Review Samsung Odyssey ARK 55″: Smart Gaming Monitor 55″ Premium Terbaik!

Author
Irham
Reading time:
December 31, 2022

Samsung Odyssey ARK. Ini adalah monitor gaming 55” pertama yang menggunakan layar curved 1000R. Monitor ini disebut Samsung sebagai “Personal Gaming Theater”, jadi monitor ini diharapkan bisa memberikan sensasi atau pengalaman gaming yang luar biasa, seperti main game di teater, alias dengan layar super besar.

Review Odyssey Ark 55 inci Samsung

Samsung menjejalkan banyak fitur kelas atas di monitor ini: resolusi 4K, HDR10+, refresh rate hingga 165 Hz, response time sampai 1ms GtG, adaptive sync, dan masih banyak lagi.

Tapi, ini monitor mahal kan. Eits, kami tidak mengajak kalian untuk beli monitor ini, tapi tidak ada salahnya kan mengenal dan mempelajari kemampuan yang ditawarkan monitor gaming yang bisa dikatakan salah satu yang terbaik di tahun 2022, bahkan 2023.

Monitor ini akhirnya dibawa Samsung masuk ke Indonesia. Jadi, gamer di Indonesia yang ingin mencari monitor luar biasa punya pilihan menarik.

Ok, kita langsung mulai saja  pembahasan review Samsung Odyssey ARK berikut ini.

Paket Penjualan

  • Unit Monitor
    • Samsung One Connect Box beserta One Connect Cable.
  • Cover Back Panel
  • Base Stand & Leher Stand
  • Wall Mounting Bracket menggunakan VESA Mounting 200 x 200 mm.
  • Remote Control
  • Ark Dial
  • 1 Kabel HDMI
  • 1 Kabel Power (1.5m)
  • Paket Dokumen

Spesifikasi Monitor

Review Samsung Odyssey Ark 55 inci
  • Layar 55” Curved dengan kurvatur 1000R
  • Panel VA, tapi sudah menggunakan Quantum Dot, jadi tampilannya berkelas.
  • Tipe Backlight: Quantum Mini-LED, dengan 1056 Zones Local Dimming.
  • Resolusi: 4K UHD (3840 x 2160)
  • Aspect Ratio 16:9
  • Response Time: 1 ms GtG
  • Refresh Rate: 165 Hz
  • Brightness: 600 Nits
  • Color Gamut Coverage: 95% DCI-P3
  • Contrast Ratio: 1.000.000:1
  • Viewing Angle: 178° H/V
  • Adaptive Sync: AMD FreeSync Premium Pro
  • Video Processor/Picture Engine: Neural Quantum Processor Ultra
  • Terdapat fitur AI Upscaling yang bisa meningkatkan detail visual hingga resolusi 4K
  • Mendukung HDR10+ dengan teknologi Quantum HDR32x 
  • OS: Tizen
  • Konektivitas:
  • Wi-Fi 5
  • Bluetooth 5.2

Desain

Monitor ini memiliki layar lengkung berukuran 55” dengan curvature, atau kelengkungan 1000R. Ini berarti kelengkungan yang ditawarkan monitor ini sama dengan lingkaran dengan radius atau jari-jari 1000 mm. Bodi monitor ini terbuat dari plastik yang kokoh.

Desain base stand-nya, persegi panjang dengan bentuk tiang penyangganya seperti plat besi besar. Ada lubang untuk cable management di sini. Base stand dan tiang penyangganya ini sangat kokoh, bobotnya juga terbilang berat. 

Baca Juga: Review Toshiba 55M550LP (SmartTV QLED 55″): Google TV, FALD VRR, Terlengkap di Kelasnya? • Jagat Review

Tentunya, karena stand ini harus menopang monitor yang besar dan berat ini dengan baik. Bahkan stand ini terasa sudah disiapkan agar monitor tetap stabil saat posisi monitor diubah.

Stand ini mendukung pivot atau diputar ke kanan atau ke kiri 90 derajat. Tilt atau menunduk dan menengadah 10 derajat. Dan tentunya pengaturan ketinggian layar. 

