Dilengkapi Beragam Sensor, Bola Al Rihla Harus Di-charge Sebelum Dipakai Bertanding
Piala Dunia 2022 segera memasuki babak perempat final, dan selalu banyak hal menarik untuk dibahas bahkan dari segi teknologi yang digunakan.
Di bola Al Rihla misalnya, meski sering mengundang kontroversi, tapi teknologi yang disematkan di bola tersebut terbukti telah membantu wasit untuk memberikan keputusan yang tepat selama pertandingan.

Nah, baru-baru ini beredar foto dimana bola Al Rihla sedang diisi dayanya sebelum digunakan di pertandingan. Layaknya smartphone, bola ini harus diisi daya sebelum dipakai karena, untuk memastikan teknologi sensor-sensor yang ada di dalamnya bekerja dengan baik, tidak dalam kondisi kehabisan daya.

Beberapa sensor yang disematkan di dalam bola Al Rihla salah satunya yaitu sensor gerak 500Hz yang dikembangkan oleh KINEXON. Ini berfungsi untuk mendeteksi pergerakan bola, hingga 500 frame per detik. Lalu ada lagi sensor Ultra-Wide Band (UWB) dan Inertial Measurement Unit (IMU), untuk merekam posisi pergerakan bola secara tiga dimensi.
Baca Juga: FIFA 23 Dipakai Penipu untuk Siaran Langsung “Bajakan” Piala Dunia 2022 • Jagat Play
Sensor-sensor yang diletakan di dalam bola ini sebenarnya sangat kecil, totalnya hanya sekitar 14 gram. Berdasarkan informasi dari Adidas – perusahaan yang memproduksi bola Al Rihla, daya di bola ini bisa dipakai selama enam jam, dan bisa bertahan selama 18 hari jika sedang tidak digunakan.
Dengan teknologi yang ada di bola ini, secara otomiatis bisa mendeteksi setiap momen-momen di dalam pertandingan, yang bahkan mungkin tidak bisa di lihat secara kasat mata. Seperti posisi offside, bola out dan sebagainya. Gol Jepang saat menaklukan Spanyol di fase group, juga jadi salah satu keputusan yang diambil berdasarkan informasi dari teknologi di bola tersebut.
Nah, Gimana pendapat kalian tentang teknologi yang ada di bola Al-Rihla ini? Membantu atau malah bikin ribet?













