikon HDR di menu pengaturan preset.
Preset yang ada antara lain Dynamic, Standard, dan Movie. Kemudian terdapat juga Game Mode yang bisa diaktifkan kalau kalian ingin bermain game di proyektor ini.
Nah, kalau dipasangkan ke perangkat lain seperti laptop, hanya terdapat 2 preset yaitu Entertain dan Graphic.
Saat kami menghubungkan proyektor ini ke perangkat lain seperti laptop melalui port Micro HDMI, HDR juga dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.
Bagaimana dengan kualitas gambarnya? Hasilnya, menurut kami proyektor ini mampu menghasilkan kualitas gambar dan warna yang baik.

Saat kami menguji proyektor ini dalam kondisi ruangan yang terang, tampilan yang dihasilkan dari proyektor ini, meski masih bisa menampilkan konten, tapi terasa kurang cemerlang. Wajar, karena ini memang proyektor ringkas yang hanya menawarkan 270 ANSI Lumens. Proyektor seperti ini akan lebih cocok digunakan di ruang gelap atau minim cahaya. Terbukti, saat kami mematikan lampu di ruangan pengujian, tampilan langsung jauh meningkat. Tampilan hasil proyeksi langsung jadi terasa jauh meningkat.
Untuk proyektor portable, kualitas tampilan yang ditawarkan oleh The Freestyle ini bisa dikatakan sudah bisa memenuhi harapan kami.
Beralih ke audio, tersedia preset audio Standard, Adaptive Sound dan Amplify. Volume suara yang dihasilkan dari proyektor portable ini terbilang cukup lantang, khususnya saat preset Amplify diaktifkan. Kerapian suara juga terbilang mencukupi, mengingat proyektor ini hanya menggunakan single speaker 5 Watt.
Memang, kita tidak akan mendapatkan suara yang menggelegar dengan separasi yang sangat baik. Tapi, suara yang dihasilkan tetap bisa dikategorikan baik dan cukup rapi.

Nah, selain sebagai proyektor, perangkat ini juga punya fitur Ambient yang bisa kita gunakan untuk mengubah mood ruangan menjadi lebih menarik. Misalnya kita ingin melihat pemandangan musim dingin, sunset, gunung, bulan, bintang. Atau ingin suasana di dekat api unggun juga bisa. Tersedia juga tema-tema saat perayaan tahun baru atau ulang tahun yang bisa dijadikan background. Ini juga berguna kalau misalnya kalian malas dekorasi ruangan dan ingin yang simpel.
Secara keseluruhan, pengalaman menonton dengan proyektor ini sudah oke banget. Ada HDR, 1080p 60 fps, kemudian karena proyektor ini cukup fleksibel, mau nonton sambil rebahan, atau memposisikan proyektor dari sudut miring pun, ini udah cukup nyaman.
Lalu bagaimana dengan game? tentu saja bisa, dengan menggunakan display input, apalagi proyektor ini ringkas dan ringan bisa dibawa kemana-mana dengan ukuran proyeksi yang mencapai 100”. Jadi, buat seru-seruan nge-game PC seperti game bola bareng teman ini asyik banget.
Konsumsi Daya
Kemudian bagaimana dengan konsumsi dayanya? Hasil pengujiannya ada di sekitar 37-38 Watt. Baik saat digunakan menonton konten dari aplikasi di Tizen maupun saat proyektor digunakan untuk menampilkan tampilan dari PC lewat HDMI.

Kami juga mencoba menguji proyektor ini menggunakan Power Bank dengan kapasitas baterai 20.000 mAh yang tentunya mendukung output 50 W/20 V.
Kami menguji proyektor ini dengan skenario pengujian:
- Wi-Fi pada proyektor hidup
- Brightness di 50%
- Preset Standard
- Volume 25%
- Kami gunakan untuk memutar konten FHD HDR dari Netflix.

Hasil yang kami dapatkan adalah 1 Jam 51 Menit. Jadi, dengan power bank 20.000 mAh, kita bisa menonton beberapa episode serial berdurasi setengah jam.
Harga

Samsung The FreeStyle ini dijual dengan harga resmi yang ditulis di situs resminya Rp 14.999.000.
Penutup

Hal yang perlu diperhatikan:
- Aplikasi Disney+ Hotstar masih belum tersedia di Indonesia. Tetapi kita masih bisa menikmati konten dari Disney+ Hotstar melalui browser bawaan.
- Tidak tersedia kabel Micro HDMI di paket penjualan. Untungnya konverter untuk Micro HDMI mudah dicari dan harganya juga tidak mahal.
- Harganya tergolong tinggi di kelasnya.
Poin Menarik:

- Desain proyektor yang ringkas, minimalis dan unik.
- Ringkas dan bobotnya juga cuma 800 gram, memudahkan penggunanya membawa proyektor ini kalau dibutuhkan.
- Sesuai nama “Freestyle” yang diusungnya, proyektor ini menawarkan kemudahan penempatan dan pemosisian proyeksi.
- Mendukung proyeksi hingga 100” dari jarak tidak terlalu jauh, 2.7 meter saja.
- Kualitas tampilan terbilang baik, terutama di ruangan yang minim cahaya.
- Dukungan aplikasi SmartThings, jadi proyektor bisa dikendalikan dengan smartphone Samsung.
- Fitur melimpah seperti Scale and Move Screen, Mirror Casting, TV Access, dukungan ARC, Ambient Mode, dan lain sebagainya.
Ingin punya tampilan besar yang siap digunakan menikmati konten di berbagai tempat dan mudah sekali dipindahkan, proyektor The Freestyle ini adalah opsi yang sangat menarik yang bisa memenuhi keinginan tersebut. Proyektor ini bisa digunakan untuk kebutuhan hiburan di rumah bersama keluarga, atau buat seru-seruan bareng teman baik untuk nonton maupun bermain game.

Mau dipakai saat camping atau glamping? Juga bisa. Proyektor ini bisa dinyalakan hanya pakai power bank saja. Sesuai janjinya, unexpected joy everywhere, proyektor portable ini memang bisa menghadirkan hiburan di mana saja.
Jadi, jika keunggulan-keunggulan unik proyektor ini memang sesuai dengan yang kalian cari, bisa jadi, ini adalah gadget baru yang perlu dipertimbangkan.