Untuk dimensi saat monitor menggunakan stand adalah:

  • Lebar: 117,6 cm 
  • Kedalaman: 38,1 cm

Sementara tingginya berkisar antara 84 cm sampai 111 cm. Jarak terdekat antara monitor dengan permukaan meja adalah 11 cm, dan tertingginya 39 cm. Total bobot monitor dan standnya sekitar 41.5 KgSecara keseluruhan, monitor ini berwarna hitam.

Di sisi depan, bingkai layar monitor ini terlihat cukup tipis, hanya sekitar 2.8 mm di sisi kanan, kiri, dan atas. Untuk sisi bawahnya: 7.7 mm. Di tengah bingkai bawah, ada lampu indikator daya dan sensor suara.

Di area tengah bagian dasar bingkai bawah terdapat saklar on/off microphone. Di balik layar ini ada 6 buah speaker, satu di masing-masing sudut monitor, dan 2 woofer di sisi tengah. Total dayanya 60 Watt. Sistem ini disebut Samsung sebagai “Sound Dome Technology”.

Review Samsung Odyssey Ark 55 inci

Permukaan layar monitor ini menggunakan lapisan sAGAR (Super Anti-Glare, Anti-Reflection). Membuatnya nyaris tidak memantulkan bayangan dari benda yang ada di depannya.

Baca Juga: Review Samsung The Freestyle: Proyektor Portable 1080P dengan Desain Unik dan Bisa Pakai Powerbank • Jagat Review

Beralih ke sisi belakang, desainnya terlihat futuristik, khas lini Samsung Odyssey.  Kita bisa lihat bahwa ada lampu RGB di area atas dan bawah monitor. Sementara, Di sisi kiri bawah terdapat tombol power yang berperan juga sebagai tombol navigasi lima arah. 

Di sisi belakang ini terdapat port:

  • Headphone jack 3.5mm
  • Port USB-C
  • Port One Connect

Kok cuma sedikit? Nah, sama seperti beberapa Smart TV Samsung kelas atas, monitor ini menggunakan One Connect Box. 

Review Samsung Odyssey Ark 55 inci 25

Ini adalah solusi Samsung agar perangkat display mereka bebas kabel berantakan. Jadi, berbagai konektor yang umumnya ada di monitor dipindahkan alat berbentuk kotak ini.

Di sini terdapat:

Review Samsung Odyssey Ark 55 inci 1
  • Power input
  • Port USB Type-B (untuk USB Hub)
  • Port Optical Audio Out
  • Port Ethernet
  • 4x port HDMI 2.1 (salah satunya mendukung eARC untuk koneksi ke soundbar)
  • 2x port USB 2.0 
  • Port One Connect

Sesuai namanya, One Connect Box hanya menggunakan satu kabel saja ke monitor, disebut One Connect Cable. Daya dan data yang dibutuhkan monitor saat beroperasi, semuanya disalurkan melalui kabel tersebut. Tentunya ini supaya rapi, dan tentunya Kotak ini juga mudah disembunyikan. Supaya lebih terlihat rapih juga.

Review Samsung Odyssey Ark 55 inci 26 1

Lalu bagaimana dengan pengalaman menggunakan monitor Samsung Odyssey Ark ini? untuk kalian yang pensaran langsung saja simak review lengkapnya di Youtube Jagat Review berikut ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 8, 2026 - 0

Bungie Sebabkan Kerugian Besar Untuk Sony Akibat Kegagalan Marathon

Efek kegagalan Marathon akhirnya terungkap berkat laporan finansial terbaru Sony,…
May 8, 2026 - 0

Nintendo Resmi Naikkan Harga Switch 2 dan Nintendo Switch Online

Nintendo resmi mengumumkan kenaikan harga untuk Switch 2, lini Switch…
May 8, 2026 - 0

Sony Belum Tentukan Jadwal Rilis PS6 Akibat Harga RAM

Sony dikabarkan masih belum menentukan jadwal rilis PlayStation 6 karena…
May 8, 2026 - 0

Sony & Bandai Namco Berpartner Guna Kembangkan Tools Generative AI

Sony dan Bandai Namco resmi berkolaborasi di bidang pengembangan Generative…