Review ASUS Vivobook Pro 15 OLED: Makin Kencang dan Tetap Ringan untuk Kreator Profesional
Bodi ASUS Vivobook Pro 15 OLED

Form Factor
- Clamshell atau laptop klasik
Material
- Kombinasi Aluminum dan Polikarbonat, dengan rasio post-consumer recycle plastics up to 30%
Warna
- Earl Grey, warna abu-abu gelap kehitaman.
Desain

Untuk desain sekilas masih mirip dengan Vivobook Pro 15 dan Vivobook Pro 16X. Perbedaannya terlihat dari warna tombol keyboard. Kalau dulu tombol escape warnanya orange, dan ada semacam desain strip di tombol Enter. Di Vivobook Pro yang ini polos aja, tombolnya berwarna hitam dan abu-abu.

Selain itu di cover belakang layar juga berbeda. Kalau dulu di logo Vivobook ada hiasan timbul-nya, kalau yang ini polos. Tentunya yang satu ini sudah lolos uji ketangguhan MIL-STD 810H. Secara keseluruhan desainnya terasa simpel dan profesional.
Dimensi

- Panjang – 35.5 CM
- Lebar – 23.5 CM
- Tebal – 1.99 CM
Bobot

- Laptop – 1.8 Kilogram
- Charger – 440 Gram
- Total – 2.24 Kilogram
Layar

Menggunakan layar yang disebut ASUS Lumina OLED.
Ukuran 15.6 inci.
Resolusi 2880×1620 piksel, jadi aspect ratio-nya 16:9.
Refresh rate di 120 Hz, dengan 0.2ms response time.
Menurut ASUS, peak brightness di mode HDR mencapai 600 nits, dengan color gamut di 100% DCI-P3.
- Berdasarkan pengujian kami, peak brightness di mode SDR mencapai 367 nits, sedangkan di mode HDR mencapai 592 nits.
Lalu untuk Gamut Coverage-nya ada di 99.1% DCI-P3, dengan Gamut Volume di 124.1% DCI-P3.
- Jadi ini layarnya memang cocok banget sekedar buat nonton, atau content creation, sampai gaming, karena refresh rate-nya juga tinggi. Kalau color gamut-nya terasa terlalu luas, tenang, Kita bisa ubah profil warna layar melalui software MyASUS

Layarnya sudah Pantone Validated, dan disertifikasi Low Blue Light TUV Rheinland. Permukaanya glossy, seperti layar OLED pada umumnya, jadi pantulan bayangan di depan laptop masih terlihat. Tapi layar seperti ini membuat warna yang dikeluarkan jadi terlihat cemerlang.

Bezel kanan kiri tergolong tipis, membuatnya punya screen-to-body ratio di 84%. Bezel atas sedikit agak tebal karena terdapat kamera disitu.
Kamera dan Mikrofon

Menggunakan kamera resolusi 5MP yang sudah mendukung fitur-fitur Windows Studio Effects seperti Background Blur, Automatic Framing dan Eye Contact. Kameranya juga sudah dilengkapi dengan shutter fisik, untuk meningkatkan privasi penggunanya.
Untuk mikrofon, yang satu ini sudah dilengkapi dengan fitur AI Noise Cancellation yang dapat diakses melalui software MyASUS.
Audio

- Menggunakan dua speaker stereo dari harman/kardon, yang mengarah ke alas laptop.
- Terdapat software Dolby Access yang dapat digunakan untuk mengubah profil suara dan equalizer.
Konektor

- Kiri
- 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A
- 1x SD Card Reader 4.0, yang memang cocok untuk content creator, karena kalau kamera profesional biasa pakai SD Card seperti ini, bukan Micro SD

- Kanan
- 1x Audio Jack Combo 3.5mm
- 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C
- 1x Thunderbolt 4
- 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A
- 1x HDMI 2.1
- 1x Ethernet Port
- 1x DC-IN
Banyaknya konektor di sisi kanan ini bisa agak mengganggu penggunaan mouse di sebelah kanan saat kita sedang menggunakan berbagai perangkat yang disambungkan lewat konektor-konektor ini.
Keyboard

Menggunakan ASUS ErgoSense Keyboard yang punya Key Travel di 1.4mm, dan kedalaman cekungan tombol di 0.3mm, jadi terasa nyaman saat digunakan untuk mengetik. Tombol keyboardnya juga menggunakan desain switch yang silent, jadi tidak berisik saat digunakan untuk mengetik.
Keyboardnya masih menyediakan tombol numpad, tapi tidak ada tombol khusus untuk navigasi page up, page down, end, dan home. Tombol navigasi menyatu dengan numpad dan anak panah, yang dapat diakses dengan menekan tombol Fn. Untuk tombol anak panahnya punya ukuran yang kecil, setengah dari ukuran tombol lainnya. Tombol power masih menyatu dengan layout keyboard, tapi terletak di pojok kanan atas, di atas tombol numpad, jadi memang area yang jarang ditekan.
Keyboardnya sudah dilengkapi dengan backlit putih, yang punya tiga tingkat kecerahan.
Touchpad

Touchpadnya terletak sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar, tapi karena dia sudah punya palm rejection, jadi kalau tidak sengaja tersentuh saat mengetik masih aman. Saat di-klik, touchpad-nya punya kedalaman 0.23mm.

Touchpad ini juga sudah memiliki fitur ASUS DialPad, yang punya banyak fungsi, dan dapat digunakan di berbagai software produktivitas maupun content creation.
- Contohnya, di Photoshop kita bisa menggunakan DialPad ini untuk melakukan zoom, merubah ukuran brush, dan mengganti tab.
- Di Premiere, kita bisa gunakan untuk memajukan atau memundurkan posisi pada timeline video.
- Di Windows Explorer, bisa digunakan untuk scrolling.
- Di Desktop, bisa digunakan untuk mengubah volume dan brightness layar.
- Di Browser saat membuka youtube, kita juga bisa melakukan fast forward atau rewind dengan DialPad ini.
- ASUS DialPad terletak di pojok kiri atas touchpad, dan dapat diaktifkan dengan melakukan swipe di pojok kanan atas touchpad.
- Pengaturan fungsi dialpad ini dapat diakses melalui software ASUS DialPad.
Fungsinya memang banyak, dan memang butuh pembiasaan ya untuk menggunakan fitur ini.
Sistem Keamanan

- Menggunakan Infra Red Camera yang sudah mendukung Windows Hello
Sistem Pendingin

- Menggunakan teknologi sistem pending ASUS IceCool Pro dengan dua kipas yang terbuat dari Liquid Crystal Polymer dan lima buah heatpipes.
- Sistem pendingin ini juga dilengkapi dengan tiga ventilasi yang mengarah ke samping kiri dan belakang.
- Ini asik ya buat yang sering menggunakan mouse di tangan kanan, tidak terkena hembusan angin dari dalam laptopnya.
Simak pembahasan performanya di video review berikut ini:












