Play For Dream MR: “Spatial Computing” Android Pertama di Dunia, Bakal Hadir ke Indonesia!
SINGAPURA – 25 Juni 2024 – Play for Dream Technology, perusahaan teknologi spasial terkemuka asal China, mengumumkan ekspansi mereka ke pasar Asia-Pasifik dengan mendirikan kantor pemasaran regional di Singapura. Menandai ekspansi internasionalnya ini, mereka juga meluncurkan perangkat “spatial computing” berbasis Android pertama di dunia yakni Play for Dream MR.
Istilah spatial computing sendiri dipopulerkan oleh Apple saat mereka memperkenalkan Vision Pro tahun lalu. Secara definisi itu adalah perangkat mixed reality (MR) yang memiliki sistem pemrosesan sendiri di dalamnya untuk menawarkan pengalaman spasial dan menggabungkan antara dunia nyata dengan dunia virtual. Nah, Play for Dream MR juga menawarkan hal serupa.
Namun, Play for Dream MR mengandalkan DreamOS sebagai sistem operasinya yang berbasis Android. Oleh karena itu, perangkat tersebut tidak hanya mendukung aplikasi yang dirancang khusus untuk mixed reality tapi juga aplikasi konvensional untuk Android, layaknya Vision Pro yang punya dukungan untuk aplikasi iPadOS. Secara spesifikasi ternyata juga tidak kalah mentereng.
Spesifikasi Play for Dream MR
Play for Dream MR ini dilengkapi layar micro-OLED 8K dengan teknologi optik resin berdesain Pancake ultra-ringan, menawarkan 27 piksel pada 3.882 PPI dengan 45 PPD (Pixel Per Degree) di area tengah dan punya sudut pandang luas 103°. Terdapat 11 kamera termasuk color passthrough, 6-DoF, gesture tracking, hingga eye tracking, serta 7 jenis sensor, dan 22 LED inframerah.
Sementara itu, otak utama dari Play for Dream MR ini adalah Snapdragon XR2+ Gen 2, yang diklaim bakal menawarkan pengalaman mixed reality yang mulus dan realistis. Terlebih lagi, perangkat ini juga dikatakan punya latensi VST serendah 14ms. Play for Dream ini mendukung kontrol dengan mata dan gesture tangan, serta kontroller khusus dengan teknologi 6-DoF Halo-Free.
Secara desain tampil estetik dengan bodi ramping dan futuristik, agak mirip seperti Vision Pro. Play for Dream MR hanya setebal 33mm, yang diklaim 40% lebih tipis dari VR konvensional dengan distribusi berat 3:2 untuk kenyamanan pengguna. Bobotnya sendiri adalah 288 gram untuk unit utamanya tanpa baterai, strap kepala, dan pelindung wajah. Ya, perangkat ini punya baterai internal, plus ada juga baterai eksternal.
Untuk Hiburan, Produktivitas, Hingga Gaming
Play For Dream Technology berkolaborasi dengan IMAX dan DTS untuk menawarkan kualitas hiburan audiovisual maksimal sekelas teater di perangkat Play For Dream MR. Terdapat opsi mode teater yang membuat layar dapat diperluas hingga lebih dari 1.000 inci, sementara perangkat ini juga mendukung audio 7.1 channel untuk pengalaman audio surround 360° yang imersif.
Dengan kemampuan multi-layar spasial, pengguna Play For Dream MR dapat meningkatkan produktivitasnya dengan melakukan multi-tasking yang efisien. Perangkat ini mendukung hingga lebih dari lima layar spasial. Dilengkapi pula dengan asisten AI bernama Xiao Hu, untuk membantu pengguna melakukan pencarian di internet dengan mudah, hingga konversi foto 2D menjadi model 3D.
Perangkat ini juga diklaim dapat menawarkan pengalaman gaming imersif, dengan dukungan game MR, game VR, dan game layar besar 2D. Terlebih lagi didukung latensi VST serendah 14ms tadi, visual yang realistis, audio surround, hingga kontroller khusus 6-DoF Hallo-Free yang punya haptic feedback.
Bakal Hadir di Indonesia 2025!
Kabar menariknya adalah Play For Dream MR ini dikonfirmasi bakal hadir di Indonesia pada tahun 2025 mendatang, bersamaan dengan peluncuran di Thailand, Vietnam, dan Jepang. Untuk pasar Singapura dan Malaysia, perangkat mixed reality tersebut akan tersedia pada Oktober 2024. Untuk rincian harganya bakal diumumkan kemudian hari.
Sedikit bocoran, Play For Dream MR bakal dibanderol dengan harga jauh lebih murah dari Apple Vision Pro. Harga resminya memang belum diungkap, akan tetapi dalam presentasinya yang berlangsung di Singapura, di mana tim Jagat Review juga hadir langsung ke sana, perangkat tersebut dipastikan bakal dijual di bawah USD 2000 dengan opsi kapasitas storage 512GB dan 1TB. Ini lebih murah dari Vision Pro yang dibanderol USD 3.499. Kita tunggu kehadirannya di Indonesia ya!
















