Tren VR Menurun, Pico Milik Bytedance PHK Ratusan Karyawan
Tahun lalu Bytedance telah mengakuisisi Pico, yang merupakan perusahan headset VR. Angkanya tidak tanggung-tanggung mencapai sekitar Rp 11 triliun. Pico juga telah sempat meluncurkan perangkat headset VR, dan sempat disebut-sebut akan menjadi penantang Oculus Quest milik Meta.

Tapi sayangnya, baru-baru ini Pico dikabarkan mengalami masalah finansial, sampai-sampai harus melakukan PHK besar-besaran pada karyawannya. Ratusan karyawan Pico di-PHK dan menyisakan sekitar 2000 karyawan saja.
Penjualan headset VR Pico nampaknya tersendat, dan perusahaan juga kabarnya harus mereskturkturasi tim mereka. Kini Pico lebih memfokuskan tim untuk pengembangan hardware dan core technologies, ketimbang menggarap konten-konten VR mereka.
Tren VR Menurun Pasca Pandemi, Pico Kesulitan
Perusahaan asal China ini juga mengakui salah memprediksi tren, dimana pengiriman produk VR di China merosot jauh setelah pasca pandemi. Berdasarkan riset Counterpoint, pengiriman produk VR turun hingga 56% selama tahun 2023.
Baca Juga: Bigscreen Beyond, Headset VR Pertama di Dunia Berukuran Kecil • Jagat Review
Padahal tahun-tahun sebelumnya yaitu rentang 2020 hingga 2022, angka pengiriman produk VR sangatlah tinggi. Bukan hanya Bytedance yang berinvestasi besar-besaran mengakuisisi Pico, brand lain seperti HTC dan Meta juga sempat mempredikisi kalau VR akan menjadi tren teknologi yang segera populer. Apalgi dengan konsep metaverse yang telah digaung-gaungkan oleh Meta.
Tapi kenyataannya sekarang angka tersebut berbanding terbalik. Ternyata tren VR yang ditunggu-tunggu belum benar-benar terjadi saat ini. Saat ini tren teknologi justru lebih banyak berkembang pesat pada sektor AI.
Meski demikian, pengembangan teknologi VR maupun AR masih tetap berlanjut. Ditambah dengan dukungan teknologi AI, konten VR justru nantinya akan bisa bertumbuh lebih cepat. Saat ini perusahaan-perusahaan VR bisa memfokuskan pengembangan bisnis mereka ke sektor B2B lebih dulu, sebelum nantinya hadir di sektor komersil.













