Gigabyte Masih Ragu Masuk Pasar Handheld Gaming PC, Ini Alasan di Baliknya!
Gigabyte akhirnya ikut angkat bicara soal kemungkinan terjun ke pasar handheld gaming PC. Meski tren perangkat ini makin ramai sejak Steam Deck meluncur pada 2022, perusahaan asal Taiwan tersebut memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin sekadar ikut meramaikan pasar.
CEO Gigabyte, Eddie Lin, mengatakan bahwa perusahaan memang sedang memikirkan ide tersebut. Menurutnya, membuat handheld PC bukan perkara sulit, apalagi sudah banyak produsen lain, terutama dari Tiongkok, yang lebih dulu meluncurkan perangkat serupa. Namun, tantangan utamanya bukan soal teknis produksi.

Gigabyte tidak ingin merilis handheld PC yang tampil dan terasa sama dengan produk lain. Eddie Lin menegaskan bahwa pertanyaan terpenting sebelum masuk ke pasar ini adalah soal pembeda. Jika tidak ada keunikan yang benar-benar jelas, Gigabyte memilih untuk menahan diri.
Saat ini, pasar handheld gaming PC sudah dipenuhi nama besar. Valve punya Steam Deck, Asus hadir lewat lini Ally, Lenovo dengan Legion Go, MSI lewat Claw, serta GPD dengan seri Win. Masing-masing menawarkan keunggulan tertentu, tetapi secara umum masih berada di jalur desain dan konsep yang mirip satu sama lain.
Baca Juga: RAM DDR3 Diincar, Tren Rakit PC Spek Lawas Meningkat
Karena itu, rencana handheld PC dari Gigabyte masih sebatas pemikiran awal. Belum ada bocoran soal spesifikasi, desain, maupun kisaran harga yang dibidik. Bahkan, belum ada kepastian apakah produk tersebut benar-benar akan diwujudkan atau tidak.
Faktor lain yang ikut dipertimbangkan adalah kondisi pasar komponen saat ini. Harga DRAM dan memori flash yang terus naik membuat biaya produksi ikut terdongkrak. Beban tersebut biasanya berujung pada harga jual yang lebih tinggi, sesuatu yang bisa menjadi risiko di segmen handheld gaming PC yang sensitif soal harga.
Di sisi lain, Gigabyte dikenal cukup berani bereksperimen dengan desain unik, seperti motherboard dengan sentuhan kayu asli yang sempat diperkenalkan beberapa waktu lalu. Pendekatan semacam ini membuka peluang bahwa jika Gigabyte benar-benar masuk ke pasar handheld, arah yang diambil bisa saja berbeda dari kebanyakan produk yang ada sekarang.















