Tren VR Menurun, Pico Milik Bytedance PHK Ratusan Karyawan

Author
Irham
Reading time:
November 10, 2023

Tahun lalu Bytedance telah mengakuisisi Pico, yang merupakan perusahan headset VR. Angkanya tidak tanggung-tanggung mencapai sekitar Rp 11 triliun. Pico juga telah sempat meluncurkan perangkat headset VR, dan sempat disebut-sebut akan menjadi penantang Oculus Quest milik Meta.

Pico Bytedance PHK Karyawan

Tapi sayangnya, baru-baru ini Pico dikabarkan mengalami masalah finansial, sampai-sampai harus melakukan PHK besar-besaran pada karyawannya. Ratusan karyawan Pico di-PHK dan menyisakan sekitar 2000 karyawan saja.

Penjualan headset VR Pico nampaknya tersendat, dan perusahaan juga kabarnya harus mereskturkturasi tim mereka. Kini Pico lebih memfokuskan tim untuk pengembangan hardware dan core technologies, ketimbang menggarap konten-konten VR mereka.

Tren VR Menurun Pasca Pandemi, Pico Kesulitan

Perusahaan asal China ini juga mengakui salah memprediksi tren, dimana pengiriman produk VR di China merosot jauh setelah pasca pandemi. Berdasarkan riset Counterpoint, pengiriman produk VR turun hingga 56% selama tahun 2023.

Baca Juga: Bigscreen Beyond, Headset VR Pertama di Dunia Berukuran Kecil • Jagat Review

Padahal  tahun-tahun sebelumnya yaitu rentang 2020 hingga 2022, angka pengiriman produk VR sangatlah tinggi. Bukan hanya Bytedance yang berinvestasi besar-besaran mengakuisisi Pico, brand lain seperti HTC dan Meta juga sempat mempredikisi kalau VR akan menjadi tren teknologi yang segera populer. Apalgi dengan konsep metaverse yang telah digaung-gaungkan oleh Meta.

Tapi kenyataannya sekarang angka tersebut berbanding terbalik. Ternyata tren VR yang ditunggu-tunggu belum benar-benar terjadi saat ini. Saat ini tren teknologi justru lebih banyak berkembang pesat pada sektor AI.

Meski demikian, pengembangan teknologi VR maupun AR masih tetap berlanjut. Ditambah dengan dukungan teknologi AI, konten VR justru nantinya akan bisa bertumbuh lebih cepat. Saat ini perusahaan-perusahaan VR bisa memfokuskan pengembangan bisnis mereka ke sektor B2B lebih dulu, sebelum nantinya hadir di sektor komersil.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 15, 2026 - 0

Xbox Dikabarkan Pertimbangkan Kembali Miliki Game Eksklusif

Meskipun saat ini adopsi strategi multiplatform rilis, Xbox dikabarkan tengah…
April 15, 2026 - 0

Bloober Team Kembangkan 7 Game Horor Sekaligus

Bloober Team resmi beralih ke sistem multi-proyek di dalam studionya,…
April 15, 2026 - 0

Tim Wuchang: Fallen Feathers Dikabarkan Bubar

Tim pengembang Wuchang: Fallen Feathers bubar setelah sang game director…
April 15, 2026 - 0

Film Animasi Bloodborne Dibuat Oleh YouTuber Ikonik Jacksepticeye

Selain akan adanya film live action, Bloodborne ternyata dikabarkan akan…