Kesiapan Adopsi AI di Perusahaan Indonesia Menurun, Kenapa?

Author
Irham
Reading time:
January 16, 2025

Laporan Cisco 2024 AI Readiness Index mengungkapkan hanya 19% perusahaan di Indonesia yang benar-benar siap mengadopsi AI, turun tipis dari 20% tahun lalu. Ini menunjukkan masih banyak tantangan yang perlu diatasi agar AI bisa diintegrasikan lebih baik.

Cisco AI readiness Index 2024

Survei ini melibatkan 3.660 pemimpin senior dari perusahaan besar di 14 negara di kawasan Asia Pasifik, Jepang, dan China (APJC). Indeks ini mengevaluasi kesiapan AI berdasarkan enam pilar, diantaranya strategi, infrastruktur, data, tata kelola, talenta, dan budaya.

Bisnis Makin Butuh AI

AI semakin penting dalam strategi bisnis. Di Indonesia, 99% perusahaan menganggap penerapan AI sebagai prioritas tahun depan, terutama didorong oleh CEO dan tim manajemen. Namun, meski 52% perusahaan mengalokasikan 10-30% anggaran IT untuk AI, hasilnya masih belum memuaskan.

Marina Kacaribu, Managing Director Cisco Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan yang ingin memaksimalkan AI perlu mengadopsi pendekatan komprehensif dan memastikan kesiapan infrastruktur digital mereka. Menurutnya, infrastruktur modern yang mendukung kebutuhan listrik, latensi jaringan, dan visibilitas yang baik sangat penting untuk menangani beban kerja AI yang terus meningkat dan mencapai tujuan bisnis.

Baca Juga: Microsoft Bentuk Organisasi Internal Fokus pada Pengembangan AI • Jagat Review

Temuan Utama

Dari survey yang dilakukan Cisco, beberapa poin-poin penting dari laporan tersebut diantaranya:

  • Infrastruktur masih jadi kendala: Hanya 34% perusahaan memiliki GPU yang cukup untuk kebutuhan AI, dan hanya 49% yang mampu mengamankan data AI dengan enkripsi, audit keamanan, serta pengawasan.
  • Hasil belum sesuai harapan: Lebih dari seperempat responden merasa investasi AI belum memberikan hasil optimal dalam mendukung proses dan operasional.
  • Dukungan dari manajemen puncak: CEO dan direktur terus mendorong penerapan AI. Bahkan, 37% perusahaan berencana mengalokasikan lebih dari 40% anggaran IT mereka untuk AI dalam 4-5 tahun ke depan, naik jauh dari hanya 3% saat ini.

Kendala Utama: Talenta AI

Kurangnya talenta AI menjadi tantangan besar, terutama dalam mengelola infrastruktur, data, dan tata kelola. Anupam Trehan, VP People and Communities APJC Cisco, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan pendidikan untuk mengembangkan talenta lokal.

“Talenta adalah faktor utama dalam persaingan adopsi AI. Perusahaan harus berinvestasi pada SDM mereka untuk memenuhi kebutuhan ini,” kata Trehan.

Apa yang Harus Dilakukan

Perusahaan di Indonesia perlu meningkatkan skalabilitas, fleksibilitas, dan pengelolaan infrastruktur IT. Dengan tekanan pasar dan perkembangan teknologi, memperbaiki kesiapan ini akan memastikan investasi AI lebih efektif dan mendukung transformasi bisnis.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 12, 2026 - 0

Sega Resmi Batalkan Proyek Ambisius “Super Game”

Sega resmi membatalkan proyek ambisius Super Game yang telah berjalan…
May 12, 2026 - 0

Arena Breakout: Infinite Siapkan Mode PVE Permanen Mulai Juli 2026

Arena Breakout: Infinite akhirnya putuskan untuk hadirkan mode PVE permanen…
May 12, 2026 - 0

Pocketpair Daftarkan Merek Dagang Baru Bernama Palworld Online

Pocketpair mendaftarkan merek dagang baru bernama Palworld Online, sehingga memicu…
May 12, 2026 - 0

Star Wars: Fate of the Old Republic Dibiayai Oleh Mantan Eksekutif NetEase

Fakta baru mengenai pihak yang mendanai Star Wars: Fate of…