IbisPaint Luncurkan AI Disturbance, Cegah Replikasi Karya Seni

Author
Irham
Reading time:
May 11, 2024

IbisPaint, aplikasi menggambar populer untuk pengguna smartphone dan tablet, meluncurkan fitur baru bernama AI Disturbance untuk melindungi konten seniman dari penggunaan AI tanpa izin. Fitur ini bekerja dengan menambahkan noise pada ilustrasi, sehingga mengganggu proses fine-tuning AI dan menghambat kemampuannya untuk meniru atau mereplikasi karya seni.

AI Disturbance

Bagaimana AI Disturbance Bekerja?

Saat AI Disturbance diaktifkan, gambar yang dibuat oleh pengguna akan terlihat lebih kasar dengan bintik-bintik noise. Seniman bisa menyesuaikan intensitas noise sesuai dengan keinginan mereka untuk mempengaruhi efeknya pada karya seni. Semakin tinggi intensitas noise, semakin berbeda gambar yang dihasilkan oleh AI dengan gambar asli.

AI Disturbance

Pengguna dapat mengakses AI Disturbance dengan mengklik tombol kembali saat menyimpan karya mereka. Fitur ini tersedia di IbisPaint versi 12.1.0 dan seterusnya.

Perlindungan Konten Seniman

AI Disturbance bukan satu-satunya fitur yang ditawarkan IbisPaint untuk melindungi konten seniman. Glaze, alat lain yang mengganggu data untuk mencegah penyalinan, juga tersedia sebagai alat eksternal. Namun, AI Disturbance terintegrasi langsung ke dalam aplikasi IbisPaint, membuatnya lebih mudah diakses dan digunakan oleh para seniman.

Namun demikian, pengembang menyebutkan tidak menjamin bahwa efek distorsi akan terjadi dalam setiap situasi karena tergantung pada AI dan algoritma fine-tuning yang digunakan.

Baca Juga: OpenAI dan Stack Overflow Jalin Kerja Sama • Jagat Review

AI Disturbance mungkin telah menjadi satu langkah yang dilakukan oleh IbisPaint untuk menghindari plagiarism menggunakan AI. Tapi apakah langkah ini akan cukup efektif, sepertinya juga masih belum dapat dipastikan. Apalagi AI adalah teknologi yang selalu mempelajari hal baru, jadi bukan tidak mungkin perkembangannya nanti juga bisa meniru konten yang telah dilindungi seperti ini sekalipun.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 8, 2026 - 0

Tokoh Penting Dying Light Tinggalkan Techland

Tymon Smektala resmi meninggalkan Techland setelah lebih dari satu dekade…
May 7, 2026 - 0

Skull and Bones Dapatkan Update Saat Pemainnya Hampir Habis

Ubisoft mengungkap roadmap baru untuk Skull and Bones dengan kapal,…
May 7, 2026 - 0

Kreator 007 First Light Bicara Soal Kemungkinan Sekuel

IO Interactive jabarkan kemungkinan adanya sekuel untuk 007 First Light,…
May 7, 2026 - 0

Kreator Neverness to Everness Beri Respons Terkait Asset AI di Game

Hotta Studio merespons tuduhan penggunaan asset buatan AI di Neverness…