Review ASUS Vivobook S 14 OLED K3402: Laptop EVO Murah, Kencang, dan RAM Upgradeable
Uji Performa

Pada Software MyASUS disediakan menu Fan Profile untuk mengatur profil performa dan kecepatan kipas Laptop dengan pilihan:
- Performance Mode – Hanya dapat digunakan saat pakai Charger
- Standard Mode
- Whisper Mode
Profil tersebut juga dapat diubah dengan menekan tombol FN+F.
Cinebench R15 20X Loop




Skor tertinggi yang dicapai di mode Standard adalah 2059 poin dan 2058 poin di mode Performance – Ternyata mirip.
Uniknya, walaupun skor tertingginya mirip, skor Sustain-nya ternyata agak berbeda.
- Di mode Standard, skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 1590-1620 poin
- Sementara di mode Performance, skor dapat dipertahankan di kisaran 1780-1830 poin
Suhu Kerja (Cinebench R15 20X Loop)


- Pada mode Standard, suhu prosesor sempat berada di kisaran 92-93 °C di awal pengujian.
- Suhu kemudian turun ke kisaran 78-79 °C sebelum akhirnya naik perlahan hingga sekitar 83-84 °C dengan sesekali Spike sedikit diatas 90 °C selama pengujian berlangsung
- Nah kalau di mode Performance suhu prosesor ada di kisaran 89-94 °C
Cinebench R15 20X Loop (Dengan Baterai)
Saat menggunakan baterai, skor yang dihasilkan ada di kisaran 1590-1620 poin – Jadi mirip seperti saat pakai Charger.
Blender 3.0.1 (BMW27 Scene)

CPU Rendering – 3 Menit 30 Detik
GPU Rendering dengan EGPU RTX 3070 FE – 20 Detik
- Jadi dengan adanya konektor Thunderbolt 4, Laptop tipis ini dapat dipakai untuk skenario 3D Modelling/3D Rendering dengan menambahkan External GPU
Suhu Kerja (CPU Rendering)


Di mode Performance, suhu prosesor bergerak di kisaran 89-93 °C.
- Jadi kalau mau nge-Render 3D di Laptop seperti ini, ada baiknya menambahkan External GPU jadi beban kerja prosesor lebih ringan. Lagipula nge-Render 3D hanya memakai prosesor saja di Laptop seperti ini akan memakan waktu yang lama.
Premiere Pro CC 2022

FHD60 to Youtube FHD60 dengan Video 2 Menit 7 Detik
Mercury Playback Engine (Software Only)
- 2 Menit 44 Detik
Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL)
- 5 Menit 10 Detik
Mercury Playback Engine GPU Acceleration (CUDA) dengan EGPU RTX 3070 FE
- 46 Detik
Suhu Kerja ( Full HD Video Export dengan akselerasi OpenCL)

- Di mode Performance, suhu prosesor naik turun direntang 78-95 °C
DaVinci Resolve (Free)

FHD60 to Youtube FHD60 dengan Video 2 Menit 7 Detik
- 9 Menit 11 Detik
- Kalau kita tambahkan EGPU RTX 3070 FE waktunya menjadi – 1 Menit 40 Detik
Suhu Kerja (Video Export tanpa EGPU)

- Di mode Performance, suhu prosesor bergerak terus di kisaran 81-96 °C
Gaming dengan Integrated Graphics

DOTA2 – 1280 x 800 | Fastest | Render Scale 100%
- 70-110 FPS
CSGO – 1280 x 800 | Low
- 70-120 FPS
Valorant – 1280 x 800 | Low
- 90-170 FPS

Genshin Impact – 1280 x 800 | Lowest | Render Scale 1.0X
- 50-60 FPS
GTAV – 1280 x 800 | Normal | Tessellation Off
- 40-60 FPS
Suhu Kerja (30 Menit GTAV)

- Suhu prosesor bergerak dikisaran 85-90 °C walaupun sesekali terjadi Spike sedikit diatas 90 °C
- Sementara suhu Integrated Graphics ada dikisaran 73-77 °C
Suhu Permukaan Bodi (30 Menit GTAV)

- Area Keyboard paling panas ada disekitar huruf H dengan suhu dapat mencapai 41 °C
- Untungnya suhu area Keyboard lain tetap terkendali dibawah 40 °C
- Sementara untuk suhu bodi paling panas ada di sekitar ventilasi pembuangan udara dengan suhu mencapai 44 °C
- Untuk suhu Palmrest tetap aman dibawah 35 °C
Gaming AAA dengan EGPU RTX 3070 FE

Assassin’s Creed Valhalla – 1920 x 1200 | High
- 55-70 FPS
God Of War – 1920 x 1200 | High | DLSS Quality
- 55-70 FPS
Shadow Of The Tomb Raider – 1920 x 1200 | Highest | Ray Tracing High | DLSS Quality
- 50-90 FPS
Storage Test

Crystal Disk Mark
- Read – 3664 MB/s
- Write – 3335 MB/s
Battery Life

Menggunakan mode Standard dengan Brightness 50%, Volume 25%, dan Setting layar di 2.8K
- 1080P Video Playback – 12 Jam 6 Menit
Ini memenuhi syarat EVO – Minimal 9 jam dengan layar Full HD.
Charging

- 30 Menit – 49%
- 60 Menit – 81%
- 90 Menit – 93%
- 120 Menit – 98%
- Full – 2 Jam 12 Menit
- Masih tergolong normal













