Apple Pilih Pakai M2 Ultra Buat Fitur AI Berbasis Cloud di iPhone
Alih-alih menggunakan akselerator AI bertenaga seperti GPU dari NVIDIA, Apple dikabarkan lebih memilih memakai chipset M2 Ultra untuk server AI mereka. Server tersebut nantinya akan digunakan untuk menangani fitur-fitur AI berbasis cloud di iPhone mendatang.
Seperti diketahui, Apple bakal menambahkan beragam fitur AI ke sistem operasi iOS 18 generasi berikutnya untuk iPhone. Sebagian fitur AI tersebut akan ditangani secara lokal tanpa internet alias on-device, sementara fitur yang lebih canggih akan berbasis cloud.
Tugas AI yang lebih kompleks seperti generate gambar atau merangkum dokumen yang lebih panjang akan mengandalkan server AI milik Apple. Namun, menariknya server AI itu dilaporkan akan memakai chipset M2 Ultra, yang ada di Mac Pro dan Mac Studio rilisan tahun lalu.
Baca Juga: Meski Sudah OLED, Apple iPad Pro 2024 Tak Punya AoD • Jagat Gadget (jagatreview.com)
Entah apa alasan Apple mengambil keputusan itu, kemungkinan karena masalah perlindungan data, tapi dari sisi efisiensi hal tersebut sebenarnya justru tidak masuk akal. Pasalnya, M2 Ultra tercatat hanya punya performa AI 31,6 TOPS, angka yang jauh signifikan bila dibandingkan GPU NVIDIA GeForce RTX 4090.
NVIDIA GeForce RTX 4090 tercatat memiliki performa AI hingga 1.321 TOPS, yang mana itu berarti diperlukan lebih dari 41 M2 Ultra untuk dapat mencapai angka tersebut. Kendati demikian, tampaknya hal itu tidak akan jadi solusi jangka panjang lantaran Apple juga diketahui sedang mengembangkan chip AI buatan mereka sendiri.














