DeepSeek Disebut Gunakan Lebih Dari 50 Ribu Unit GPU NVIDIA

Author
Irham
Reading time:
February 3, 2025

DeepSeek memperkenalkan model AI canggih bernama R1, yang dinilai powerful mengalahkan beberapa model AI lain, meski perusahaan mengklaim pelatihannya hanya menghabiskan biaya sekitar USD 6 juta dengan 2.048 GPU. Namun, menurut laporan dari SemiAnalysis, ada kemungkinan kalau perusahaan ini sebenarnya tidak mengumumkan angka investasi yang sesungguhnya.

Disebut-sebut kalau DeepSeek menginvestasikan sekitar USD 1,6 miliar untuk hardware, dengan total infrastruktur mencapai 50.000 GPU Nvidia Hopper. Angka ini tentu membuat klaim “hemat biaya” yang semula dicanangkan semakin dipertanyakan.

DeepSeek GPU NVIDIA

Seberapa Besar Infrastruktur DeepSeek?

DeepSeek sendiri merupakan spin-off dari High-Flyer, sebuah hedge fund China yang telah lama mengandalkan teknologi AI dan berinvestasi besar pada GPU. Pada 2023, High-Flyer meluncurkan DeepSeek sebagai entitas terpisah yang fokus penuh pada pengembangan AI.

Berbeda dengan banyak startup AI lain yang mengandalkan layanan cloud dari pihak ketiga, DeepSeek sudah punya data center miliknya sendiri. Jadi mereka bisa mengontrol penuh  eksperimen dan optimasi model, sehingga memungkinkan iterasi dan inovasi dilakukan dengan cepat.

Baca Juga: India Mau Bikin Model AI Lokal, Siap Saingi DeepSeek dan ChatGPT • Jagat Review

Infrastruktur DeepSeek sendiri kemungkinan sangat luas. Selain 50.000 GPU Nvidia Hopper, juga disebut-sebut menggunakan 10.000 unit H800, 10.000 unit H100, dan beberapa unit H20 yang tersebar di berbagai lokasi.

GPU ini tidak hanya dipakai untuk pelatihan model AI, tetapi juga untuk riset dan pemodelan keuangan. Investasi besar pada server dan operasional membuat biaya total mencapai hampir USD 1,6 miliar untuk server dan sekitar USD 944 juta untuk biaya operasional.

Jadi, walaupun ada klaim biaya pelatihan yang sangat rendah, angka USD 6 juta tersebut sebenarnya hanya mencakup sebagian kecil dari biaya—yaitu penggunaan GPU untuk pre-training-nya saja. Biaya untuk riset, penyempurnaan model, serta pengeluaran untuk infrastruktur lainnya belum dihitung, sehingga total investasi untuk pengembangan AI di DeepSeek mencapai lebih dari USD 500 juta.

Rekrut Talenta Terbaik, Bergaji Tinggi

Salah satu keunggulan DeepSeek adalah strategi rekrutmen talenta. Perusahaan ini memilih untuk merekrut tenaga ahli dari dalam negeri, terutama lulusan dari universitas terkemuka seperti Peking University dan Zhejiang University.

Pendekatan ini tidak hanya menekankan kemampuan teknis dan pemecahan masalah, tetapi juga memberikan kompensasi tinggi kepada peneliti. Ada beberapa peneliti yang dikabarkan mendapatkan gaji lebih dari USD 1,3 juta, menjadikan DeepSeek sebagai salah satu tempat kerja dengan imbalan terbaik di industri AI China.

Inovasi juga menjadi fokus utama DeepSeek. Perusahaan ini telah melahirkan teknologi baru seperti Multi-Head Latent Attention (MLA) yang membutuhkan pengembangan intensif dan penggunaan GPU dalam waktu berbulan-bulan.

Pendekatan yang diambil adalah meningkatkan efisiensi dan algoritma, bukan hanya mengandalkan peningkatan jumlah GPU secara besar-besaran. Strategi ini diyakini dapat mengubah ekspektasi pengembangan model AI di masa depan.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh Elon Musk beberapa waktu lalu, untuk benar-benar kompetitif di dunia AI, investasi yang besar dan “berkelanjutan” sangatlah penting. Jadi, apakah investasi yang dilakukan oleh DeepSeek ini akan berbuah hasil? Kita lihat saja nanti.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 6, 2026 - 0

Xbox Hentikan Integrasi Asisten AI Copilot di Console Mereka

Pimpinan Xbox secara resmi menghentikan pengembangan asisten berbasis AI Copilot…
May 6, 2026 - 0

Unity Resmi Luncurkan Unity AI Beta Untuk Buat Game via Prompt

Unity resmi memperkenalkan Unity AI Beta, tools berbasis AI yang…
May 6, 2026 - 0

Battlefield 6 Season 3 Bawa Kembali Map Ikonik Golmud Railway

Battlefield 6 resmi rilis trailer baru untuk Season 3 dengan…
May 6, 2026 - 0

ARC Raiders Mulai Terapkan Regional Pricing

Embark Studios resmi menerapkan regional pricing untuk ARC Raiders mulai…