Ilmuan China Bikin Implan Modul Pengisian Daya Wireless
Ilmuan dari China mengembangkan semacam alat pengisian daya wireless, yang dapat diimplan ke tubuh manusia. Alat ini dibuat untuk kebutuhan medis, yaitu untuk modul yang berupa sistem bioelektronik.
Saat ini, sensor dan sirkuit bioelektronik yang aman tubuh dan bisa terurai sudah ada. Ini digunakan untuk sensor monitoring, dan pengiriman obat ke tubuh manusia. Tapi untuk modul daya bioelektronik, ini bisa dibilang adalah inovasi baru. Dan teknologi ini nantinya bisa digunakan untuk mengisi daya dari perangkat medis bioelektronik yang telah ada tersebut.

Desain alat ini sangat lembut dan fleksibel memungkinkannya menyesuaikan bentuk jaringan dan organ di dalam tubuh. Selain itu karena material yang digunakan yaitu biodegradable, maka memungkinan nantinya untuk terurai di dalam tubuh dalam waktu tertentu. Tidak hanya itu, karena pengisian daya dilakukan secara nirkabel, alat ini juga diklaim lebih aman bagi tubuh pengguna dan tidak menyebabkan inflamasi.
Cara Kerja Implan Pengisian Daya Wireless
Cara kerja sendiri mirip seperti wireless charging di perangkat smartphone. Yaitu menggunakan kumparan yang berfungsi menerima daya, yang nantinya akan mulai mengisi daya saat kumparan pengirim daya didekatkan. Untuk memudahkan menerima daya, alat ini bisa diletakan di bawah kulit pasien.
Pada percobaan yang dilakukan pada tikus percobaan, alat ini bisa bekerja selama 10 hari. Lalu nantinya akan terurai secara otomatis di tubuh pengguna dalam waktu dua bulan. Sebenarnya, waktu pemakaian dari alat tersebut juga bisa disesuaikan, bergantung dari ketebalan komponen kimia pelindung yang digunakan.
Baca Juga: Di Tengah Huru-Hara, OpenAI Rilis Fitur ChatGPT Voice Untuk Pengguna Gratis • Jagat Review
Pada percobaan tersebut, alat ini digunakan untuk mengirimkan obat ke tubuh tikus-tikus yang disebutkan mengalami demam ragi. Dibandingkan tikus yang tidak diberikan implan, tikus-tikus yang telah diimplan dengan teknologi tersebut, memiliki suhu yang lebih rendah.
Satu masalah yang masih muncul di prototipe perangkat tersebut, yaitu tidak adanya switch untuk mematikan perangkat. Perangkat hanya berhenti bekerja setelah daya sudah habis. Jadi saat ini perangkat bioelektronik pengisian daya wireless ini masih terus dikembangkan lebih jauh lagi.











