Banyak Dikecam, Fitur Edit Gambar AI di Grok Dibenahi
X kembali memperbarui kebijakan terkait Grok setelah fitur AI tersebut menuai kontroversi besar. Platform media sosial milik Elon Musk ini menyatakan bahwa Grok tidak lagi bisa mengedit gambar orang nyata menjadi berpakaian terbuka seperti bikini, termasuk untuk pengguna berbayar.

Melalui akun @safety, X menyebut pembatasan ini diterapkan lewat sistem teknologi baru. Pengumuman itu muncul di tengah sorotan tajam terhadap maraknya pembuatan deepfake seksual tanpa persetujuan yang melibatkan perempuan, bahkan anak-anak, menggunakan Grok. Dalam satu laporan, jumlahnya disebut mencapai ribuan gambar setiap jam.
Sebelumnya, X sempat membatasi akses fitur pengeditan gambar hanya untuk pengguna berbayar. Namun praktik di lapangan menunjukkan fitur tersebut masih bisa digunakan lewat berbagai cara, baik di situs desktop maupun aplikasi mobile. Pembaruan terbaru diklaim sudah menutup celah tersebut, setidaknya untuk akun Grok di platform X.
Pembatasan Fitur Berdasarkan Wilayah
X juga mulai menerapkan pemblokiran berbasis wilayah untuk pembuatan gambar orang nyata dengan pakaian minim di negara-negara yang melarang praktik tersebut. Inggris menjadi salah satu contohnya, seiring aturan hukum yang mengkriminalkan pembuatan deepfake nonkonsensual. Saat fitur itu dicoba di sana, Grok akan langsung menolak permintaan pengguna.
Baca Juga: RAM DDR3 Diincar, Tren Rakit PC Spek Lawas Meningkat
Pemerintah Inggris menyambut kebijakan ini dengan respons positif, meski pengawas media Ofcom menegaskan penyelidikan resmi tetap berjalan. Di sisi lain, laporan terbaru menyebut pembatasan tersebut masih bisa dilewati hanya dengan mengubah cara perintah ditulis, bahkan menggunakan akun gratis.
Grok Diblokir di Indonesia
Isu ini juga berdampak hingga Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memblokir akses ke Grok karena maraknya konten kontroversial dan potensi penyalahgunaan teknologi tersebut. Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah kebijakan baru dari X dan xAI akan mengubah sikap Komdigi terkait pemblokiran tersebut.
Di Amerika Serikat, tekanan hukum terus meningkat. Jaksa Agung California tengah menyelidiki X dan xAI, sementara sejumlah senator mendesak Apple dan Google agar mempertimbangkan penghapusan aplikasi X dari toko aplikasi mereka.
Elon Musk sebelumnya menyatakan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi yang sama seperti mengunggah konten tersebut secara langsung. Ia juga membantah adanya pembuatan gambar telanjang anak melalui Grok. Kini, perhatian publik adalah apakah kebijakan baru ini benar-benar efektif, atau hanya menambah lapisan pembatas yang masih bisa ditembus.














