Mozilla Umumkan Startup Baru untuk Bangun Ekosistem AI yang Terpercaya
Mozilla, organisasi dibalik browser Firefox, mengumumkan sebuah startup baru yang berfokus dalam pengembangan artificial intelligence (AI) bernama Mozilla.ai. Startup tersebut berambisi untuk menciptakan ekosistem AI open-source yang independen dan terpercaya.
Jika kita mendeskripsikan awal tahun 2023 ini dalam dunia teknologi, mungkin kita semua akan sepakat bahwa pembahasan paling panas adalah terkait generative AI. Itu adalah jenis AI yang punya “kreativitas” untuk menciptakan sesuatu baik teks, gambar, atau video.
Memang, pengembangan AI tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, dengan adanya Stable Diffusion, Dall-E, dan beberapa layanan AI lainnya. Akan tetapi topik ini benar-benar meledak terutama setelah dirilisnya ChatGPT oleh OpenAI pada November 2022 lalu.
Apalagi pemain-pemain besar seperti Google, Microsoft, dan Meta (Facebook) juga sudah mulai masuk ke industri satu ini. Namun, kendati generative AI telah mendapat sambutan yang luar biasa dan digadang-gadang dapat mengubah cara orang dalam berinternet, tapi teknologi ini juga tak lepas dari kritik.
Salah satu kritik terbesar pada layanan AI semacam itu adalah fakta bahwa AI tak benar-benar memahami informasi yang diberikan dan kerap kali memberikan misinformasi. Sementara itu, untuk layanan generative AI yang menghasilkan gambar juga masih dipertanyakan soal hak ciptanya.
Nah, di situlah fokus dari Mozilla.ai, yakni membuat tool agar layanan generative AI seperti ChatGPT lebih aman dan transparan. Belum diketahui seperti apa “produk” yang bakal dihasilkan Mozilla.ai, namun mereka mengatakan bakal mengungkapkannya dalam beberapa bulan mendatang.
Bersamaan dengan ini, Mozilla juga mengumumkan pendanaan awal senilai 30 juta dolar AS atau sekitar Rp460 miliar. Mozilla.ai sendiri bakal dipimpin oleh Moez Draief, seorang peneliti dan ilmuan yang sudah berkecimpung lama di dunia AI.














