Diduga Monopoli, Microsoft Sampai Habiskan Dana USD 100 Miliar Buat Saingi Google

Author
Irham
Reading time:
October 4, 2023

Kompetisi memberikan manfaat besar bagi konsumen, dimana ini akan mendorong perusahaan bersaing untuk menawarkan produk atau layanan yang lebih baik. Tapi seringkali, ada perusahaan tak mau kalah saing dan ingin memonopoli industri dengan cara apapun.

Google vs Bing monopoli mesin pencari

Nah, baru-baru ini Google mendapatkan tuntutan terkait dugaan monopoli, yaitu terkait layanan mesin pencari mereka. Departemen Kehakiman AS mengadakan persidangan antimonopoli terhadap Google pada 12 September 2023.

CEO Microsoft – Satya Nadela, Jadi Saksi

Departemen Kehakiman mengklaim bahwa Google melanggar undang-undang antimonopoli dengan memanfaatkan posisinya di sektor mesin pencari. Dalam persidangan tersebut, CEO Microsoft, Satya Nadella bahkan turut memberikan kesaksian.

Ia menyebutkan kalau pihak Microsoft bahkan sampai menginvestasikan senilai USD 100 miliar, untuk mendorong search engine mereka yaitu Bing, agar bisa bersaing dengan mesin pencari Google.

Nadella berpendapat bahwa dominasi Google dalam pencarian merugikan konsumen dan bisnis. Bahkan ia menyebutkan kalau Google menggunakan kekuatan pasarnya untuk menghambat persaingan dan inovasi, seperti membayar operator nirkabel mupun produsen smartphone, supaya pengguna mau memakai  Google sebagai mesin pencari default.

Baca Juga: Dall-E 3 Sudah Tersedia Gratis di Bing Chat, Begini Cara Pakainya! • Jagat Review

Selain itu, Nadella mengklaim bahwa hasil pencarian Google memiliki bias yang menguntungkan produk dan layanan Google sendiri. Ya, seperti yang kita ketahui kalau mesin pencarian Google seringnya menampilkan halaman-halaman produk milik Google, ataupun halaman yang diiklankan lewat Google Ads.

Tapi di sisi lain, sebenarnya banyak pengguna yang memang memilih mesin pencari Google karena Google dianggap sebagai mesin pencari yang punya pustaka yang lengkap, berkat

Setidaknya apa yang diutarakan oleh Satya Nadela ini tentunya juga sangat penting, karena sangat jarang informasi terkait strategi yang dilakukan kedua perusahaan dalam bersaing di pasar mesin pencari.

Departemen Kehakiman masih terus mencari tahu lebih lanjut apakah Google nantinya akan dinyatakan bersalah, dan melanggar undang-undang antimonopoli.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…