Sony Luncurkan Kit Kamera dengan Proyektor, Bantu Pengguna dengan Gangguan Pengelihatan
Sony bekerja sama dengan perusahaan Jepang, QD Laser, merilis sebuah kit kamera retinal laser – HX99 RNV Retina Projection Camera. Ini merupakan sebuah kamera compact, dengan tambahan housing laser retina yang ditujukan bagi pengguna yang punya masalah pengelihatan.

Dengan proyeksi laser dengan daya rendah ini, pengguna yang mengalami gangguan visual seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme bisa melihat gambar dengan jelas.
Kamera ini menggunakan kamera kompak Sony DSC-HX99 yang sudah ada, yang merupakan kamera kelas menengah yang dirilis Sony di tahun 2018 lalu. Ini punya sensor 18 megapiksel dan lensa zoom setara 24-720mm (perbesaran 30x). Kamera ini kemudian dikombinasikan dengan proyektor Retissa Neoviewer dari QD Laser.

Retissa Neoviewer menggunakan laser semikonduktor RGB untuk menampilkan gambar dengan resolusi setara 720p dan kedalaman warna 8-bit. Gambar yang diproyeksikan memiliki sudut pandang horizontal sekitar 60 derajat dengan refresh rate 60Hz, dan baterai housing memiliki masa pakai sekitar empat jam.
Baca Juga: Sony Indonesia Hadirkan Kamera Cinema Line Kalas Atas: VENICE 2 • Jagat Review
Dengan penambahan proyektor laser ini, Sony menawarkan paket dengan kamera tersebut dengan harga USD 599,99, lebih tinggi dari harga sebelumnya yang berada di sektiar USD 475. Meskipun sedikit lebih tinggi, namun Sony mengklaim kalau mereka juga sudah memberikan “subsidi,” untuk mendukung komunitas orang dengan gangguan penglihatan yang rendah.

Untuk penjualan produknya, pembeli juga harus mencoba kamera secara langsung sebelum membeli, karena gangguan pengelihatan yang dialami mungkin akan berbeda-beda.
Sony juga berniat untuk menghadirkan kit proyektor tersebut ke berbagai produk mereka, tidak hanya pada Sony DSC-HX99 saja. Namun demikian, untuk produk yang saat ini dibuat hanya bisa dipakai pada model kamera Sony DSC-HX99 saja, jadi tidak bisa dipakai di produk kamera Sony lainnya.
Namun, harapannya adalah bahwa eksperimen ini akan membuka jalan bagi model yang lebih universal di masa depan, memungkinkan pengguna dengan gangguan penglihatan yang rendah untuk dengan mudah mengadaptasi perangkat ini ke kamera ukuran penuh pilihan mereka.













