AWS & Kemendikbud Ristek Dorong Pengembangan Kreativitas Talenta Digital

Reading time:
November 5, 2022

Dalam sebuah acara Virtual yang diselenggarakan AWS Indonesia dan Kemendikbud Ristek baru-baru ini terungkap jika kreativitas anak-anak zaman sekarang ternyata sangat luar biasa. Oleh karena itu penting sekali jika anak-anak tersebut memiliki literasi terhadap teknologi digital sehingga tidak hanya menjadi pengguna saja tetapi juga tampil sebagai kreator. Bukan tidak mungkin perpaduan kreativitas dan teknologi digital tersebut nantinya akan jadi kekuatan yang sangat dahsyat di masa depan.

Tangkapan Layar Media Briefing AWS 1

Untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, AWS dan SEAL (Social Economic Accelerator Lab) telah berkolaborasi meluncurkan program Indonesiaku AWSome! pada Februari 2022. Indonesiaku AWSome! merupakan  sebuah inisiatif pengembangan bisnis strategis yang didukung oleh pemerintah Indonesia untuk membangun jaringan lulusan baru yang cakap secara digital. Salah satu peserta program Indonesiaku AWSome, Isda Magfirah, melihat bahwa program seperti Kampus Merdeka dan program Indonesiaku AWSome menjadi sebuah revolusi pendidikan yang selama ini monoton. Saat mengikuti program tersebut, mahasiswi ilmu Politik Universitas Brawijaya ini merasa mampu meningkatkan cara berpikir kreatif dan belajar memandang masalah dengan empati. Menurutnya, demokrasi bisa berjalan ketika para pemangku kepentingan di negara tersebut bekerja sama, dari sektor swasta, pemeritah, dan masyarakat.

AWS Menggandakan Infrastruktur Cloud, Keterampilan Digital, dan Jaringan Partner Lokal Untuk Mempercepat Digitalisasi Pemerintah

Untuk menghadapi transformasi digital, pemerintah diharapkan menemukan cara-cara baru dalam pelayanan kepada masyarakat seperti dengan pengaplikasian teknologi Cloud. Teknologi tersebut diharapkan mampu mewujudkan transformasi digital yang mampu menyediakan pelayanan masyarakat, pendidikan, serta kesehatan secara konsisten dan terarah. Menurut Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbud Ristek Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) saat ini melayani lebih dari 4.500 perguruan tinggi, 9 juta mahasiswa, 300 ribu dosen di tanah air. Ini merupakan angka yang sangat banyak, karenanya tidak mungkin tidak untuk mengandalkan teknologi informasi untuk memastikan layanan itu tersedia 24 jam sehari tujuh hari seminggu 365 hari per tahun tanpa interupsi.

Untuk menangani hal tersebut, Dirjen Diktiristek menggunakan sejumlah layanan AWS untuk membantu mengembangkan penyediaan layanan ke masyarakat dengan berbasis sistem Cloud. Salah satunya adalah SIAGA (Sistem Informasi Kelembagaan), sebuah layanan kelembagaan bagi perguruan-perguruan tinggi yang akan membuka program studi, memantau kejenuhan program studi dan sebagainya, SINTA untuk melihat kinerja akademik dosen, dan SPADA sebagai repositori nasional perkuliahan yang telah menyediakan ribuan materi kuliah yang bisa diakses seluruh mahasiswa dan dosen.

Country Manager Worldwide Public Sector Indonesia, Mohammad Ghozie Indra Dalel, menyebutkan bahwa Cloud merupakan alat dalam memicu inovasi. Setelah bermigrasi ke Cloud, organisasi dapat menghemat biaya, meningkatkan produktivitas serta meningkatkan ketahanan operasional dan kegesitan bisnis. Ia mengatakan bahwa dalam sebuah penelitian yang dilakukan AWS Cloud Economics tercatat bahwa pelanggan AWS di Asia Pasifik di seluruh sektor komersial dan publik yang bermitrasi dari AWS melihat percepatan dalam inovasi dengan 28% pengurangan dalam time-to-market untuk fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi baru, serta sekitar 40% peningkatan dalam efisiensi karyawan.

AWS juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah dalam mencapai visi Indonesia 2045 melalui program Indonesiaku AWSome. Program tersebut bertujuan untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor melalui pengembangan jaringan lulusan baru yang cakap digital. Program seperti Indonesiaku AWSome diharapkan betul-betul bisa melatih mahasiswa untuk melakukan pemecahan masalah dengan menggunakan teknologi secara kolaboratif lintas keilmuan.

 

Load Comments

Gadget

September 27, 2023 - 0

HUAWEI WATCH GT 4 dan WATCH Ultimate: Smartwatch PALING STYLISH Rasa Jam Klasik Mewah

Huawei Watch GT 4 dan Huawei Watch Ultimate. Smartwatch terbaru…
April 15, 2023 - 0

Review itel P40: Smartphone Rp 1 Jutaan Paling Mengejutkan!

Perkenalkan, smartphone yang satu ini adalah itel P40. Baru kali…
March 29, 2023 - 0

Review vivo V27 5G: Ringan, Layar Curved, Kamera Keren, Lengkap & Kencang!

Ini adalah vivo V27 5G, smartphone V Series terbaru dari…
March 28, 2023 - 0

Review TECNO SPARK 10 Pro: Smartphone 2 Jutaan, Mewah Tapi Murah dan Lengkap

TECNO SPARK 10 Series, ini adalah keluarga smartphone terjangkau terbaru…

Laptop

November 22, 2023 - 0

Review ASUS Vivobook Go 14 E1404: Laptop Komplit & Murah Untuk Pelajar

ASUS Vivobook Go 14 E1404, adalah laptop yang akan kita…
November 15, 2023 - 0

Review AVITA Pura A+: Laptop Murah Tapi Kencang!

Kali ini kita Review Laptop murah dari AVITA. Buat yang…
November 9, 2023 - 0

Review ASUS Zenbook Pro 14 OLED: Laptop Mungil Performa Super Tinggi

Laptop yang satu ini kalau dilihat sekilas terlihat seperti sebuah…
November 7, 2023 - 0

Review MSI Prestige 14 EVO (B13M-470ID): Laptop Bisnis Prosesor Kencang

Yang ini adalah sebuah laptop Bisnis dan Produktivitas dari MSI.…

Gaming

November 27, 2023 - 0

Orang Asing Naik Panggung, Geoff Janji Perketat Keamanan TGA 2023

Apa yang dilakukan orang atas nama mencari sedikit popularitas memang…
November 27, 2023 - 0

Bloober: Pengembangan Silent Hill 2 Remake Berjalan Lancar

Tidak ada yang lebih menyeramkan bagi seorang gamer ketika melihat…
November 27, 2023 - 0

Star Citizen Pamer Kehebatan dan Fitur StarEngine!

Belasan tahun proses pengembangan, ratusan juta USD dikumpulkan, dan belum…
November 27, 2023 - 0

Peta Like a Dragon: Infinite Wealth 3x Lipat Lebih Besar Dibandingkan Yakuza 7

Konsepnya memang tidak pernah sepenuhnya open-world, dimana ia disajikan dalam…